Pemerintah Tolak RUU Pertembakauan, Menkes: Pesan Presiden Jelas

Reporter

Selasa, 21 Maret 2017 17:26 WIB

Ilustrasi Tembakau. Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek mengatakan pemerintah menolak membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang diusulkan DPR. Penolakan itu untuk menjaga generasi muda menjadi lebih baik. Penolakan juga didasarkan pada poin kelima Nawa Cita, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

"Presiden kan jelas pesannya, jangan beli rokok.” Perokok dinilai kerap mengabaikan kebutuhan yang lebih penting. Seperti membeli rokok, tapi keperluan makanan untuk anak tidak dibeli," ujar Menteri Nila saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.

Baca:
Komite Pengendalian Tembakau: Stop Bahas RUU ...
Komnas PT: Penolakan RUU Pertembakauan ...

Sebelumnya, dalam rapat kabinet terbatas membahas pertembakauan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa belanja rokok menempati peringkat kedua dalam konsumsi rumah tangga keluarga miskin.

Presiden Jokowi menyebutkan dana yang dikeluarkan keluarga miskin untuk konsumsi produk tembakau mencapai 3,2 kali lebih besar dari pengeluaran untuk belanja telur dan susu. "Juga 4,2 kali lebih besar dari pengeluaran untuk beli daging, 4,4 kali lebih besar dari pengeluaran untuk biaya pendidikan dan 3,3 kali lebih besar dari biaya kesehatan," kata Presiden.

Meski menolak pembahasan RUU Pertembakauan, Nila melanjutkan, pemerintah juga tetap berkeinginan agar nasib petani tembakau tetap diperhatikan. "Petani tembakaunya tentu harus dicarikan solusi, artinya tidak dimatikan," kata Nila.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mengutus Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk menyampaikan sikap pemerintah tersebut kepada DPR RI. "Presiden mengutus Menteri Perdagangan ke DPR soal sikap pemerintah atas RUU Pertembakauan," kata Nila.

Baca juga:
Nama Syahrini Disebut Handang Soekarno dalam Sidang Suap Pajak
Suami-Istri Pembuat Vaksin Palsu Divonis Hukuman 9 dan 8 Tahun


Menteri Perdagangan Enggartiasto menemui DPR, hari ini Selasa, 21 Maret 2017 sebab tenggat waktu untuk menyampaikan sikap pemerintah adalah 19 Maret. "Saya kira sudah sama Pak Enggar. Beliau yang diutus ke sana, surat (dikeluarkan dan dibawa) dari Mensesneg," kata Nila.


AMIRULLAH SUHADA

Berita terkait

Polres Jayapura Tangkap Ceria yang Jual Sabu di Diaper MamyPoko

6 hari lalu

Polres Jayapura Tangkap Ceria yang Jual Sabu di Diaper MamyPoko

Polisi menangkap perempuan berinisial SJ alias Ceria, 43 tahun, karena menjual narkotika jenis sabu.

Baca Selengkapnya

Operator Kereta Deutsche Bahn di Jerman Akan Melarang Merokok Ganja di Area Stasiun

11 hari lalu

Operator Kereta Deutsche Bahn di Jerman Akan Melarang Merokok Ganja di Area Stasiun

Operator kereta di Jerman Deutsche Bahn (DB) mengumumkan melarang merokok ganja di area-area stasiun per 1 Juni 2024.

Baca Selengkapnya

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

13 hari lalu

Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

Pakta Konsumen Nasional meminta pemerintah untuk memenuhi hak konsumen tembakau di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Tersinggung Tak Diberi Utang, Pemuda di Kembangan Bakar Warung Rokok

26 hari lalu

Tersinggung Tak Diberi Utang, Pemuda di Kembangan Bakar Warung Rokok

Tersinggung tak boleh utang rokok, pelaku membakar warung dengan melempar botol bensin dan tisu yang telah dibakar.

Baca Selengkapnya

Pria di Medan Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Kesal Diomeli karena Minta Uang Rokok

29 hari lalu

Pria di Medan Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Kesal Diomeli karena Minta Uang Rokok

Wem Pratama, 33 tahun, warga Jalan Tuba 3, Kota Medan, membunuh ibu kandungnya, Megawati, 55 tahun dengan memukul dan menggorok leher.

Baca Selengkapnya

Harta Kekayaan Megawati, SBY, dan Jokowi Saat Akhir Menjabat Presiden RI, Siapa Paling Tajir?

34 hari lalu

Harta Kekayaan Megawati, SBY, dan Jokowi Saat Akhir Menjabat Presiden RI, Siapa Paling Tajir?

Harta kekayaan Jokowi Rp 95,8 miliar selama menjabat. Bandingkan dengan harta kekayaan presiden sebelumnya, Megawati dan SBY. Ini paling tajir.

Baca Selengkapnya

Spesialis Jantung: Hasil Pemeriksaan Medis Baik Tak Jamin Perokok Sehat

40 hari lalu

Spesialis Jantung: Hasil Pemeriksaan Medis Baik Tak Jamin Perokok Sehat

Hasil pemeriksaan medis yang baik tak menjamin perokok sehat. Untuk memastikan kesehatan perokok satu-satunya jalan adalah total berhenti merokok.

Baca Selengkapnya

Selandia Baru Larang Rokok Elektrik Sekali Pakai

44 hari lalu

Selandia Baru Larang Rokok Elektrik Sekali Pakai

Selandia Baru akan akan melarang penjualan rokok elektrik sekali pakai untuk menurunkan angka perokok usia muda.

Baca Selengkapnya

Astra Gandeng Raline Shah Sebagai Juri Tamu di 15th SATU Indonesia Awards 2024

50 hari lalu

Astra Gandeng Raline Shah Sebagai Juri Tamu di 15th SATU Indonesia Awards 2024

Pendaftaran SATU Indonesia Awards dibuka mulai 4 Maret - 4 Agustus 2024.

Baca Selengkapnya

Soal Lobi ke Istana, Bos Perusahaan Rokok Sebut Penyampaian Pendapat sesuai Aturan

55 hari lalu

Soal Lobi ke Istana, Bos Perusahaan Rokok Sebut Penyampaian Pendapat sesuai Aturan

Faisal Basri menyatakan perusahaan rokok memiliki lobi-lobi yang kuat di lingkungan Istana dan pembuat undang-undang.

Baca Selengkapnya