Jumat, 22 September 2017

SBY Minta Presiden Jokowi Menolak Pelemahan KPK

Rabu, 13 September 2017 | 22:05 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta, 13 September 2017. Hari ini SBY dijadwalkan bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta, 13 September 2017. Hari ini SBY dijadwalkan bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka "Diskusi Sistem Integritas Partai Politik". Tempo/Budiarti Utami Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  meminta kepada Presiden Jokowi dan para pemimpin lembaga negara, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD agar mendukung KPK.

SBY juga mengatakan bahwa KPK, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), kejaksaan, dan pengadilan harus bekerja sama sebagai sesama lembaga penegak hukum. SBY menilai lembaga-lembaga tersebut sama pentingnya.

Baca juga: Masinton Jelaskan Soal Ide Pembekuan KPK

“Rakyat sedih jika lembaga-lembaga yang memiliki misi sama dalam pemberantasan korupsi ini tidak klop satu sama lain,”  kata SBY dalam acara "Diskusi Sistem Integritas Partai Politik" di kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu, 13 September 2017.

SBY berharap KPK tetap kuat meski dihadapkan pada banyak tantangan. "Agar KPK tetap kuat, tegar, jaga integritasnya, fair di dalam memproses mereka yang didakwa melakukan pelanggaran korupsi, tolak segala intervensi dari manapun, termasuk yang disebut obstruction of justice," kata SBY.


Baca juga: PDIP Bantah Ingin Membekukan KPK

SBY menegaskan bahwa partainya menolak segala upaya pelemahan, pembekuan, dan upaya pembubaran KPK yang belakangan ini menguat. Dia mengungkapkan, meski sebagian kader partainya terjerat korupsi, dukungan Demokrat terhadap KPK tidak akan berubah. “Jangan sampai kalau kadernya kena lantas melakukan tindakan sebaliknya," ujar SBY.

SBY mengatakan siap bekerja sama dengan KPK dalam membangun sistem integritas di partainya. Ia mengakui komisi antirasuah tersebut memiliki tugas berat dan dihadapkan pada banyak lawan. "Demokrat menyambut baik dan mendukung prakarsa dari KPK untuk bersama-sama membangun sistem integritas partai politik. Rakyat tahu KPK ini misinya besar, tantangannya besar, musuhnya juga banyak," kata SBY.

Baca juga: Usulan Pembekuan KPK, Seniman: Tanpa KPK Kita Alami Kegelapan

SBY mengapresiasi langkah KPK yang menginisiasi kolaborasi positif dengan partai-partai politik dalam upaya pencegahan, selain gencar melakukan penindakan terhadap tindak pidana korupsi. SBY mengatakan, demi membangun penyelenggara pemerintah dan pejabat negara yang bebas dari korupsi, integritas dan akuntabilitas perlu dibangun dari kader-kader partai politik.
 
"Partai Demokrat tiga tahun terakhir ini terus berupaya berbenah dan membangun diri. Kami ingin menjadi partai tengah dan modern," ujar SBY.

Baca juga: PDIP Sebut Pernyataan Henry Bekukan KPK Bukan Sikap Partai

Partai Demokrat adalah satu dari enam partai yang ditemui KPK terkait upaya membangun integritas partai politik ini. Sebelumnya, KPK telah menemui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Pada acara yang sama, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengapresiasi Partai Demokrat yang dinilai selangkah lebih maju dalam upaya membangun sistem integritas partai politik. Pasalnya, Partai Demokrat sudah memiliki satu departemen yang khusus berhubungan dengan KPK.

Baca juga: Fahri Hamzah: KPK Mau Beku, Mau Cair, Mau Bubar Santai Saja

"Saya dapat informasi dari tim kami, Partai Demokrat yang paling maju tentang masalah integritas. Bahkan sudah ada departemen yang khusus berhubungan dengan KPK dan sudah dilakukan berulang kali, tujuh kali bahkan, melakukan pendidikan," kata Basaria.
 
BUDIARTI UTAMI PUTRI


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.