Korban Salah Tembak Polisi di Sumba Barat Daya Meninggal

Reporter

Kamis, 6 Juli 2017 13:07 WIB

Ilustrasi. tribune.com.pk

TEMPO.CO, Kupang - Dominikus Malo Solo, 50 tahun, pedagang ternak asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan korban penembakan polisi dari Polsek Lewa, Polres Sumba Timur Bripda Salmun Tnunay, akhirnya meninggal pada Rabu, 5 Juli 2017. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Dominikus sempat dirawat di Rumah Sakit Waingapu.

Dominikus meninggal karena kondisi yang semakin memburuk pasca menjalani operasi bedah. "Benar, korban penembakan polisi telah meninggal dunia," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Komisaris Besar Jules Abraham Abast, Kamis, 6 Juli 2017.

Atas tindakan anggota polisi yang dianggap lalai itu, menurut Jules, pihaknya telah mengambil tindakan dengan menahan pelaku. "Kapolres telah memproses perbuatan anggota dan dilakukan penahanan," kata Jules.

Dia mengatakan polisi juga berbelasungkawa kepada keluarga korban penembakan. "Polisi bertanggung jawab atas biaya pengobatan dan pemakaman dari korban serta akan mengusut tuntas anggotanya yang bersalah tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Jules.

Menurut Jules, kejadian tersebut, bermula pada Selasa, 4 Juli 2017 sekitar pukul 03.00 Wita. Salmun bersama anggota Koramil Lewa Sertu UA melakukan patroli bersama menuju desa Kambara Wundut sekitar pukul 01.15 wita.

Saat tiba di lokasi kejadian, Bripda Salmun hendak membubarkan orang-orang yang tengah berjudidengan mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 2 kali ke udara. Ternyata salah satu tembakan justru mengenai perut korban Dominikus Malo Solo, sehingga mengalami pendarahan yang sangat parah.

Pasca penembakan tersebut, korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat, kemudian dirujuk ke RSUD Waingapu dan menjalani operasi bedah. Namun, korban terus mengalami pendarahan dan kondisinya semakin kritis hingga akhirnya meninggal.

Keponakan Dominikus, Maria Virgo Ndapa Loka, mengatakan pamannya merupakan pedagang ternak babi asal Kabupaten SBD yang datang untuk membeli babi pada Senin. Rencananya, Dominikus akan menjual lagi babi tersebut di Pasar Rada Mata Waitabula, Kabupaten SBD.

Namun saat itu, lanjut Virgo, Dominikus dan anaknya sudah sampai di Lewa pada pukul 22.00 Wita, sehingga memilih untuk menginap di lokasi yang menjadi ajang perjudian. Virgo memastikan pamannya yang menjadi korban penembakan polisi tidak ikut berjudi saat itu.

YOHANES SEO

Berita terkait

Kasus Praktik Kawin Tangkap di Sumba, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

9 September 2023

Kasus Praktik Kawin Tangkap di Sumba, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Tim penyidik Polres Sumba Barat Daya memeriksa enam orang saksi dalam kasus praktik kawin tangkap yang menimpa DM (20)

Baca Selengkapnya

Penembakan Sesama Polisi di Bogor Terjadi di Rusun Polri, Dua Anggota Jadi Tersangka

27 Juli 2023

Penembakan Sesama Polisi di Bogor Terjadi di Rusun Polri, Dua Anggota Jadi Tersangka

Mabes Polri akhirnya buka suara soal kasus penembakan sesama polisi di Rusun Polri Cikeas Bogor. Dua anggota Polri ditangkap.

Baca Selengkapnya

Menyesap Susu Kacang Mete Khas Sumba

27 Mei 2023

Menyesap Susu Kacang Mete Khas Sumba

Di Kabupaten Sumba Barat Daya, pengelola kafe mengajari petani cara merawat jambu mete dan memanennya yang diolah menjadi susu kacang meter.

Baca Selengkapnya

Menyusuri Oba Kami, Pasar Kerbau di Tana Humba

27 Mei 2023

Menyusuri Oba Kami, Pasar Kerbau di Tana Humba

Di Sumba, status sosial bisa dilihat dari jumlah kerbau yang diberikan kepada keluarga perempuan sebagai simbol kesakralan hubungan.

Baca Selengkapnya

Beredar Video Kapolda Metro Jaya Kasih Support ke Kadiv Propam Polri, Fadil Imran: Adik Saya

14 Juli 2022

Beredar Video Kapolda Metro Jaya Kasih Support ke Kadiv Propam Polri, Fadil Imran: Adik Saya

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mendatangi Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Mabes Polri untuk memberikan dukungan dalam kasus penembakan.

Baca Selengkapnya

Profil Seno Sukarto, Eks Jenderal dan Ketua RT di Rumah Kadiv Propam

14 Juli 2022

Profil Seno Sukarto, Eks Jenderal dan Ketua RT di Rumah Kadiv Propam

Seno Sukarto kesal lantaran polisi tidak berkomunikasi dengannya saat memeriksa kasus penembakan di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo

Baca Selengkapnya

Kronologi Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam Polri, Ini Penjelasan Kapolres Metro Jaksel

12 Juli 2022

Kronologi Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam Polri, Ini Penjelasan Kapolres Metro Jaksel

Polisi juga mengirimkan tim psikologi untuk memberikan terapi psikologi terhadap orang yang ada di TKP, termasuk istri Kadiv Propam Polri.

Baca Selengkapnya

Penembakan Polisi di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Polres Metro Jakarta Selatan Periksa Barang Bukti

12 Juli 2022

Penembakan Polisi di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Polres Metro Jakarta Selatan Periksa Barang Bukti

Barang bukti yang ditemukan di TKP penembakan polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu akan dibawa ke laboratorium forensik.

Baca Selengkapnya

Usulan Sumba Jadi Provinsi, ini Destinasi Wisata Unggulan

5 Maret 2022

Usulan Sumba Jadi Provinsi, ini Destinasi Wisata Unggulan

Ikatan Keluarga Besar Sumba mendeklarasikan usulan pembentukan Provinsi Sumba di masa mendatang. Apa saja destinasi wisata unggulan daerah ini?

Baca Selengkapnya

Catatan Akhir Tahun, Komnas HAM Soroti Kasus di Tamilouw dan Maybrat

28 Desember 2021

Catatan Akhir Tahun, Komnas HAM Soroti Kasus di Tamilouw dan Maybrat

Komnas HAM saat ini memprioritaskan agar para pengungsi bisa kembali ke desa mereka di Maybrat.

Baca Selengkapnya