Warga Kalbar Pilih Berobat ke Malaysia dan Singapura

Reporter

Editor

Kamis, 21 Juni 2012 03:15 WIB

Staf rumah sakit membersihkan ambulan di rumah sakit Sungai Buloh, di mana pasien pertama kali diduga terkena kasus flu babi di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, (16/5). (AP Photo / Vincent Thian)

TEMPO.CO, Pontianak- Untuk penyakit-penyakit tertentu, warga Kalbar lebih memilih berobat ke luar negeri, alasannya peralatan yang lebih canggih dan pelayanan rumah sakit. Tak hanya itu, strereotipe dokter luar negeri lebih pintar menjadi salah satu faktor pendorongnya.

"Memang miris, ada pola di masyarakat Kalbar, untuk penyakit-penyakit tertentu mereka lebih senang untuk berobat ke Malaysia atau Singapura," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso, Gede Sandjaya, Rabu 20 Juni 2012.

Gede menyatakan, memerlukan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait pelayanan rumah sakit di Kalbar. Dia menekankan, RSUD Soedarso cukup mumpuni untuk menangani penyakit-penyakit umum dan khusus di Kalbar. Walau demikian, Gede tidak menutupi kenyataan bahwa untuk kasus penyakit jantung, RSUD Soedarso saat ini tidak mempunyai dokter spesialis. "Satu dokter yang dimiliki Kalbar, saat ini sudah pensiun," tambahnya. Untuk spesialis lainnya, Gede menyatakan, rumah sakit pemerintah tersebut termasuk cukup lengkap.

Terkait SDM, Gede mengatakan, dokter-dokter RSUD Soedarso sebenarnya mengenyam pendidikan spesialis di luar negeri, di tempat yang sama dengan pendidikan para dokter di Malaysia dan Singapura. Saat ini, lanjutnya, dokter-dokter yang dimiliki rumah sakit tersebut terus ditingkatkan kemampuan dan pengetahuannya melalui pendidikan spesialis. Terlebih, saat ini kemajuan teknologi di bidang kedokteran memberi kemudahan bagi para praktisi kedokteran untuk mendiagnosa penyakit serta menentukan jenis pengobatan bagi pasien. Salah satu bentuk kemajuan tersebut adalah penggunaan alat MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melakukan pencitraan diagnosa penyakit pasien

“Di rumah sakit ini, kita telah dilengkapi Magnet Resonance Imaging (MRI) bantuan dari APBN serta CT Computer Tomograph Scaner, untuk mendeteksi tubuh anda dengan menggunakan sinar X, dari Asuransi Kesehatan,” jelasnya. Dia memastikan, skill dokter di Kalbar tidak jauh dari dokter Malaysia dan Singapura. Warga Kalbar, menurutnya, juga harus mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. Gede menyatakan, masyarakat keturunan China yang memilih berobat ke luar negeri, ketika mendapatkan informasi mengenai kelengkapan rumah sakit, kemudian beralih untuk melakukan pengobatan di Kalbar.

Untuk urusan pelayanan rumah sakit, Gede menyatakan, tidak ada penggolongan untuk pasien umum, Askes atau Jamkesmas. Namun, pasien yang berobat menggunakan fasilitas Askes dan Jamkesmas, harus melengkapi dahulu surat-surat untuk administrasinya. Dia meminta agar kelengkapan administrasi ini menjadi perhatian masyarakat pengguna Askes dan Jamkesmas. Seringkali, rumah sakit dituding mempunyai birokrasi yang berbelit-belit jika ada pasien Askes dan Jamkesmas yang berobat.

“Ini penting untuk tertib administrasi. Sebab untuk mengeluarkan obat, harus ada pertanggung jawabannya. Banyak kasus, setelah sembuh bukannya diurus administrasinya, tapi kabur. Ini yang bikin repot,” katanya lagi.

