PBHI Jawa Barat Ungkap Kronologi Kericuhan di Dago Elos

Selasa, 15 Agustus 2023 17:25 WIB

Aparat Kepolisian saat teribat bentrok dengan warga Dago Elos. FOTO/twitter

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga Dago Elos terlibat bentrok dengan polisi saat mereka memblokade Jalan Ir H Juanda atau Jalan Dago pada Senin malam 14 Agustus 2023. Blokade ini dilakukan setelah polisi menolak laporan soal sengketa lahan.

Menurut kronologi yang diceritakan oleh Deti Sopandi selaku Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, Jawa Barat, warga Dago Elos mendatangi markas Polrestabes beramai-ramai, guna melaporkan dugaan atas, pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh lawan sengketanya, saat, Senin, 14 Agustus 2023.

Deti menyebut keempat orang pelapor tersebut mewakili warga. Mereka terdiri dari tiga perempuan dengan satu laki-laki, dan didampingi oleh tujuh tim kuasa hukum. Selanjutnya keempat orang tersebut ditemui oleh Kasat Reskim, Kanit Reskim Ekonomi dan beberapa anggota kepolisian di aula Polrestabes bandung. Mereka membawa bukti sejumlah dokumen dan saksi dari pihak warga.

"Namun setelah menunggu lama, sewaktu pukul 19.30 WIB, laporan mereka ternyata ditolak aparat kepolisian, karena harus memiliki SHM, yaitu Sertifikat Hak Milik," katanya dalam konferensi pers secara daring: penyikapan terhadap lima warga Dago Elos dan satu anggota PBHI Jawa Barat yang ditahan, Selasa 15 Agustus 2023.

Padahal, kata dia, saat pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, saksi telah menyampaikan, bahwa warga setempat masih membayar PBB dari tahun 1990-an sampai 2022 dan mendapatkan tanah dengan membeli.

Sampai malam hari, lewat Kasatreskrim Polrestabes Bandung tidak dapat membuatkan laporan polisi, lantaran warga Dago dianggap belum memenuhi syarat laporan, yang dibutuhkan atau belum memiliki cukup banyak bukti.

Warga yang merasa kecewa, karena tuntutan yang tidak diterima selama dua kali, kemudian pulang, Tak lama setelah itu, mereka berdatangan sembari menggunakan spanduk bertuliskan "Kita Belum Merdeka", "Dago Melawan", dan "Tanah untuk Rakyat".

Advertising
Advertising

Lalu memblokir Jalan Dago sebagai luapan kekecewaan, aksi blokir jalan kemudian berujung ricuh menjelang tengah malam. "Sekitar pukul 20.00 WIB, aparat mulai melakan tindakan represif, seraya membubarkan para pendemo," ucapnya.

Massa tetap berusaha melawan ketika polisi hendak membubarkan aksi, hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata. Video-video tindakan represif aparat keamanan pun menyebar di media sosial.

Aktivis LBH Bandung Heri Prawono menyesalkan langkah polisi yang membubarkan aksi tersebut dengan menggunakan gas air mata. Padahal, kata dia, saat itu sudah ada negosiasi warga dengan pihak kepolisian untuk kembali membuat laporan ke kepolisian.

"Sebelumnya warga telah menyepakati dan mengikuti yang ditawarkan pihak kepolisian untuk bisa melakukan pelaporan lagi. Namun pada akhirnya kepolisian yang mengawali provokasi dengan penembakan gas air mata, membuat warga semakin panik dan marah," kata Heri.

Ia juga menyebut penahanan anggota PBHI Jawa Barat menjadi alarm bahaya untuk pengacara publik maupun pembela Hak Asasi Manusia. Pasalnya, kata dia, mereka masih rentan terhadap diskriminalisasi dan kriminalisasi.

FATURAHMAN SOPIAN

Pilihan Editor: Tolak Penggusuran, Warga Dago Elos Geruduk Kantor ATR/BPN Bandung

Berita terkait

Duta Besar Masaki Yasushi Beri Penghargaan kepada Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang

3 hari lalu

Duta Besar Masaki Yasushi Beri Penghargaan kepada Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang

Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA) Jawa Barat telah berkontribusi mempromosikan hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.

