Kapal Imigran yang Tenggelam Berangkat dari Banten

Reporter

Sabtu, 28 September 2013 13:00 WIB

Seorang warga berdiri di dekat kantong jenazah imigran gelap di sebuah klinik di Sukabumi, Jawa Barat (28/9). Setidaknya 21 imigran tewas setelah kapalnya karam saat menuju Australia. REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, kapal imigran gelap yang tenggelam di perairan perbatasan Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jumat, 27 September 2013, diduga berangkat melaut dari salah satu pantai di Provinsi Banten. Para imigran asal Timur Tengah tersebut hendak menyeberang secara gelap menuju perairan Australia.

Suhardi, menuturkan, awalnya para imigran berkumpul di sebuah tempat di Jakarta. Lalu lewat perjalanan darat, mereka berangkat ke kawasan pantai di Banten dan menyeberang dengan menggunakan kapal nelayan. Namun di tengah laut, nakhoda kapal meninggalkan kapal dengan perahu lain.

"Kapalnya kemudian dikemudikan sendiri oleh salah satu imigran dan belakangan mengalami kecelakaan di wilayah perairan Sukabumi," tutur Suhardi saat ditemui usai sebuah acara di Graha Kompas, Kota Bandung, Sabtu 28 September 2013.

Ia belum memerinci dari pantai apa para imigran yang membawa serta anak-anak tersebut. "Itulah dari pantai mana mereka berangkat, kronologi kapal sampai tenggelam dan para pelaku yang terlibat dan pemilik kapal sementara ini masih kami selidiki dan dalami," kata Suhardi. Penyelidikan dilakukan dengan koordinasi bersama Polda Banten dan Mabes Polri.

"Para imigran ini ada yang berasal dari Saudi Arabia dan Suriah. Data jumlah korban sementara ini ditemukan 22 meninggal dan 28 selamat. Penyelidikan juga dilakukan untuk mencari ada korban lain karena imigran penumpang kapal yang tenggelam katanya lebih banyak (dari jumlah korban yang ditemukan,"kata Suhardi.

Warga Kampung Genggong, Desa Sinar Laut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 27 September 2013, sekitar pukul 11.00 WIB, menemukan puluhan orang yang terdampar dalam keadaan masih hidup dan tewas di pantai.

"Menurut informasi mereka (para korban) adalah penumpang kapal tongkang yang karam di perairan Tegal Buleud, Sukabumi. Sangat mungkin mereka terbawa ombak hingga terdampar di Sinarlaut," kata Camat Agrabinta Erus Ruskandar kepada Tempo kemarin.

ERICK P. HARDI

Topik Terhangat
Mobil Murah
Kontroversi Ruhut Sitompul
Mun'im Idris Meninggal
Info Haji
Tabrakan Maut


Berita Terpopuler
Wasiat Mun'im Idries Sebelum Meninggal
Heru Lelono Soroti Gita Wiryawan Tampil di Inbox
Anggota Polisi Terlibat Sindikat Calo CPNS
Mun'im Idries dan Kasus Kontroversial
Ini Senapan Paling Laris di Cipacing

Berita terkait

Polemik Pengungsi Rohingya di Indonesia, Berikut Negara yang Menolak Kedatangan Mereka

18 Desember 2023

Polemik Pengungsi Rohingya di Indonesia, Berikut Negara yang Menolak Kedatangan Mereka

Keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh mulai menambah masalah. Beberapa negara telah melakukan penolakan terhadap mereka.

Baca Selengkapnya

Peringatan Terakhir Pakistan, Ratusan Ribu Pengungsi Afghanistan Harus Angkat Kaki

26 Oktober 2023

Peringatan Terakhir Pakistan, Ratusan Ribu Pengungsi Afghanistan Harus Angkat Kaki

Keputusan itu diambil setelah warga Afghanistan diketahui terlibat dalam kejahatan, penyelundupan dan serangan terhadap pemerintah dan tentara.

Baca Selengkapnya

Jumlah Imigran Gelap yang ke Italia Naik Dua Kali Lipat

17 Agustus 2023

Jumlah Imigran Gelap yang ke Italia Naik Dua Kali Lipat

Italia mencatat ada 89.158 imigran gelap yang tiba di Negara Pizza itu periode Januari sampai Juli 2023 atau naik dua kali lipat

Baca Selengkapnya

PM Giorgia Meloni Mencoba Bangun Aliansi untuk Mengatasi Imigran Gelap

23 Juli 2023

PM Giorgia Meloni Mencoba Bangun Aliansi untuk Mengatasi Imigran Gelap

Giorgio Meloni berusaha membentuk aliansi luas negara-negara untuk mengatasi imigran gelap dan memerangi perdagangan manusia.

Baca Selengkapnya

Malaysia Pulangkan 12.380 Migran Gelap, Kebanyakan dari Indonesia, Filipina, Myanmar

1 April 2023

Malaysia Pulangkan 12.380 Migran Gelap, Kebanyakan dari Indonesia, Filipina, Myanmar

Malaysia akan memulangkan 12.380 warga negara asing karena melanggar aturan keimigrasian tahun ini.

Baca Selengkapnya

Usir Imigran Ilegal Afrika, Presiden Tunisia Menolak Tuduhan Rasisme

6 Maret 2023

Usir Imigran Ilegal Afrika, Presiden Tunisia Menolak Tuduhan Rasisme

Presiden Tunisia menolak tuduhan rasisme dan menunjukkan kemungkinan konsekuensi hukum bagi para pelaku serangan terhadap imigran ilegal.

Baca Selengkapnya

PM Inggris Bakal Bertindak Keras terhadap Imigran Gelap: Cukup Sudah

14 Desember 2022

PM Inggris Bakal Bertindak Keras terhadap Imigran Gelap: Cukup Sudah

Inggris berencana menggarap undang-undang baru untuk mencegah imigran yang melintasi Selat Inggris untuk tinggal di negara itu.

Baca Selengkapnya

46 Imigran Gelap Tewas di Kontainer, Petugas Menemukan Tumpukan Mayat

28 Juni 2022

46 Imigran Gelap Tewas di Kontainer, Petugas Menemukan Tumpukan Mayat

Petugas menemukan "tumpukan mayat" 46 imigran gelap dan tidak ada tanda-tanda air di dalam truk, yang ditinggalkan di sebelah rel kereta api

Baca Selengkapnya

46 Imigran Gelap Tewas dalam Kontainer di AS, Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong

28 Juni 2022

46 Imigran Gelap Tewas dalam Kontainer di AS, Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong

Kasus kematian 46 imigran gelap dalam kontainer di San Antonio, terungkap setelah seorang saksi men dengar ada suara teriakan minta tolong.

Baca Selengkapnya

50 TKI Ilegal Indonesia Ditangkap Polisi Begitu Mendarat di Selangor

28 Januari 2022

50 TKI Ilegal Indonesia Ditangkap Polisi Begitu Mendarat di Selangor

Polisi Malaysia menangkap 50 orang imigran gelap asal Indonesia ketika mendarat di pesisir Bagan Pasir, Selangor.

Baca Selengkapnya