ASEANTY PAHLEVI

Berita terkait

Dokter Bedah Ternama Gaza Tewas di Penjara Israel, Diduga Disiksa

6 jam lalu

Dokter Bedah Ternama Gaza Tewas di Penjara Israel, Diduga Disiksa

Seorang dokter bedah Palestina terkemuka dari Rumah Sakit al-Shifa di Gaza meninggal di penjara Israel setelah lebih dari empat bulan ditahan.

Baca Selengkapnya

Upaya Kemenkes Atasi Banyaknya Warga Indonesia yang Pilih Berobat ke Luar Negeri

6 hari lalu

Upaya Kemenkes Atasi Banyaknya Warga Indonesia yang Pilih Berobat ke Luar Negeri

Ada sejumlah persoalan yang membuat banyak warga Indonesia lebih memilih berobat ke luar negeri.

Baca Selengkapnya

1 Juta Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Kemenkes: Layanan Kesehatan Belum Merata

6 hari lalu

1 Juta Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Kemenkes: Layanan Kesehatan Belum Merata

Jokowi sebelumnya kembali menyinggung banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri dalam rapat kerja Kemenkes.

Baca Selengkapnya

PBB: Butuh 14 Tahun untuk Bersihkan Puing-puing di Gaza

6 hari lalu

PBB: Butuh 14 Tahun untuk Bersihkan Puing-puing di Gaza

Serangan Israel ke Gaza telah meninggalkan sekitar 37 juta ton puing di wilayah padat penduduk, menurut Layanan Pekerjaan Ranjau PBB

Baca Selengkapnya

Kisah Kardinah, Adik RA Kartini yang Berjasa namun Dipersekusi di Tegal

12 hari lalu

Kisah Kardinah, Adik RA Kartini yang Berjasa namun Dipersekusi di Tegal

Meski dari kalangan bangsawan, keluarga Kartini ini kerap membantu masyarakat. Namun adik Kartini dipersekusi dan darak keliling kota hingga trauma.

Baca Selengkapnya

8 Amal Jariyah Sadio Mane untuk Desanya di Senegal, Dirikan Masjid hingga Bagi Makan Gratis Saat Ramadan

24 hari lalu

8 Amal Jariyah Sadio Mane untuk Desanya di Senegal, Dirikan Masjid hingga Bagi Makan Gratis Saat Ramadan

Sadio Mane bintang Al Nassr dikenal kedermawanannya untuk kampung halamannya, Bambali, Senegal. Berikut 8 amal jariyah Mane untuk kampungnya.

Baca Selengkapnya

Blokade Mulai Dibuka, Tiga Truk Bantuan Tiba di Rumah Sakit di Utara Gaza

26 hari lalu

Blokade Mulai Dibuka, Tiga Truk Bantuan Tiba di Rumah Sakit di Utara Gaza

Sebanyak tiga truk bantuan berisi bahan bakar, obat-obatan, dan pasokan medis pada Sabtu memasuki Gaza utara yang sebelumnya menghadapi blokade Israel

Baca Selengkapnya

Tentara Israel Masih Menggempur Seluruh Wilayah Gaza

34 hari lalu

Tentara Israel Masih Menggempur Seluruh Wilayah Gaza

Tentara Israel masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Gaza. Korban jiwa pun terus berjatuhan.

Baca Selengkapnya

Dokter Masih Mogok, Rumah Sakit Besar di Korea Selatan Tutup Bangsal

35 hari lalu

Dokter Masih Mogok, Rumah Sakit Besar di Korea Selatan Tutup Bangsal

Korea Selatan menutup bangsal rumah sakit besar karena tak ada dokter.

Baca Selengkapnya

Bamsoet Dukung Aspen Medical Bangun Rumah Sakit Internasional

39 hari lalu

Bamsoet Dukung Aspen Medical Bangun Rumah Sakit Internasional

Pembangun awal di Depok dan berlanjut ke Cikarang, Karawang, hingga Makassar.

Baca Selengkapnya