Letusan Gunung Merapi karena Aktivitas Gas  

Reporter

Editor

Harun Mahbub

Minggu, 20 April 2014 11:26 WIB

Gunung Merapi saat cuaca cerah diambil dari Bukit Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, (28/12). Wisatawan yang datang untuk melihat sisa erupsi Gunung Merapi tahun 2010 meningkat tiga kali lipat pada musim libur akhir tahun. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Sleman - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Subandriyo mengatakan letusan Gunung Merapi pada Minggu, 20 April 2014, bukan letusan magmatis. "Meski letusan disertai api pijar, itu hanya letusan yang diakibatkan aktivitas gas yang ada di dalam gunung," ia menjelaskan, Minggu, 20 April 2014.

Dia menyebutkan erupsi kecil Gunung Merapi itu disertai adanya lava pijar hingga 1 kilometer. Ketinggian letusan diperkirakan 1 kilometer. (Baca: Gunung Merapi Keluarkan Asap dan Hujan Pasir)

Pemicu dari pelepasan gas itu akibat adanya beberapa kali gempa tektonik yang terjadi beberapa waktu lalu di barat daya Gunung Kidul. Alat-alat seismik merekam adanya gempa tersebut. (Baca: Yogya Digoyang Gempa 4,5 SR, Berpusat di Darat)

Menurut dia, adanya gempa tektonik seolah mengocok perut Merapi sehingga mempercepat pelepasan gas yang ada di dalam perut gunung itu. "Meski begitu, status gunung Merapi tetap normal aktif," katanya.

Letusan Merapi kali ini sama seperti letusan sebelumnya, yaitu pada 10 Maret 2014 pukul 06.54-07.30 WIB. Letusan kecil itu disertai embusan asap berwarna cokelat tebal dengan tekanan kuat. Kolom asap tegak ke atas setinggi 1.500 meter. Sedangkan hujan abu terjadi di selatan-tenggara. Yaitu wilayah Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Sidorejo, dan Desa Balerante (Klatenan).

Hal yang sama terjadi pada 17 Maret 2014 pukul 13.12-13.16 WIB, yaitu berupa embusan. Namun puncak Merapi tertutup kabut. Suara gemuruh terdengar hingga Desa Pakem, Argomulyo, Glagaharjo. Hujan abu terjadi di Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Argomulyo, Kendalsari, Ngemplakseneng, Deles, Sidorejo,Tegalmulyo, Tlogowatu, Bumiharjo, dan Balerante.

MUH SYAIFULLAH

Berita Terpopuler
Bali and Beyond Travel Fair Digelar 10-14 Juni
6 Cerita Mengejutkan di Balik Konflik PPP
Jakarta Hujan Ekstrem, Reklame, dan Pohon Tumbang







Berita terkait

Cerita dari Kampung Arab Kini

7 hari lalu

Cerita dari Kampung Arab Kini

Kampung Arab di Pekojan, Jakarta Pusat, makin redup. Warga keturunan Arab di sana pindah ke wilayah lain, terutama ke Condet, Jakarta Timur.

Baca Selengkapnya

Libur Lebaran Hampir Selesai, Sleman Siapkan Sederet Event untuk Dongkrak Jumlah Wisatawan

14 hari lalu

Libur Lebaran Hampir Selesai, Sleman Siapkan Sederet Event untuk Dongkrak Jumlah Wisatawan

Sleman menggelar sejumlah atraksi, mulai dari kesenian tradisional hingga pentas musik pada 13 hingga 15 April 2024.

Baca Selengkapnya

Pasar Takjil Lereng Gunung Merapi Disiapkan Jadi Embrio Festival Kuliner Libur Lebaran

29 hari lalu

Pasar Takjil Lereng Gunung Merapi Disiapkan Jadi Embrio Festival Kuliner Libur Lebaran

Pasar takjil di Kaliurang lereng Gunung Merapi akan diubah menjadi Festival Kuliner Kaliurang selama libur Lebaran.

Baca Selengkapnya

Banyak Jalur Rawan di Sleman Yogyakarta, Jembatan Lereng Merapi Diusulkan Dihapus dari Google Maps

30 hari lalu

Banyak Jalur Rawan di Sleman Yogyakarta, Jembatan Lereng Merapi Diusulkan Dihapus dari Google Maps

Pemudik dan wisatawan diminta cermat memilih jalur yang aman saat ke Sleman, Yogyakarta, tak semata mengandalkan Google Maps.

Baca Selengkapnya

Awan Hujan Minim, Kondisi Perairan Selatan Yogyakarta Juga Diprediksi Lebih Ramah Pekan Ini

39 hari lalu

Awan Hujan Minim, Kondisi Perairan Selatan Yogyakarta Juga Diprediksi Lebih Ramah Pekan Ini

Wisatawan yang berencana melancong ke Yogyakarta pekan ini diprediksi dapat menikmati kondisi cuaca yang lebih cerah dibanding pekan lalu.

Baca Selengkapnya

Erupsi Gunung Merapi: Jarak Luncur Awan Panas Melebihi Kebiasaan

55 hari lalu

Erupsi Gunung Merapi: Jarak Luncur Awan Panas Melebihi Kebiasaan

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas. Tiga dari tujuh awan panas guguran tadi sore jarak luncurnya melampaui 2.000 meter.

Baca Selengkapnya

Erupsi Gunung Merapi Kembali Mengeluarkan Awan Panas

55 hari lalu

Erupsi Gunung Merapi Kembali Mengeluarkan Awan Panas

Gunung Merapi kembali erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran sebanyak tujuh kali pada Senin sore. Awan panas menuju arah barat daya.

Baca Selengkapnya

Libur Akhir Pekan di Lereng Merapi, Perhatikan Catatan BPPTKG dan Rekomendasi Daerah Aman

57 hari lalu

Libur Akhir Pekan di Lereng Merapi, Perhatikan Catatan BPPTKG dan Rekomendasi Daerah Aman

Destinasi destinasi di lereng Merapi menjadi salah satu favorit wisatawan saat berakhir pekan.

Baca Selengkapnya

Sambut Hari Raya Nyepi 1946 Caka, Upacara Giri Kerti Digelar Di Kaliurang

24 Februari 2024

Sambut Hari Raya Nyepi 1946 Caka, Upacara Giri Kerti Digelar Di Kaliurang

PHDI menggelar Upacara Giri Kerti untuk menyambut Hari Raya Nyepi 1946 Caka, di Kaliurang Park, Hargobinangun, Pakem, Sleman

Baca Selengkapnya

Yogyakarta Terasa Gerah dalam Beberapa Hari Terakhir, Ini Penyebabnya

20 Februari 2024

Yogyakarta Terasa Gerah dalam Beberapa Hari Terakhir, Ini Penyebabnya

Gerahnya suhu cuaca di Yogyakarta itu dirasakan warga menyusul makin jarangnya hujan turun terutama di wilayah perkotaan.

Baca Selengkapnya