Kamis, 21 September 2017

Prabowo Sebut Gaji Wartawan Kecil, Tak Pernah Belanja di Mal  

Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:08 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi hadiah dua lukisan Bung Karno kepada Rachmawati Soekarnoputri di Universitas Bung Karno, Jakarta, 17 Agustus 2017. Tempo/Avit Hidayat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi hadiah dua lukisan Bung Karno kepada Rachmawati Soekarnoputri di Universitas Bung Karno, Jakarta, 17 Agustus 2017. Tempo/Avit Hidayat.

TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilih berbicara soal kerja dan kehidupan wartawan ketika ditanya soal politik praktis ketika. Ditemui wartawan usai upacara peringatan hari kemerdekaan di Universitas Bung Karno, Prabowo memilih bicara tentang gaji wartawan yang kecil dan mengatakan bahwa ia berupaya untuk membela wartawan ketimbang menjawab urusan politik. .
 
"Kita juga bela wartawan. Gaji kalian juga kecil kan?" tanya Prabowo kepada wartawan pada Kamis 17 Agustus 2017. Namun pertanyaan itu sebenarnya tak sungguh-sungguh dilontarkan, karena ia menjawab sendiri pertanyaannya dengan gurauan. "Tahu (saya), kelihatan dari muka kalian," ujar Prabowo yang diikuti gelak tawa.

BACA: Prabowo Hadiahi Rachmawati Dua Lukisan Bung Karno

Prabowo lalu mencoba meneruskan penjelasannya. Menurut Prabowo, setelah melihat wajah para wartawan, yang sebagian besar lusuh, membuatnya berpikir bahwa awak media tak pernah belanja di mall. "Betul kan? Hayo... jujur," kata Prabowo.
 
Para wartawan tertawa melihat cara Prabowo. Saat itu, Prabowo seolah-olah sedang mencoba mengalihkan perbincangan dari seputar pemilihan presiden maupun terkait dengan Perppu Ormas. Karena sebelumnya, seorang wartawan bertanya padanya, apakah Presiden Joko Widodo bisa disebut diktator ketika menerbitkan Perppu Ormas?

BACA: Prabowo: Hakim Bisa Disogok, Apalagi Wartawan
 
Prabowo berpikir sesaat, tidak buru-buru menjawab. Sejurus kemudian, wartawan lain bertanya tentang persoalan kebangsaan. Ia yang awalnya hendak berdiri, kembali duduk dan tertawa.
 
"Anda tanya tadi, presiden diktator tidak? Itu kan pertanyaan memancing statement," ucap Prabowo. Prabowo mengisyaratkan enggan menjawab pertanyaan tersebut. Prabowo tidak ingin mencela orang lain. Bagi dia, kewajiban pemimpin adalah mengingatkan, bukan memecah-belah bangsa.
 
 
AVIT HIDAYAT


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.