Kamis, 21 September 2017

Elektabilitas Naik di Survei CSIS, Jokowi: Harus Kerja Keras

Kamis, 14 September 2017 | 23:01 WIB
Presiden Jokowi (kiri) berbincang dengan para pimpinan ormas Islam usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, 6 September 2017. ANTARA/Rosa Panggabean

Presiden Jokowi (kiri) berbincang dengan para pimpinan ormas Islam usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, 6 September 2017. ANTARA/Rosa Panggabean.

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo tidak terlena dengan hasil survei CSIS yang menunjukkan masyarakat puas dengan kinerjanya dan elektabilitasnya naik. Ia malah mengatakan bahwa hasil survei itu tanda pemerintah harus bekerja lebih keras lagi.

"Hasil yang ditunjukkan survei itu harus memacu kami untuk bekerja lebih keras lagi," ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat awak media usai meresmikan gedung baru Perpusnas RI, Kamis, 14 September 2017.

Baca juga: Johan Budi: Pemerintah Tak Terlena Survei CSIS

Sebagaiman telah diberitakan, survei CSIS menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat. Bahkan elektabilitas Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019 juga ikut meningkat.

Untuk kepuasan terhadap kinerja pemerintah, survei CSIS mencatat peningkatan dari 66,5 persen menjadi 68,3 persen. Sementara itu, untuk elektabilitas, lebih tinggi lagi peningkatannya yaitu dari 41,9 persen menjadi 50,9 persen.


Baca juga: Kritisi Survei CSIS, Gerindra Optimistis dengan Elektabilitas Prabowo

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah terus bekerja keras untum memuaskan publik. Nah, nilai nilai baik dari survei, menurutnya, adalah nilai tambah dan catatan.

"Tugas kami adalah bekerja keras dan saya beserta seluruh kabinet akan terus bekerja keras karena memang tugas kita bekerja. Tentang penialaian baik atau tidak, kami serahkan ke masyarakat," ujar Jokowi.

Baca juga: CSIS: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi-JK Naik Terus

Secara terpisah, juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo menganggap tingginya elektabilitas Presiden Joko Widodo merupakan dampak dari kepercayaan publik. Sebab menurutnya, kedua hal itu berhubungan.

"Hasil survei yang menunjukan tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Jokowi masih tinggi. Jadi, selama menjalankan roda pemerintahan, Presiden Jokowi diapresiasi publik," ujar Johan mengakhiri.

ISTMAN MP


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.