Cerita JK: Prabowo Kontak Sejumlah Orang Minta Setop Aksi Massa

Reporter:
Editor:

raymundus rikang

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan kepada awak media setelah pertemuan dengan sejumlah tokoh Muslim di rumah dinas wakil presiden, Jakarta, Senin, 22 April 2019. ANTARA

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan kepada awak media setelah pertemuan dengan sejumlah tokoh Muslim di rumah dinas wakil presiden, Jakarta, Senin, 22 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan isi pertemuannya dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pada Kamis, 23 Mei 2019. Pertemuan itu terjadi sehari setelah demonstrasi yang berujung ricuh di depan kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta. "Waktu saya ketemu, beliau di depan saya menelepon semua orang-orangnya untuk menghentikan semua aksi massa," kata Kalla di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa, 4 Juni 2019.

    Wakil presiden yang akrab dipanggil JK itu mengatakan bahwa Prabowo ingin menempuh jalur konstitusional dalam menyampaikan keberatan atas hasil Pemilu Presiden 2019. "Dia perintahkan untuk menghentikan semua aksi massa dan akan menjalani proses konstitusi yang baik," dia berujar. 

    Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno melalui tim hukumnya telah mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi, pada Jumat, 24 Mei 2019. Prabowo sebelumnya enggan menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah karena kehilangan kepercayaan pada institusi penegakan hukum.

    Setelah mengadakan rapat tertutup dengan sejumlah petinggi BPN, Prabowo memutuskan untuk mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah. Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, ditunjuk sebagai ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga.

    FRISKI RIANA | RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.