Ratusan Guru Magetan Tuntut Pendataan GTT/PTT Dituntaskan

Reporter

Editor

Rabu, 18 Agustus 2010 18:01 WIB

TEMPO Interaktif, Magetan -Sedikitnya sekitar 300 Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meluruk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, Rabu (18/8).

Mereka menuntut pendataan GTT/PTT di daerah setempat segera diselesaikan hingga akhir Agustus tahun ini sebagaimada surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pendataaan Tenaga Honorer.

Setelah puas berorasi, sekitar 15 orang perwakilan GTT/PTT melakukan dialog dengan Komisi Bidang Pemerintahan dan Pendidikan DPRD Magetan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) di gedung dewan. Sementara GTT/PTT lainnya menunggu dan berkumpul di halaman kantor DPRD.

"Kami hanya meminta agar pendataan GTT/PTT ini bisa selesai. Jangan sampai ada nama-nama yang sudah layak tapi ketinggalan," ujar Nurul, salah satu GTT yang ikut unjukrasa. Menurutnya, sesuai surat edaran Menpan, pendataan sudah harus rampung Agustus tahun ini dan paling lambat diserahkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) tanggal 31 Agustus 2010.

Hingga kini, BKD Kabupaten Magetan masih melakukan pendataan GTT dan PTT. “Pendataan GTT dan PTT Magetan sudah kami lakukan dan sedang dalam proses penyelesaian, nggak ada yang namanya sengaja diulur-ulur. Apa yang kami lakukan sesuai dengan prosedur surat edaran Menpan,” tegas Kepala BKD Kabupaten Magetan, Sukowinardi usai dialog dengan perwakilan GTT.

Menurutnya, sesuai surat edaran Menpan, pendataan dilakukan berdasarkan dua kategori yaitu GTT yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan non APBD. “Pendataan yang APBD harus diserahkan tanggal 31 Agustus 2010, sementara untuk yang non-APBD ditargetkan selesai tanggal 30 Desember 2010,” jelasnya.

Dia mengutarakan selama ini ada sedikit kesalahpahaman di kalangan GTT/PTT yang menganggap semua pendataan harus selesai tanggal 31 Agustus 2010. "Padahal kan ada dua katergori itu. Ini masih dalam proses penyelesaian dan semoga secepatnya bisa selesai," harapnya.

ISHOMUDDIN

Berita terkait

4 Prodi dengan Kuota Terbesar di PPG Prajabatan 2024

7 hari lalu

4 Prodi dengan Kuota Terbesar di PPG Prajabatan 2024

Apa saja prodi dengan kuota terbesar di PPG Prajabatan?

Baca Selengkapnya

Pendaftaran PPG Prajabatan 2024 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

26 hari lalu

Pendaftaran PPG Prajabatan 2024 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

PPG Prajabatan merupakan salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk memenuhi kebutuhan guru.

Baca Selengkapnya

Top 3 Tekno: Laptop Huawei Matebook D14, Guru Bicara Ekskul Pramuka

30 hari lalu

Top 3 Tekno: Laptop Huawei Matebook D14, Guru Bicara Ekskul Pramuka

Selain spesifikasi laptop Huawei Matebook D14 terbaru dan 5 catatan para guru atas polemik ekskul Pramuka, ada juga soal ledakan amunisi kedaluwarsa.

Baca Selengkapnya

Samsung Tingkatkan Kompetensi Digital Guru dan Dosen melalui Samsung Innovation Campus

37 hari lalu

Samsung Tingkatkan Kompetensi Digital Guru dan Dosen melalui Samsung Innovation Campus

Samsung menggelar program Teachers Training bagi guru dan dosen dalam program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5 2023/2024.

Baca Selengkapnya

Seleksi ASN 2024, Kemendikbudristek Buka Formasi 419.146 Guru PPPK

49 hari lalu

Seleksi ASN 2024, Kemendikbudristek Buka Formasi 419.146 Guru PPPK

Seleksi PPPK tersebut diperuntukkan untuk guru di sekolah negeri.

Baca Selengkapnya

Mau Dijadikan Sumber Pembiayaan Makan Siang Gratis, Apa Fungsi Utama Dana BOS?

4 Maret 2024

Mau Dijadikan Sumber Pembiayaan Makan Siang Gratis, Apa Fungsi Utama Dana BOS?

Perhimpunan Pendidikan dan Guru menolak jika makan siang gratis menggunakan dana BOS

Baca Selengkapnya

Beda Respons PGRI Soal Makan Siang Gratis Pakai Dana Bos: yang Penting Ada Uangnya

4 Maret 2024

Beda Respons PGRI Soal Makan Siang Gratis Pakai Dana Bos: yang Penting Ada Uangnya

PGRI menilai, tidak ada yang perlu dipersoalkan mengenai pembiayaan program makan siang dan susu gratis yang menggunakan dana BOS.

Baca Selengkapnya

Marak Kasus Bullying, Jokowi kepada Guru: Jangan Sampai Ada Siswa Ketakutan di Sekolah

4 Maret 2024

Marak Kasus Bullying, Jokowi kepada Guru: Jangan Sampai Ada Siswa Ketakutan di Sekolah

Presiden Joko Widodo menunjukkan perhatiannya atas perundungan (bullying) yang terjadi di sekolah-sekolah.

Baca Selengkapnya

Respons Program Makan Siang Gratis, FSGI Singgung Teori Shang Yang, Apa Maksudnya?

4 Maret 2024

Respons Program Makan Siang Gratis, FSGI Singgung Teori Shang Yang, Apa Maksudnya?

FSGI merespons program makan siang gratis dengan menyinggung teori Shang Yang. Begini penjelasannya.

Baca Selengkapnya

Reaksi Para Guru Soal Makan Siang Gratis akan Gunakan Dana BOS

4 Maret 2024

Reaksi Para Guru Soal Makan Siang Gratis akan Gunakan Dana BOS

Menurut FSGI, penggunaan dana Bos untuk makan siang gratis menunjukkan pemerintah gagal memahami tujuan kebijakan itu.

Baca Selengkapnya