Kapal Selam Pertama TNI Bukan dari Jerman Tapi Soviet

Reporter

Sabtu, 13 Desember 2014 03:50 WIB

Anggota TNI AL menambatkan tali saat kapal selam KRI Nanggala-402 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO , Jakarta- Kabar penemuan bangkai kapal selam Jerman oleh Pasukan Katak TNI Angkatan Laut di Laut Jawa ramai diperbincangkan. Kapal selam kecil (untersee boat/ U-boat) buatan tahun 1942 itu karam dihantam torpedo oleh armada Belanda tahun 1944. (Baca:Kapal Selam Jerman Gunakan Minyak Racikan Jakarta.)

Meski ketinggalan dari Jerman dan negara-negara yang bertarung dalam Perang Dunia II, Indonesia ternyata pernah memiliki armada kapal selam yang cukup disegani di dunia. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, Indonesia memiliki kapal selam pada dekade 1960-an. "Saat itu Indonesia membeli 12 kapal selam dari Uni Soviet," kata Manahan kepada Tempo, Jumat 12 Desember 2014.

Manahan mengatakan kapal selam yang dibeli Indonesia adalah kelas Whiskey. Saat itu pemerintah menggunakan armada kapal selam dalam kampanye Tri Komando Rakyat (Trikora), untuk memaksa Belanda meninggalkan bumi Papua. (Baca: Kronologi Tenggelamnya Kapal Nazi Jerman.)

Kapal selam yang dimiliki Indonesia memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter. Kapal in idibekali mesin diesel dengan jarak jelajah 8.500 mil laut. Saat berenang di permukaan, kapal selam pertama Indonesia mampu melaju maksimal 18,3 knot atau 34 kilometer per jam. Ketika menyelam, armada ini melesat secepat 13,5 knot atau 24 kilometer per jam.

Manahan mengatakan kapal-kapal ini dipersenjatai dengan enam peluncur torpedo dan senjata anti serangan udara. Setiap kapal membawa 12 amunisi torpedo sekali jalan. Kapal selam ini dioperasikan oleh 63 orang awak, termasuk komandan kapal. Jika dibandingkan dengan U-boat Jerman yang tenggelam di Laut Jawa, kapal selam Indonesia saat itu lebih unggul.

Namun pengabdian 12 kapal selam kelas Whiskey ini Class tidak terlalu lama. Setelah rezim berganti, pada dekade 1970-an kapal-kapal ini pensiun dini. Alasannya, kata Manahan, suku cadangnya sulit dicari. Perubahan arah politik Indonesia juga turut berpengaruh. Akhirnya, satu dari 12 kapal selam ini dipajang sebagai monumen di Surabaya, Jawa Timur.

INDRA WIJAYA

Berita Terpopuler
Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka Penistaan Agama

Benarkah Hitler Sesungguhnya Hidup di Sumbawa?

Jay Subiakto Kecewa pada Jokowi, Untung Ada Susi

Berita terkait

Amerika Akan Pensiunkan 19 Kapal Perang, Ada yang Baru Dipakai 7 Tahun

21 hari lalu

Amerika Akan Pensiunkan 19 Kapal Perang, Ada yang Baru Dipakai 7 Tahun

Terungkap dari anggara belanja pertahanan, berikut daftar 19 kapal perang Amerika yang akan dipensiunkan tahun depan beserta alasannya.

Baca Selengkapnya

Sebut Netanyahu 'Nazi' Masa Kini, Erdogan: Turki Tegas Dukung Hamas

49 hari lalu

Sebut Netanyahu 'Nazi' Masa Kini, Erdogan: Turki Tegas Dukung Hamas

Erdogan telah menyebut Israel sebagai "negara teroris" dan menuduhnya melakukan "genosida" di Gaza.

Baca Selengkapnya

Filipina Modernisasi Militer Tahap Ketiga

2 Februari 2024

Filipina Modernisasi Militer Tahap Ketiga

Fase ketiga modernisasi militer ini meliputi pembelian kapal selam pertama agar bisa mempertahankan kedaulatan maritim Filipina

Baca Selengkapnya

Debat Capres 2024: Ganjar dan Anies Baswedan Tanya Soal Alutsista yang Pernah Dibeli Prabowo

8 Januari 2024

Debat Capres 2024: Ganjar dan Anies Baswedan Tanya Soal Alutsista yang Pernah Dibeli Prabowo

Saat debat capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan persoalkan pembelian alutsista bekas oleh Prabowo. Berikut daftar alutsista yang dibeli Kemenhan.

Baca Selengkapnya

Debat Capres 2024: Ganjar Sentil Prabowo Soal Batalnya Proyek Kapal Selam Kerja Sama PT PAL dan Korea Selatan

8 Januari 2024

Debat Capres 2024: Ganjar Sentil Prabowo Soal Batalnya Proyek Kapal Selam Kerja Sama PT PAL dan Korea Selatan

Ganjar Pranowo saat debat capres ketiga mempertanyakan soal proyek kapal selam kerja sama PT PAL dan Korsel yang dibatalkan Prabowo.

Baca Selengkapnya

Ganjar Singgung Prabowo Batalkan Kerja Sama Pembuatan Kapal Selam dengan Korsel

7 Januari 2024

Ganjar Singgung Prabowo Batalkan Kerja Sama Pembuatan Kapal Selam dengan Korsel

Di sesi debat pilpres 2024 ketiga, Ganjar Pranowo sempat menyinggung Prabowo Subianto soal pembatalan kerja sama pembuatan kapal selam.

Baca Selengkapnya

Turki Tahan 33 Orang Diduga Mata-Mata Mossad Israel

2 Januari 2024

Turki Tahan 33 Orang Diduga Mata-Mata Mossad Israel

Turki pada Selasa 2 Januari 2024 menahan 33 orang yang dicurigai menjadi mata-mata badan intelijen Mossad Israel

Baca Selengkapnya

Putin Luncurkan Lagi Kapal Selam Nuklir Rusia yang Baru

12 Desember 2023

Putin Luncurkan Lagi Kapal Selam Nuklir Rusia yang Baru

Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan kapal selam nuklir yang baru.

Baca Selengkapnya

Media Sosial X Gugat Media Matters Soal Iklan Dekat Postingan Puja Hitler & Nazi

21 November 2023

Media Sosial X Gugat Media Matters Soal Iklan Dekat Postingan Puja Hitler & Nazi

Media sosial X menggugat Media Matters setelah laporan tentang iklan di samping konten antisemit.

Baca Selengkapnya

Iklan IBM, Apple & Oracle di X Musk Ditempatkan di Samping Konten Hitler & Nazi

17 November 2023

Iklan IBM, Apple & Oracle di X Musk Ditempatkan di Samping Konten Hitler & Nazi

IBM menangguhkan iklan di X setelah iklan perusahaan muncul di samping konten pro-Nazi.

Baca Selengkapnya