Rabu, 16 Agustus 2017

Besok, KPK Akan Dampingi Novel Baswedan Diperiksa Polri  

Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:37 WIB
Novel Baswedan

Novel Baswedan.

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendampingi penyidik Novel Baswedan untuk diperiksa tim penyidik Polri, besok, 14 Agustus 2017. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan KPK telah menerima surat resmi permintaan pemeriksaan dari Polri, Jumat lalu.

"Setelah surat dari Polri diterima KPK, Jumat lalu, koordinasi kami lakukan dan direncanakan pemeriksaan besok di KBRI Singapura," kata Febri Diansyah melalui pesan pendek, Ahad, 13 Agustus 2017, saat mengkonfirmasi pemeriksaan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, terkait dengan penyerangan terhadap dirinya.

Baca juga:

Polda Metro Jaya Periksa Novel Baswedan di Singapura Pekan Depan

Selain didampingi tim, kata Febri, Novel akan didampingi pimpinan KPK. "Besok ada pimpinan yang juga akan ke Singapura," ujarnya. Febri berharap seusai pemeriksaan ini akan ada titik terang untuk menemukan penyerang Novel. Sehingga aktor intelektual di balik penyerangan itu juga bisa terungkap.

"Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk mengungkap kasus ini," kata Febri.

Baca pula:
Ada Tiga Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan

Setelah lebih dari 120 hari sejak penyerangan pada 11 April 2017, Novel mengatakan sedari awal bersedia untuk memberikan informasi dan diperiksa. Sejumlah informasi yang dimiliki Novel pun pernah disampaikan kepada penyidik yang datang ke Singapura sebelumnya.

Menurut Febri, Novel Baswedan sudah ikhlas dengan rencana operasi dan apa pun yang akan terjadi setelah itu. "KPK dan keluarga juga berharap doa dari seluruh pihak agar operasi dan segala perawatan berhasil, dan para penegak hukum diberikan kekuatan untuk mengungkap kasus ini," kata Febri.

MAYA AYU PUSPITASARI


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?