Menteri Kabinet Jokowi Dikecam Abai Isu HAM  

Reporter

Kamis, 4 Desember 2014 16:30 WIB

Sejumlah mahasiswa dan pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan aksi damai keprihatinan kasus kekerasan Bima di Bunderan HI, Jakarta, Sabtu malam (24/12). ANTARA/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Ferry Kusuma menilai Presiden Joko Widodo mengabaikan rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia ketika memilih menteri. Akibatnya, ada beberapa menteri menghambat penegakan HAM.

Salah satu yang dianggap Ferry menghambat penegakan HAM adalah pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Prdjianto. Baru-baru ini Tedjo mengeluarkan pernyataan yang dianggap kontroversial. Berikut ini pernyataan Tedjo pada awal Desember: "Yang lalu, kan, sudah. Rekonsiliasi ini kita lanjutkan. Jangan mundur lagi ke belakang. Negara perlu makmur ke depan, bukan hanya mencari salah di sana-sini. Ayo perbaiki bangsa ke depan." (Lihat: Jokowi Mau Bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc, Komnas HAM: Ini Yang Kami Tunggu)

Ferry menilai pernyataan Tedjo mengisyaratkan keengganan pemerintah yang memandang sebelah mata pada pelanggaran HAM masa lalu. "Pernyataan Menkopolhukam merupakan kecelakaan sejarah bagi rezim pemerintahan Jokowi," katanya di kantor Kontras, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Desember 2014. Ferry meminta Tedjo mencabut pernyataannya dan meminta maaf. "Pernyataan itu seperti pisau belati yang menusuk jantung kami."

Desakan Kontras ini didukung oleh gabungan keluarga korban pelanggaran HAM. Di antaranya Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan, Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 65, Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru, Komunitas Korban Pelanggaran HAM Aceh Utara, Solidaritas Persaudaraan Korban Pelanggaran HAM Aceh, Awak Mantan Tahanan Politik Aceh, Keluarga Ureng Gadoh Aceh, dan Komunitas korban Jamboe Keupok Aceh Selatan. (Baca: Kontras Belum Percaya Jokowi Mau membentuk Pengadilan HAM)

PAMELA SARNIA

Berita terkait

Respons Istana atas Wacana Presidential Club dari Jubir Prabowo

11 menit lalu

Respons Istana atas Wacana Presidential Club dari Jubir Prabowo

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menanggapi wacana pembentukan presidential club yang disampaikan juru bicara Prabowo

Baca Selengkapnya

PSI Sebut Nama Jokowi Jadi Rebutan usai Tak Dianggap PDIP

39 menit lalu

PSI Sebut Nama Jokowi Jadi Rebutan usai Tak Dianggap PDIP

Ketua DPP PSI, Andre Vincent Wenas, mengatakan nama Presiden Jokowi menjadi rebutan di luar PDIP. PSI pun mengklaim partainya adalah partai Jokowi.

Baca Selengkapnya

Kata Pengamat soal Keinginan Prabowo Bentuk Presidential Club: Kalo Tidak Perlu, Jangan

1 jam lalu

Kata Pengamat soal Keinginan Prabowo Bentuk Presidential Club: Kalo Tidak Perlu, Jangan

Menurut Ujang Komarudin, pembentukan Presidential Club oleh Prabowo Subianto harus dilihat berdasarkan kebutuhan.

Baca Selengkapnya

Terkini: Jokowi Dorong Penghiliran Industri Jagung, Uni Eropa Jajaki Peluang Investasi IKN

3 jam lalu

Terkini: Jokowi Dorong Penghiliran Industri Jagung, Uni Eropa Jajaki Peluang Investasi IKN

Terkini: Presiden Jokowi dorong penghiliran industri jagung, Uni Eropa jajaki peluang investasi di IKN.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi Beri Semangat Timnas Indonesia U-23 untuk Kejar Tiket Olimpiade Paris 2024 Usai Dikalahkan Irak

4 jam lalu

Presiden Jokowi Beri Semangat Timnas Indonesia U-23 untuk Kejar Tiket Olimpiade Paris 2024 Usai Dikalahkan Irak

Setelah kalah melawan Irak, timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Guinea di laga playoff untuk mengejar tiket berlaga di Olimpiade Paris 2024.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi: Pencapaian Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024 Layak Diapresiasi

4 jam lalu

Presiden Jokowi: Pencapaian Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024 Layak Diapresiasi

Presiden Jokowi menilai pencapaian Timnas U-23 Indonesia yang mencapai semifinal di Piala Asia U-23 2024 layak diapresiasi.

Baca Selengkapnya

Bahlil Janji Percepat Investasi untuk Swasembada Gula dan Bioetanol

5 jam lalu

Bahlil Janji Percepat Investasi untuk Swasembada Gula dan Bioetanol

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan akan mempercepat investasi untuk percepatan swasembada gula dan bioetanol.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Pria Sobek Tas Hermes di Depan Petugas Bea Cukai, BTN Didemo karena Uang Nasabah Hilang

8 jam lalu

Terpopuler: Pria Sobek Tas Hermes di Depan Petugas Bea Cukai, BTN Didemo karena Uang Nasabah Hilang

Terpopuler bisnis: Pria menyobek tas Hermes di depan petugas Bea Cukai karena karena diminta bayar Rp 26 juta, BTN didemo nasabah.

Baca Selengkapnya

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi untuk Stabilkan Harga Jagung

10 jam lalu

Presiden Jokowi Dorong Hilirisasi untuk Stabilkan Harga Jagung

Harga Jagung di tingkat petani anjlok saat panen raya. Presiden Jokowi mendorong hilirisasi untuk menstabilkan harga.

Baca Selengkapnya

Diperpanjang hingga 2061, Ini Kronologi Kontrak Freeport di Indonesia

20 jam lalu

Diperpanjang hingga 2061, Ini Kronologi Kontrak Freeport di Indonesia

Pemerintah memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia hingga 2061 setelah kontrak mereka berakhir pada 2041 dengan kompensasi penambahan saham 61%

Baca Selengkapnya