Korban Kabut Asap di Jambi Tuntut Berobat Gratis  

Reporter

Kamis, 15 Oktober 2015 14:24 WIB

Pengemudi menerobos asap kabut dari kebakaran hutan yang menyelimuti kota Jambi, 5 September 2015. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh pembukaan lahan ilegal di pulau-pulau Sumatra dan Kalimantan Indonesia telah mengganggu aktivitas warga. AP

TEMPO.CO, Jambi - Warga Jambi yang menamakan dari Koalisi Jambi Melawan Asap meminta pemerintah daerah dan pusat memberikan pelayanan gratis kepada warga setempat yang sakit akibat dampak kabut asap.

Koalisi itu merupakan gabungan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat, antara lain Perkumpulan Hijau, Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Aliansi Gerakan Reforma Agraria, dan Beranda Perempuan, serta aktivis mahasiswa Jambi. Koalisi itu menilai dampak kabut asap menyebabkan ratusan ribu warga Provinsi Jambi mengidap berbagai penyakit, misalnya infeksi saluran pernapasan akut dan batuk. Sedangkan dampak jangka panjangnya bisa terserang kanker paru.



"Kami menilai pemerintah daerah dan pusat belum melakukan tindakan maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan serta mengatasi kabut asap yang terjadi," kata koordinator lapangan Koalisi Jambi Melawan Asap, Ade Achmad, Kamis, 15 Oktober 2015.

Para pengunjuk rasa berjumlah sekitar seratus orang itu awalnya berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jambi. Namun, karena tidak satu pun pejabat yang menanggapi aksi itu, mereka lantas melanjutkan aksi di depan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Ketua Perkumpulan Hijau Jambi Ferry Irawan berujar, pemerintah seharusnya membuat posko pelayanan kesehatan gratis. "Kami mendesak pemerintah lebih tanggap dan serius mengatasi ini," ucapnya.

Pengunjuk rasa meminta pemerintah mencabut izin perusahaan penyebab asap serta mengembalikan fungsi gambut dan hutan yang dirusak. Koalisi juga menuntut perusahaan penyebab asap memberikan kompensasi kepada warga terdampak dan memperbaiki ekosistem yang mereka rusak. Selain itu, mereka meminta penegak hukum transparansi dalam upaya penegakan hukum terhadap perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, penderita ISPA akibat kabut asap hingga pekan pertama Oktober 2015 sebanyak 80 ribu jiwa lebih dan terus mengalami peningkatan drastis.

Titik panas berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua hingga September 2015 sebanyak 3.169 titik yang tersebar di lahan milik 17 perusahaan hutan tanaman industri dan 40 perusahaan perkebunan sawit.

Data Warsi mencatat, sekurangnya 40 ribu hektare hutan dan lahan yang sudah terbakar di daerah ini tersebar dengan luasan alam kawasan gambut seluas 33.745 hektare, sehingga ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 19 miliar lebih.

Pengunjuk rasa juga menyesali dengan adanya kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo yang memberi jaminan untuk mempermudah masuknya investasi, khususnya memberi akses izin pembukaan lahan baru dan memperpanjang izin perusahaan perkebunan lama, dengan dalih pembangunan di sektor ekonomi.

"Kebijakan ini dipastikan dapat menambah angka kehilangan akses atas tanah bagi masyarakat di pedesaan serta semakin memperluas dan mempercepat siklus bencana asap ke depan," ujar Ferry.

SYAIPUL BAKHORI

Berita terkait

Malaysia Batalkan RUU Polusi Asap Lintas Batas, Pilih Diplomasi dengan Indonesia

7 November 2023

Malaysia Batalkan RUU Polusi Asap Lintas Batas, Pilih Diplomasi dengan Indonesia

Malaysia membatalkan rencana usulan rancangan undang-undang polusi asap lintas batas.

Baca Selengkapnya

Palangka Raya Perpanjang PJJ Dampak Kabut Asap, Bagaimana Nasib Siswa Ikuti ANBK?

9 Oktober 2023

Palangka Raya Perpanjang PJJ Dampak Kabut Asap, Bagaimana Nasib Siswa Ikuti ANBK?

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap.

Baca Selengkapnya

Greenpeace Nilai Penegakan Hukum Karhutla Lemah: Sudah Divonis, Belum Bayar Denda

7 Oktober 2023

Greenpeace Nilai Penegakan Hukum Karhutla Lemah: Sudah Divonis, Belum Bayar Denda

Dia mengatakan, ketiga negara saling terkait dalam penanggulangan karhutla tak hanya karena lokasinya berdekatan.

Baca Selengkapnya

Greenpeace Bantah Klaim Menteri KLHK Tak Ada Asap Karhutla Lintas Batas ke Malaysia

7 Oktober 2023

Greenpeace Bantah Klaim Menteri KLHK Tak Ada Asap Karhutla Lintas Batas ke Malaysia

Asap karhutla, kata dia, sampai ke negara tetangga ketika karhutla sedang mencapai puncaknya.

Baca Selengkapnya

Kabut Asap Masih Pekat, Masa Belajar Daring di Kota Jambi Diperpanjang

5 Oktober 2023

Kabut Asap Masih Pekat, Masa Belajar Daring di Kota Jambi Diperpanjang

Kondisi kabut asap itu dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan siswa.

Baca Selengkapnya

Asap Tebal Kebakaran Hutan, Siswa PAUD hingga SMP di Jambi Belajar dari Rumah Mulai Hari Ini

2 Oktober 2023

Asap Tebal Kebakaran Hutan, Siswa PAUD hingga SMP di Jambi Belajar dari Rumah Mulai Hari Ini

Hal itu dilakukan lantaran kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti daerah tersebut.

Baca Selengkapnya

Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan, Palangka Raya Pangkas Waktu Belajar di Sekolah

28 September 2023

Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan, Palangka Raya Pangkas Waktu Belajar di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengundurkan jam masuk sekolah bagi peserta didik karena dikepung asap.

Baca Selengkapnya

Jembatan Gentala Arasy Destinasi Wisata Jambi yang Wajib Dikunjungi, Ini Keunikannya

17 September 2023

Jembatan Gentala Arasy Destinasi Wisata Jambi yang Wajib Dikunjungi, Ini Keunikannya

Saat ke Kota Jambi, terdapat salah satu jembatan wajib dikunjungi sebagai destinasi wisata yang bernama Jembatan Gentala Arasy. Ini istmewanya.

Baca Selengkapnya

Karhutla Masih Landa Riau, Manggala Agni dan TNI Lanjutkan Pemadaman

29 Agustus 2023

Karhutla Masih Landa Riau, Manggala Agni dan TNI Lanjutkan Pemadaman

Manggala Agni dan TNI masih melanjutkan pemadaman kebakaran lahan dan hutan atau karhutla di Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar, Riau, yang meluas.

Baca Selengkapnya

Kebakaran Hutan di Kalimantan Meningkat, Walhi Sebut Pemerintah Tak Serius Mengatasinya

20 Agustus 2023

Kebakaran Hutan di Kalimantan Meningkat, Walhi Sebut Pemerintah Tak Serius Mengatasinya

Walhi menyebut kebakaran hutan di Kalimantan yang terus terulang karena pemerintah tidak serius mengurus Sumber Daya Alam (SDA).

Baca Selengkapnya