Selasa, 22 Agustus 2017

Kesederhanaan Ekstrem Buya Syafii Maarif  

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:05 WIB
Buya Syafii Maarif. Foto/Maarif Institute

Buya Syafii Maarif. Foto/Maarif Institute.

TEMPO.CO, Jakarta - Dua foto Buya Syafii Maarif menjadi viral di media sosial. Kedua foto itu menunjukkan perjalanan anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Ahmad Syafii Maarif, dari Jakarta menuju Bogor menggunakan KRL, untuk menghadiri peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diresmikan Presiden Joko Widodo, kemarin, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif Maarif Institute, pun menceritakan kisah tersebut. Ia memberikan judul tulisannya 'Keteladanan'. Ia mengisahkan perjalanan Buya Syafii Maarif dari penginapannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, menuju Stasiun KRL Tebet, sebelum naik KRL ke Stasiun Bogor.

Baca juga:
Viral, Kisah Buya Syafii Maarif Naik KRL ke Istana Bogor

Darraz menceritakan, sehari sebelumnya, Buya Syafii sudah berkomunikasi dengannya. “Direktur, sy otw Kby Lama, tomorrow to Bogor by KRL. Maarif,” tulis Buya Syafii kepada Darraz. “Saya kebetulan sedang tugas belajar di Semarang selama seminggu ini tak dapat menemani beliau,” ujarnya.

Ia menjelaskan dalam tulisannya, Maarif Institute sebetulnya selalu siap dengan kendaraan yang ada untuk mengantar-jemput Buya Syafii selama beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya. “Namun seringkali orang tua yang satu ini dalam beberapa hal, terutama dalam kesahajaan dan kesederhanaannya sangat konservatif dan terlalu ekstrim,” kata Darraz.

Baca pula:
Syafii Maarif Sebut UKP Pancasila Akan Naik Setingkat Kementerian

“Kami sudah tawarkan dengan sedikit paksaan agar Buya mau diantar oleh sopir MI. Namun beliau menolak, dan lebih memilih untuk tetap menggunakan KRL di pagi buta menuju Bogor. Namun demikian, ketika komunikasi sehari sebelumnya itu, saya tetap berpesan untuk memastikan saja, jika Buya tetap akan berangkat pakai KRL, maka harus ada yang menemani. Kali ini keponakan beliau, Asmul Khairi, tetap setia menemani beliau,” tulis Darraz.

Lebih lanjut, Darraz menuliskan, “Kesederhaan, kesahajaan, dan sikap untuk tidak mau bergantung pada orang lain serta kemerdekaan jiwa manusia sepuh ini menjadi satu bentuk keteladanan yang harus ditiru, setidaknya bagi kami anak-anak ideologisnya. Mungkin sedikit yang perlu Buya mengerti, sebagai anak-anaknya, seringkali kami cemas dan khawatir dengan sikap ‘ekstrem’ Buya semacam ini. Doa kami, semoga Buya sehat selalu, dan senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT. Amin”.

Kisah perjalanan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif untuk menghadiri Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor itu banyak mendapat apresiasi netizen.

S. DIAN ANDRYANTO


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?