Kasus Penistaan Agama, Polisi Belum Panggil Ade Armando

Pengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia Ade Armando mendatangi Polda Metro Jaya, 23 Juni 2016. Ade Armando datang sebagai terlapor kasus penistaan agama. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Ade Armando kembali dilaporkan ke polisi terkait unggahannya di Facebook yang diduga menista agama. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan sampai saat ini belum ada panggilan kepada Ade Armando untuk pemeriksaan.

"Belum oleh Polda Metro Jaya, mudah-mudahan secepatnya," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta pada Jumat, 5 Januari 2018.

Front Pembela Islam DKI Jakarta, Lembaga Bantuan Hukum Bang Japar, dan seorang pria bernama Michael melaporkan Ade Armando ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Sabtu, 30 Desember 2017. Ade dilaporkan karena unggahan di akun Facebooknya pada tanggal 20 Desember 2017 memperlihatkan gambar pimpinan FPI Rizieq Shihab dan beberapa orang lain menggunakan topi Sinterklas dengan tulisan "Parade Natal, 25 12, lokasi: Bundaran HI dan Monas". Namun dalam captionnya, Ade menuliskan "Ini hoax ya".

Baca: Kasus Penistaan Agama, Ade Armando Kembali Dilaporkan

Ade juga dilaporkan atas unggahannya yang mengomentari hadits nabi. Melalui akun Facebooknya dia menulis, "Hampir pasti isi hadis tidak persis sama dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad" dan "Yang Suci itu Al Qur'an, Hadis mah kagak!"

Iqbal mengatakan kasus Ade Armando tersebut telah dilimpahkan oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kepada Polda Metro Jaya. Sebab, kata dia, pihak terlapor merupakan orang yang sama meskipun pihak pelapornya berbeda. "Jadi kami limpahkan ke Polda Metro Jaya, kami akan lakukan supervisi di situ, Bareskrim tentunya," kata dia.

Saat ini, menurut Iqbal, kepolisian belum memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini. Pemeriksaan tersebut nantinya akan ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya.

Baca: Dilaporkan FPI ke Polisi, Ade Armando Bantah Serang Ulama

Sebelumnya, Ade pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh salah seorang murid pengajian Rizieq Shihab, Ratih Puspa Nusanti pada 28 Desember 2017. Ratih juga melaporkan Ade atas unggahan foto berisi para ulama mengenakan atribut natal. Laporan itu tertuang dalam surat bernomor LP/1442/XII/2017/Bareskrim dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian terkait SARA.

Keesokannya, FPI ikut melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya. Status Facebook itu dianggap dapat memicu konflik antarumat beragama. Laporan FPI tersebut diterima tertanggal 29 Desember 2017. Ade kembali disangkakan melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a ayat 2 UU ITE.






Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

3 jam lalu

Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

Roy Suryo ditahan 20 hari di Rutan Salemba setelah berkasnya selesai tahap II.


Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

13 jam lalu

Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

Kejaksaan Tinggi Jakarta menyatakan berkas kasus Roy Suryo sudah P21 atau lengkap. Hari ini tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan.


Top Metro: Pemerkosaan Remaja Putri oleh Empat Orang dan Anies Ketemu Ormas

7 hari lalu

Top Metro: Pemerkosaan Remaja Putri oleh Empat Orang dan Anies Ketemu Ormas

Polres Jakarta Utara melanjutkan proses hukum terhadap kasus dugaan pemerkosaan remaja putri oleh empat orang anak.


Pilpres 2024 Diharapkan Diikuti 3 Pasang Calon untuk Cegah Polarisasi

21 hari lalu

Pilpres 2024 Diharapkan Diikuti 3 Pasang Calon untuk Cegah Polarisasi

Dengan 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024, Pangi Syarwi berharap politik identitas bisa dicegah.


Hakim Vonis 6 Pengeroyok Ade Armando dengan Hukuman 8 Bulan Penjara

28 hari lalu

Hakim Vonis 6 Pengeroyok Ade Armando dengan Hukuman 8 Bulan Penjara

Hukuman terhadap pengeroyok Ade Armando itu jauh lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 2 tahun penjara.


Kisah Pengunggah Konten Ferdy Sambo, Masril Ardi: Jangan Sampai Ada Masril-Masril Lain Lagi

29 hari lalu

Kisah Pengunggah Konten Ferdy Sambo, Masril Ardi: Jangan Sampai Ada Masril-Masril Lain Lagi

Masril Ardi, warga Pekanbaru yang mengunggah konten terkait Ferdy Sambo menceritakan kepada Tempo.co pengalamannya ditahan di Polda Metro Jaya.


Dugaan Pengeroyok Ade Armando Dipukuli dan Pisau Kuat Ma'ruf Terpopuler di Metro

29 hari lalu

Dugaan Pengeroyok Ade Armando Dipukuli dan Pisau Kuat Ma'ruf Terpopuler di Metro

Tersangka pengeroyokan Ade Armando diduga dipukuli di dalam sel serta pisau Kuat Ma'ruf, sopir Ferdy Sambo, di rekonstruksi pembunuhan Brigadir J


Kisah Masril Ardi Pengunggah Konten Ferdy Sambo: Ditangkap Polda Metro Jaya, Ditahan 28 hari, Viral dan Dibebaskan

30 hari lalu

Kisah Masril Ardi Pengunggah Konten Ferdy Sambo: Ditangkap Polda Metro Jaya, Ditahan 28 hari, Viral dan Dibebaskan

Warga Pekanbaru, Masril Ardi ditangkap dan ditahan Polda Metro Jaya 28 hari setelah mengunggah konten tentang Ferdy Sambo. Ia berkisah kepada Tempo.co


Pengeroyok Ade Armando Mengaku Dipukuli di Dalam Sel, Ini Penjelasan Rutan Salemba

30 hari lalu

Pengeroyok Ade Armando Mengaku Dipukuli di Dalam Sel, Ini Penjelasan Rutan Salemba

Kepala Rutan Salemba mengatakan semua terdakwa pengeroyok Ade Armando sampai sekarang ditempatkan di Rutan Polda Metro Jaya.


Top 3 Metro: Pengeroyok Ade Armando Minta Keringanan Hukum, Strategi Komunikasi Anies Baswedan

30 hari lalu

Top 3 Metro: Pengeroyok Ade Armando Minta Keringanan Hukum, Strategi Komunikasi Anies Baswedan

Enam terdakwa pengeroyokan Ade Armando dituntut hukuman kurungan dua tahun penjara.