Untuk Republik, Sultan HB IX Sumbang 6,5 Juta Gulden

Reporter

Selasa, 18 Agustus 2015 18:39 WIB

Sri Sultan Hamengkubuwono IX. dok TEMPO/Herry Komar

TEMPO.CO, Yogyakarta - Banyak kalangan menilai rekam jejak Sultan Hamengku Buwono (HB) IX sebagai seorang pemimpin sekaligus Raja Keraton Yogyakarta menjadi suri teladan yang tak lekang oleh zaman.

HB IX dalam kiprahnya, pada baik era Sukarno maupun Soeharto, memiliki ciri kepemimpinannya sendiri. Pada era Sukarno, Sultan dianggap banyak berperan dalam berdiri tegaknya republik yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya. Meski kemudian pada era Soeharto peran HB IX kian dikerdilkan, termasuk saat peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Putra HB IX, Gusti Bendara Pangeran Hario Prabukusumo, menuturkan teladan Sultan yang masih diingat keluarga adalah semangat pengabdiannya secara sukarela kepada republik pada masa awal terbentuk. Kala kas negara kosong setelah proklamasi kemerdekaan, HB IX berinisiatif menyumbang sebagian kekayaan yang dimiliki keraton untuk kas negara sekitar 6,5 juta gulden.

“Kalau HB IX anaknya cuma satu, enggak masalah, tetep sugih (tetap kaya) meski menyumbang,” ujar Prabu dalam diskusi Edisi Khusus Majalah Tempo “Teladan Sultan HB IX” di Hotel Sheraton, Yogyakarta, Selasa, 18 Agustus 2015.

Selain Prabukusumo, diskusi yang dipandu Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Budi Setyarso ini menghadirkan guru besar sejarah Universitas Gadjah Mada Suhartono dan sejarawan Rushdy Hoesein.

Hingga wafat, ujar Prabu, Sultan dan keraton tak pernah meminta agar sumbangan itu dikembalikan pada kemudian hari. “Kami hanya berharap pemimpin sekarang seperti itu, memberi untuk rakyat, bukan mengambilnya dengan korupsi,” tuturnya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat selama dua jam tersebut, hadir seratusan orang. Dari perwakilan mahasiswa, akademikus, hingga mantan kepala daerah. Mahasiswa yang hadir tak hanya dari Yogya, melainkan juga dari Universitas Parahyangan Bandung. Sedangkan mantan kepala daerah yang datang seperti bekas Wakil Bupati Sleman Yuni Satya Rahayu dan mantan Wali Kota Yogyakarta Hery Zudianto.

Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Budi Setyarso menuturkan, dalam situasi negara yang belakangan masih diwarnai berbagai tindakan korup para elite pejabat dari menteri, aparat penegak hukum, hingga pengacara, keteladanan HB IX memang relevan kembali disuarakan. “Sultan HB IX merupakan pemimpin yang visioner, melihat ke depan apa yang seharusnya dilakukan dan justru memberi arti dan pengaruh besar bagi terbentuknya republik,” ucap Budi.

PRIBADI WICAKSONO
















Advertising
Advertising

Berita terkait

78 Tahun Sultan Hamengkubuwono X, Salah Seorang Tokoh Deklarasi Ciganjur 1998

34 hari lalu

78 Tahun Sultan Hamengkubuwono X, Salah Seorang Tokoh Deklarasi Ciganjur 1998

Hari ini kelahirannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak hanya sebagai figur penting dalam sejarah Yogyakarta, tetapi juga sebagai tokoh nasional yang dihormati.

Baca Selengkapnya

Kisah Pencak Silat Merpati Putih, Bela Diri Keluarga Keraton yang Dibuka ke Masyarakat Umum

35 hari lalu

Kisah Pencak Silat Merpati Putih, Bela Diri Keluarga Keraton yang Dibuka ke Masyarakat Umum

Sejumlah teknik dan jurus pencak silat awalnya eksklusif dan hanya dipelajari keluarga bangsawan. Namun telah berubah dan lebih inklusif.

Baca Selengkapnya

Nyepi Di Candi Prambanan, Polisi Berkuda Patroli dan Tiga Akses Masuk Dijaga Bregada

57 hari lalu

Nyepi Di Candi Prambanan, Polisi Berkuda Patroli dan Tiga Akses Masuk Dijaga Bregada

Kawasan Candi Prambanan Yogyakarta tampak ditutup dari kunjungan wisata pada perayaan Hari Raya Nyepi 1946, Senin 11 Maret 2024.

Baca Selengkapnya

Sultan HB X Beri Pesan Untuk Capres Pasca-Coblosan: Semua Perbedaan dan Gesekan Juga Harus Selesai

14 Februari 2024

Sultan HB X Beri Pesan Untuk Capres Pasca-Coblosan: Semua Perbedaan dan Gesekan Juga Harus Selesai

Sultan HB X seusai mencoblos hari ini memberikan pesan agar usai Pemilu, semua permasalahan, perbedaan antarcapres selesai.

Baca Selengkapnya

Tahun Ini Usia Cirebon Lebih Muda, Apa Sebabnya?

9 Januari 2024

Tahun Ini Usia Cirebon Lebih Muda, Apa Sebabnya?

Melalui hasil rapat panitia khusus disepakati ulang tahun Cirebon jatuh pada 1 Muharram 849 Hijriah

Baca Selengkapnya

HUT UGM ke-74, Peran Besar Sri Sultan Hamengkubuwono IX Dirikan Universitas Gadjah Mada

19 Desember 2023

HUT UGM ke-74, Peran Besar Sri Sultan Hamengkubuwono IX Dirikan Universitas Gadjah Mada

Hari ini UGM genap berusia 74 tahun. Sultan Hamengkubuwono IX punya peran besar mendirikan Universitas Gadjah Mada.

Baca Selengkapnya

Begini Sejarah Panjang Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa

8 Desember 2023

Begini Sejarah Panjang Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki sejarah panjang hingga memiliki otonomi khusus. Berikut penjelasannya.

Baca Selengkapnya

3 Keraton di Cirebon Ini, Masukkan dalam Daftar Kunjungan Wisata Sejarah

2 November 2023

3 Keraton di Cirebon Ini, Masukkan dalam Daftar Kunjungan Wisata Sejarah

Cirebon punya berbagai destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi, di antaranya 3 Keraton, yakni Keraton Kasepuhan Cirebon, Kanoman, Kacirebonan.

Baca Selengkapnya

Sutan Sjahrir Bukan Pemuda Biasa, Sejarawan JJ Rizal Sebut Gibran Tak Sebanding Perdana Menteri Indonesia Pertama Itu

27 Oktober 2023

Sutan Sjahrir Bukan Pemuda Biasa, Sejarawan JJ Rizal Sebut Gibran Tak Sebanding Perdana Menteri Indonesia Pertama Itu

Sutan Sjahrir bukan pemuda biasa, sejarawan JJ Rizal sebut ia menolak jika Gibran Disamakan Perdana Menteri Indonesia pertama itu.

Baca Selengkapnya

Cucu Sultan Hamengkubuwuno IX, GKR Mangkubumi Siap Dicalonkan sebagai Ketua Kwarnas Pramuka

14 Oktober 2023

Cucu Sultan Hamengkubuwuno IX, GKR Mangkubumi Siap Dicalonkan sebagai Ketua Kwarnas Pramuka

Ketua Kwarda Pramuka DI Yogyakarta, GKR Mangkubumi bersedia menjadi calon Ketua Kwarnas periode 2023-2028. Lantas, siapakah ia sebenarnya?

Baca Selengkapnya