ICMI: Pilkada Menyuburkan Politik Uang

Reporter

Editor

Selasa, 7 Februari 2012 18:47 WIB

Seorang anak kecil yang diberi atribut-atribut pilkada berteriak karena terjepit saat mengikuti kampanye salah satu kandidat Walikota Kediri di Kediri, Jawa Timur (19/10). Menyertakan anak kecil merupakan pelanggaran kampanye, namun tidak ada tindaka

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Nanat Fatah Natsir mengatakan kondisi politik yang berkembang saat ini sudah tidak baik. "Kita lihat banyak politikus muda yang justru terjerat dengan kasus KKN (korupsi, kolusi, nepotisme)," ujarnya saat ditemui wartawan di Istana Wakil Presiden RI, Selasa, 7 Februari 2012.

Nanat menyatakan bahwa saat ini politik uang menjadi seperti pilihan yang diminati para politikus. Menurutnya kehadiran proses pemilihan kepala daerah (pilkada) seperti menjadi tempat bertumbuhnya politik uang. "Pilkada ini menimbulkan kontrapoduktif, masyarakat yang tadinya bertani kini menjadi bagian dari tim sukses karena lebih besar uangnya," ia menuturkan.

Karena itu, kata dia, sudah saatnya kini muncul kader-kader pemimpin dengan pemikiran-pemikiran terkini. "ICMI mendorong agar muncul pemimpin-pemimpin yang lebih muda, bukan dalam artian fisik melainkan dalam cara berpikirnya," katanya.

Selain permasalahan kaderisasi pemimpin dan politik uang, ICMI juga mengemukakan permasalahan lainnya dalam pertemuan singkat dengan Wakil Presiden Boediono. Menurut Nanat, masih ada perilaku elite politik yang lebih mengedepankan kepentingan untuk mengejar kekuasaan semata. "Mereka mengabaikan etika dan moral," tuturnya.

Di bidang hukum, ICMI melihat masih banyak permasalahan yang berkembang, seperti mafia hukum yang kian merajalela, tebang pilih kasus hukum, tebang pilih kasus hukum, dan lambatnya penanganan kasus besar yang selama ini jadi perhatian masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Presidium ICMI Ilham Akbar Habibie menyatakan saat ini pihaknya sedang mengupayakan sebuah proyek perintis untuk bisa membangun masyarakat yang lebih baik. "Kami berupaya memberdayakan akarnya, diawali dari masjid," katanya.

Ilham menyatakan pihaknya kini sedang mengembangkan program I-Masjid yang bisa membantu pendidikan kepada masyarakat soal nilai-nilai sosial kemasyarakatan. "Baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun lainnya," katanya.

Ilham berharap dengan adanya proyek semacam ini masyarakat semakin bisa terbantu. "Mungkin salah satunya kemiskinan di dalam masyarakat bisa diberantas, serta muncul manusia-manusia yang diharapkan memiliki akhlak yang lebih baik," ujarnya.

EZTHER LASTANIA


Berita terkait

Fadli Zon: Calon Kepala Daerah dari TNI/Polri Belum Tentu Tegas

6 Januari 2018

Fadli Zon: Calon Kepala Daerah dari TNI/Polri Belum Tentu Tegas

Soal perwira TNI/Polri yang terjun ke dunia politik lewat Pilkada menurut Fadli Zon tak menentukan ia akan tegas dalam memimpin.

Baca Selengkapnya

Jenderal Ikut Pilkada, Ahli Pertahanan: Aturannya Berantakan

6 Januari 2018

Jenderal Ikut Pilkada, Ahli Pertahanan: Aturannya Berantakan

Jika merujuk pada UU Pilkada, anggota TNI, personel Polri, dan pejabat negara lain tidak perlu mundur dari jabatannya saat akan mencalonkan diri.

Baca Selengkapnya

Pengamat: Jenderal Ikut Pilkada karena Kaderisasi Partai Gagal

6 Januari 2018

Pengamat: Jenderal Ikut Pilkada karena Kaderisasi Partai Gagal

Keputusan mengusung calon bukan kader partai dalam pilkada akan menimbulkan konsekuensi. Di antaranya sulit dikontrol dan diawasi partai.

Baca Selengkapnya

Golkar Resmi Usung Bima Arya dan Direktur KPK di Pilkada Bogor 2018

6 Januari 2018

Golkar Resmi Usung Bima Arya dan Direktur KPK di Pilkada Bogor 2018

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku memilih Dedie dengan menilai sisi personal wakil yang digandengnya dalam pilkada Kota Bogor.

Baca Selengkapnya

Empat Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur NTB Siap Bertarung

5 Januari 2018

Empat Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur NTB Siap Bertarung

Satu wajah baru dan tiga pejabat lama akan bertarung memperebutkan kursi Gubernur NTB pada Pilkada serentak Juni 2018 mendatang.

Baca Selengkapnya

Pilkada, BI Kaltim Prediksi Peredaran Uang Palsu Meningkat

4 Januari 2018

Pilkada, BI Kaltim Prediksi Peredaran Uang Palsu Meningkat

BI Kaltim memprediksi peredaran uang palsu meningkat bersamaan dengan Pikada.

Baca Selengkapnya

Gerindra Punya Syarat Sebelum Calonkan Moreno di Pilkada Jatim

27 Desember 2017

Gerindra Punya Syarat Sebelum Calonkan Moreno di Pilkada Jatim

Banyak pihak meragukan kemampuan politik kader Gerindra yang juga atlet balap Moreno. Namun, Gerindra tidak ragu sedikit pun.

Baca Selengkapnya

Kaleidoskop 2017: Setelah Pilkada Rasa Sara dan Politik Identitas

26 Desember 2017

Kaleidoskop 2017: Setelah Pilkada Rasa Sara dan Politik Identitas

Politik identitas masih membayangi Pilkada 2018, terpilihnya Anies-Sandi mencerminkan adanya polarisasi di masyarakat.

Baca Selengkapnya

Pilkada 2018 Diprediksi Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

17 Desember 2017

Pilkada 2018 Diprediksi Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

Kebijakan moneter yang telah dimulai sejak tahun ini dan kebijakan pemerintah untuk 2018 akan mampu menopang penguatan daya beli masyarakat.

Baca Selengkapnya

Ketua PSSI Nyalon di Pilkada Sumatera Utara, Ini Kata Kemenpora

22 November 2017

Ketua PSSI Nyalon di Pilkada Sumatera Utara, Ini Kata Kemenpora

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi akan maju dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023.

Baca Selengkapnya