4 Tahanan Anak yang Kabur dari LP Blitar Ditangkap

Reporter

Jumat, 15 Mei 2015 18:44 WIB

Ilustrasi. gizmodo.com

TEMPO.CO, Blitar - Petugas keamanan Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II Blitar menangkap empat narapidana yang kabur. Mereka lolos dari penjagaan petugas setelah membengkokkan jeruji besi ruang tahanan.

"Keempat narapidana ini diketahui tidak berada di ruang tahanan mereka pada Kamis dinihari," kata Kepala LP Anak Blitar Imam Setiya Gunawan, Jumat, 15 Mei 2015.

Petugas memastikan keempatnya kabur setelah mengetahui jeruji besi jendela ruang tahanan bengkok. Jendela tersebut menghubungkan langsung ruang tahanan dengan area luar.

Menurut Imam, keempat anak itu ditangkap kembali di tempat berbeda. Rata-rata mereka bersembunyi di lingkungan tak jauh dari orang tua dan kerabat di wilayah Blitar. Narapidana terakhir ditangkap seusai salat Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Petugas kami sempat kejar-kejaran dengan tahanan ini,” kata Imam kepada Tempo, Jumat, 15 Mei 2015.

Meski seluruh tahanan telah kembali, tidak semuanya ditangkap dalam pengejaran. RF, salah satu narapidana yang kabur, memutuskan kembali ke LP dengan diantar orang tuanya pada Kamis, 14 Mei 2015, pukul 10.00 WIB. Dia bahkan belum genap setengah hari berada di rumah sebelum dibujuk orang tuanya untuk kembali ke LP.

Sedangkan tiga narapidana lain harus dijemput paksa oleh petugas di tempat persembunyian masing-masing. Menurut Imam, penangkapan para tahanan yang masih berusia 16 tahun ini tidak terlalu sulit. Mereka tidak berpikir melarikan diri ke luar kota seperti narapidana dewasa. Karena itu, petugas langsung menyanggong di rumah kerabat dan orang tua mereka begitu mengetahui pelarian mereka.

Tiga tahanan tersebut dijemput dari rumah kerabat masing-masing berturut-turut antara pukul 10.00 dan 14.00 WIB. Beruntung, keluarga mereka bersikap kooperatif kepada petugas dan tak berniat membantu pelarian itu.

Dari hasil pemeriksaan kepada mereka, diketahui bahwa ide melarikan diri itu berasal dari dua narapidana. Satu di antaranya memang dikenal memiliki tabiat bandel. Sedangkan dua tahanan lain hanya ikut-ikutan.

Imam juga mengakui kaburnya para tahanan ini tak lepas dari ketelodoran pegawainya. Meski petugasnya tak memiliki banyak tahanan yang harus dijaga, area LP yang luas tetap tak sebanding dengan jumlah personel keamanan yang ada. “Ke depan, kami akan terapkan sistem penjagaan piket,” katanya.

Daya tampung LP Anak Kelas II Blitar sendiri cukup banyak, yakni mencapai 400 orang. Saat ini jumlah tahanan yang mendekam di tempat itu hanya 123 anak.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Blitar Kota Komisaris Hendrik Purwoko mengatakan keempat narapidana ini baru menghuni LP anak tersebut antara 5 dan 7 bulan lalu karena terjerat kasus asusila. Pengadilan Negeri Blitar menjatuhkan vonis hukuman untuk keempat remaja itu masing-masing dua tahun penjara.

HARI TRI WASONO

Berita terkait

Wajah Satu Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur Lebam, Ini Penjelasan Polisi

26 Februari 2024

Wajah Satu Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur Lebam, Ini Penjelasan Polisi

Satu tahanan Polsek Tanah Abang yang ditangkap kembali oleh Polres Jakarta Pusat usai kabur memiliki luka lebam di wajah

Baca Selengkapnya

Polres Jakpus Tangkap Lagi Tiga Tahanan yang Kabur dari Sel Polsek Tanah Abang

26 Februari 2024

Polres Jakpus Tangkap Lagi Tiga Tahanan yang Kabur dari Sel Polsek Tanah Abang

Dari 16 tahanan Polsek Tanah Abang yang kabur, masih ada tiga orang yang belum ditangkap

Baca Selengkapnya

Posisi Baru dan Pengganti Kapolsek Tanah Abang serta Wakilnya yang Dicopot Buntut Tahanan Kabur

25 Februari 2024

Posisi Baru dan Pengganti Kapolsek Tanah Abang serta Wakilnya yang Dicopot Buntut Tahanan Kabur

Polres Jakarta Pusat membenarkan pencopotan Kapolsek Tanah Abang dan Wakapolsek buntut 16 tahanan kabur

Baca Selengkapnya

Kapolda Copot Kapolsek Tanah Abang Imbas 16 Tahanan Kabur

25 Februari 2024

Kapolda Copot Kapolsek Tanah Abang Imbas 16 Tahanan Kabur

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mencopot Kapolsek Tanah Abang Komisaris Hans Philip Samosir dari jabatannya imbas insiden 16 tahanan kabur

Baca Selengkapnya

16 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, Pengamat Kepolisian: Polisi Penjaga Sel Jangan Asal Comot

23 Februari 2024

16 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, Pengamat Kepolisian: Polisi Penjaga Sel Jangan Asal Comot

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto selama ini polisi penjaga sel tahanan asal comot. Ia mengungkap setumpuk masalah sel tahanan polisi.

Baca Selengkapnya

Nyanyian para Tahanan dan Kerja Sama Tiga Pekan di Balik Aksi Kabur dari Sel Polsek Tanah Abang

23 Februari 2024

Nyanyian para Tahanan dan Kerja Sama Tiga Pekan di Balik Aksi Kabur dari Sel Polsek Tanah Abang

Selama tiga pekan 16 tahanan bekerja sama mengelabui petugas untuk bisa kabur dari sel Polsek Tanah Abang

Baca Selengkapnya

16 Tahanan Kabur dari Sel, Sepuluh Anggota Polsek Tanah Abang Disanksi

22 Februari 2024

16 Tahanan Kabur dari Sel, Sepuluh Anggota Polsek Tanah Abang Disanksi

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Karyoto menjatuhkan sanksi terhadap sepuluh personel Polsek Tanah Abang imbas peristiwa 16 tahanan kabur

Baca Selengkapnya

16 Tahanan Kabur dari Sel Polsek Tanah Abang karena Istri Saripudin alias Komeng Selundupkan Gergaji

22 Februari 2024

16 Tahanan Kabur dari Sel Polsek Tanah Abang karena Istri Saripudin alias Komeng Selundupkan Gergaji

Kapolres Jakarta Pusat menjelaskan penyebab 16 tahanan kabur dari sel Polsek Tanah Abang

Baca Selengkapnya

Imbas 16 Tahanan Kabur, 10 Petugas Polsek Tanah Abang Diperiksa Propam

22 Februari 2024

Imbas 16 Tahanan Kabur, 10 Petugas Polsek Tanah Abang Diperiksa Propam

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap 2 dari 16 tahanan kabur dari ruang sel tahanan Polsek Tanah Abang.

Baca Selengkapnya

2 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang Tertangkap, Warga Heran Ada Sekelompok Orang Berlarian Dini Hari

19 Februari 2024

2 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang Tertangkap, Warga Heran Ada Sekelompok Orang Berlarian Dini Hari

Polisi telah membentuk tim khusus untuk memburu 14 tahanan kabur dari Polsek Tanah Abang itu.

Baca Selengkapnya