Baca Selengkapnya

Rumah Dinas Wali Kota Bandung Dijadikan Objek Wisata Akhir Pekan

5 hari lalu

Rumah Dinas Wali Kota Bandung Dijadikan Objek Wisata Akhir Pekan

Masyarakat atau wisatawan bisa mengunjungi Pendopo untuk wisata sejarah Kota Bandung, dibatasi 100 orang per hari.

Baca Selengkapnya

Potensi Gempa Sesar Lembang, Peneliti BRIN Sebut Tingkat Ancaman Besar Karena Dangkal

6 hari lalu

Potensi Gempa Sesar Lembang, Peneliti BRIN Sebut Tingkat Ancaman Besar Karena Dangkal

Sampai kedalaman 4,5 meter tanah ditemukan empat kejadian gempa yang berkaitan dengan Sesar Lembang

Baca Selengkapnya

Rekomendasi Tempat Wisata Baru di Bandung untuk Libur Long Weekend

9 hari lalu

Rekomendasi Tempat Wisata Baru di Bandung untuk Libur Long Weekend

Selalu ada tempat-tempat baru yang bermunculan di Bandung untuk memberikan pengalaman baru bagi pelancong.

Baca Selengkapnya

Kata Pengguna Layanan Starlink: Harga Lebih Irit, tapi Tak Cocok di Perkotaan, Kenapa?

10 hari lalu

Kata Pengguna Layanan Starlink: Harga Lebih Irit, tapi Tak Cocok di Perkotaan, Kenapa?

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan layanan koneksi Starlink lebih dibutuhkan di daerah yang terisolir dan minim jaringan internet.

Baca Selengkapnya

Cuti Bersama Akhir Pekan, PT KAI Sediakan KA Lodaya Tambahan dari Bandung

10 hari lalu

Cuti Bersama Akhir Pekan, PT KAI Sediakan KA Lodaya Tambahan dari Bandung

Pemerintah menetapkan cuti bersama pada Jumat, 10 Mei 2024, menyusul libur perayaan Kenaikan Isa Almasih pada, Kamis, 9 Mei 2025.

Baca Selengkapnya

Cerita Pemuda Asal Bandung Gunakan Starlink: Unlimited dan Lebih Stabil

11 hari lalu

Cerita Pemuda Asal Bandung Gunakan Starlink: Unlimited dan Lebih Stabil

Melalui situs resminya, Starlink mematok harga layanan internet sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Baca Selengkapnya

5 Hotel Strategis Dekat Lokasi Konser Sheila On 7 di Bandung, Bisa Ditempuh Jalan Kaki

12 hari lalu

5 Hotel Strategis Dekat Lokasi Konser Sheila On 7 di Bandung, Bisa Ditempuh Jalan Kaki

Temukan lima hotel terdekat dari Stadion Siliwangi, Bandung, lokasi konser Sheila on 7. Mulai dari hotel bintang 4 hingga bintang 2, semua berjarak kurang dari satu kilometer dari stadion.

Baca Selengkapnya

The Papandayan Bandung Merayakan Ulang Tahun ke-34 dengan Penawaran Spesial

13 hari lalu

The Papandayan Bandung Merayakan Ulang Tahun ke-34 dengan Penawaran Spesial

Wujud apresiasi bagi para tamu dan masyarakat yang telah berbagi pengalaman berkesan dengan The Papandayan selama 34 tahun.

Baca Selengkapnya

Wisuda Telkom University Bandung Kini Libatkan Penerjemah Berbahasa Isyarat

13 hari lalu

Wisuda Telkom University Bandung Kini Libatkan Penerjemah Berbahasa Isyarat

Disebutkan, banyak mahasiswa Telkom University Bandung adalah teman-teman disabilitas. Inklusi diklaim jadi fondasi utama.

Baca Selengkapnya