Selasa, 22 Agustus 2017

Warga Cirata Harus Berjalan 1 Kilometer untuk Dapat Air Bersih

Minggu, 13 Agustus 2017 | 18:57 WIB
Warga mengambil air di aliran sungai Cipamingkis yang kering akibat kemarau, Desa Sirnajati, Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Tiga bulan terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Warga mengambil air di aliran sungai Cipamingkis yang kering akibat kemarau, Desa Sirnajati, Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Tiga bulan terakhir warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. TEMPO/Dhemas Reviyanto.

TEMPO.CO, Cianjur - Ratusan kepala keluarga di Kampung Cirata, Desa Sukajadi, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, harus berjalan kaki satu kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Sejak dua bulan terakhir, warga kesulitan mendapat air bersih karena wilayah tersebut mengalami kekeringan. Untuk mendapatkan air, warga harus berjalan sampai sekitar satu kilometer atau mengantre di kran air milik perusahaan. Lina, 35 tahun, seorang warga mengatakan setiap tahun warga di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan air terutama ketika musim kemarau tiba.

Baca juga:
SPAM Umbulan, Pasokan Air Bersih Jangkau 1,3 Juta Warga Jatim

"Ada sumur di rumah, tapi kering. Sudah sejak lama begini, setiap tahun pasti susah air. Sekarang sudah dua bulan susah air," kata Lina, Ahad, 13 Agustus 2017.

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengambil ke kolam buatan di pinggir sungai sebagai penampungan air berjarak sekitar satu kilometer, melalui jalanan yang curam. Jika tidak warga harus rela antre panjang di depan perusahaan besar yang berdiri di wilayah tersebut.


Baca pula:
Puluhan Ribu Warga DI Yogyakarta Kekurangan Air Bersih

"Ketika kemarau tiba, perusahaan menyediakan dua keran air bersih di luar gerbang utama. Banyaknya warga yang antre membuat waktu menunggu sangat lama. Kalau mau cepat ambil ke sungai dengan jarak yang jauh," katanya.

Lina dan ratusan warga di wilayah tersebut berharap dinas terkait di Pemkab Cianjur, mencarikan solusi yang setiap tahun dirasa berat oleh warga. "Harapan kami ada sumur resapan atau bak penampung air yang bisa digunakan warga saat kemarau tiba karena selama ini keluhan kami tidak pernah terwujud," katanya.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, melakukan koordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti Cianjur untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman mengatakan, beberapa wilayah di Cianjur, mulai mengalami kekeringan termasuk Kecamatan Gekbrong. Laporan dari warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti Cianjur.

"Kami juga masih melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebab pasti hilangnya sumber air bersih di beberapa wilayah tersebut. Untuk persoalan air bersih kami telah berkoordinasi dengan Perumdam. Mereka telah mengirimkan bantuan mobil tanki air ke wilayah tersebut," katanya.

ANTARA  I  SDA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?