Pencarian Air Asia Terkendala Cuaca  

Reporter

Editor

Anton William

Senin, 29 Desember 2014 11:01 WIB

Pesawat buatan Prancis ini pertama kali diluncurkan pada Maret 1982, dan diterbangkan pertama kali pada 22 Febuari 1987 dan disertifikasi pada 26 Febuari 1988. Pesawat tersebut dilengkapi dengan advanced electronic flightdeck, dengan enam integrated EFIS colour displays dan sistem pengendalian joystick inovatif. AFP PHOTO/Manjunath KIRAN/getty images.

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca masih mendukung pencarian pesawat Air Asia QZ8501 hingga Selasa, 30 Desember 2014. Tekanan udara rendah di Filipina dan Australia, akan menciptakan cuaca buruk pada 31 Desember 2014.

"Untuk 31 Desember, akan berat. Ada tekanan udara rendah di sana yang mengakibatkan awan berkumpul di sekitar wilayah perairan Kepulauan Belitung dan Kalimantan," ujar Kepala BMKG Andi Eka Satya, ketika dihubungi Tempo, Senin, 29 Desember 2014.

Menurut dia, pembentukan awan di atas perairan Pulau Belitung. Diakibatkan faktor lain yang memicu pembentukan awan hujan, kata dia, yakni kelembapan udara, suhu, dan angin.

Pesawat Air Asia QZ8501 hilang kontak sejak Ahad pukul 06.17. Pesawat terdeteksi terakhir kali di timur Pulau Belitung. Hingga saat ini pencarian masih dilakukan oleh pihak Badan SAR Nasional, TNI AU, dan TNI AL. (Baca: Bos AirAsia Minta Keluarga Penumpang Bersabar)

Untuk cuaca hari ini, Andi memperkirakan, di sekitar wilayah Kepulauan Belitung, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan akan diguyur hujan sedang hingga pukul 13.00. Sedangkan sore hari, di kawasan tersebut diperkirakan akan turun gerimis. (Baca: Pesawat AirAsia Hilang Kontak)

Tinggi gelombang di sekitar wilayah Kepulauan Belitung dan Kalimantan untuk hari ini hingga esok hari, Andi menambahkan, bisa mencapai 1,5 meter. Menurut dia, dengan kondisi tersebut, tim pencari pesawat Air Asia QZ8501 diperkirakan tak akan mengalami kesulitan. (Baca: Di Mana Titik AirAsia Hilang di Radar?)

"Jika pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal besar, tim pencari tak akan mengalami kesulitan saat evakuasi. Namun, jika tinggi ombak telah lebih dari 2 meter, tim pencari akan mengalami kesulitan mengevakuasi karena kapal menjadi tak stabil akibat tingginya ombak," katanya. (Baca: Status AirAsia yang Hilang: Delayed)

GANGSAR PARIKESIT

Terpopuler
Daftar Nama Kru dan Penumpang AirAsia
Posisi 2 Pesawat Ini Dekat dengan AirAsia QZ8501
Beredar Broadcast Semua Penumpang AirAsia Selamat
Tak Baca Email, 10 Penumpang Air Asia Selamat
Seperti Apa Jalur AirAsia Versi Flightradar24 ?

Berita terkait

Tony Fernandes Ditunjuk Sebagai Penasihat Strategis Grup Penerbangan AirAsia

9 hari lalu

Tony Fernandes Ditunjuk Sebagai Penasihat Strategis Grup Penerbangan AirAsia

Tony Fernandes ditunjuk sebagai penasihat dan pengurus Grup Chief Executive Officer (Advisor and Steward Group Chief Executive Officer) AirAsia.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Tim Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Segera Dibentuk, AirAsia Tebar Promo Tiket 28 Rute Internasional Mulai Kemarin

11 hari lalu

Terpopuler: Tim Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Segera Dibentuk, AirAsia Tebar Promo Tiket 28 Rute Internasional Mulai Kemarin

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia dan Tiongkok telah sepakat untuk membentuk tim ihwal penggarapan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Baca Selengkapnya

Indonesia AirAsia Tebar Promo Tiket 20 Persen untuk 28 Rute Internasional, Tiket Bisa Dipesan Hari ini

11 hari lalu

Indonesia AirAsia Tebar Promo Tiket 20 Persen untuk 28 Rute Internasional, Tiket Bisa Dipesan Hari ini

Maskapai penerbangan berbiaya hemat Indonesia AirAsia menawarkan promo hemat 20 persen untuk pembelian tiket penerbangan di 28 rute internasional.

Baca Selengkapnya

Dampak Erupsi Gunung Ruang, Indonesia AirAsia Batalkan Seluruh Penerbangan Menuju Kota Kinabalu

15 hari lalu

Dampak Erupsi Gunung Ruang, Indonesia AirAsia Batalkan Seluruh Penerbangan Menuju Kota Kinabalu

Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia membatalkan dua penerbangan dari dan menuju Kota Kinabalu, Malaysia akibat sebaran abu vulkanik Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Baca Selengkapnya

KNKT Investigasi Penyebab Kecelakaan di Km 58 Tol Jakarta-Cikampek, Ini Tugas Investigator KNKT

20 hari lalu

KNKT Investigasi Penyebab Kecelakaan di Km 58 Tol Jakarta-Cikampek, Ini Tugas Investigator KNKT

KNKT memiliki investigator dan sekretariat untuk membantu proses investigasi kecelakaan di Indonesia, termasuk di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek.

Baca Selengkapnya

Mudik Lebaran 2024, Indonesia AirAsia Sediakan 62 Penerbangan Tambahan

28 hari lalu

Mudik Lebaran 2024, Indonesia AirAsia Sediakan 62 Penerbangan Tambahan

Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia menyediakan 62 penerbangan tambahan atau sekitar 11.160 kursi pada arus mudik Lebaran 2024.

Baca Selengkapnya

AirAsia Beri Diskon Penerbangan ke Luar Negeri saat Lebaran

31 hari lalu

AirAsia Beri Diskon Penerbangan ke Luar Negeri saat Lebaran

Maskapai penerbangan AirAsia memberikan diskon tiket penerbangan langsung ke luar negeri. Harga mulai Rp 389.000.

Baca Selengkapnya

AirAsia Tebar Promo Tiket Pesawat Lebaran, Penerbangan Internasional Rp 389 Ribu

31 hari lalu

AirAsia Tebar Promo Tiket Pesawat Lebaran, Penerbangan Internasional Rp 389 Ribu

Maskapai penerbangan berbiaya hemat Indonesia AirAsia meluncurkan promo tiket pesawat rute internasional dengan hargaspesial. Harga tiket dimulai dari Rp 389 ribu.

Baca Selengkapnya

Mudik Lebaran 2024, Jumlah Penerbangan Pesawat Ditambah 2 Ribu

34 hari lalu

Mudik Lebaran 2024, Jumlah Penerbangan Pesawat Ditambah 2 Ribu

Jumlah penerbangan pesawat ditambah 2 ribu selama masa mudik lebaran.

Baca Selengkapnya

Terkini: Persiapan-persiapan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Mahasiswa Jadi Korban TPPO di Jerman BP2MI Ingatkan Prosedur Magang di Luar Negeri

41 hari lalu

Terkini: Persiapan-persiapan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Mahasiswa Jadi Korban TPPO di Jerman BP2MI Ingatkan Prosedur Magang di Luar Negeri

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan presiden terpilih Pilpres 2024 melihat perkembangan pembangunan IKN pada Senin, 18 Maret 2024.

Baca Selengkapnya