Minggu, 20 Agustus 2017

Jokowi Minta Mahasiswa Sering Posting Pancasila di Medsos  

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 16:46 WIB
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Museum Keris Kota Surakarta, 9 Agustus 2017. Foto: Dinda Leo Listy

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Museum Keris Kota Surakarta, 9 Agustus 2017. Foto: Dinda Leo Listy.

TEMPO.CO, Bogor — Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta mahasiswa untuk sering mengunggah mengenai Pancasila di media sosial. Tujuannya adalah untuk mengingatkan masyarakat soal keragaman bangsa.

"Kepada saudara-saudara mahasiswa, saya juga titip agar sering mem-posting mengenai Pancasila, ingatkan keragaman kita, kemajemukan kita seluruh rakyat," kata Jokowi saat peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Baca: Bukan Mensos, Najwa Shihab Sebut Proyeknya dengan Jokowi

Jokowi mengatakan Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki keragaman yang tinggi. Indonesia memiliki 715 suku, 1.100 lebih bahasa lokal, serta keragaman adat istiadat dan budaya. Dengan keragaman itu, Presiden mengingatkan bahwa tidak boleh ada pihak yang merasa benar sendiri.

Baca: Jokowi Ingin Ada Pendidikan Jurusan E-Sport

Dalam setiap kesempatan kunjungan kerja ke daerah, Jokowi memang kerap mengangkat keanekaragaman yang dimiliki Indonesia. Dari kabupaten/kota yang berjumlah ratusan, jumlah pulau yang mencapai 17 ribu lebih, keragaman suku, agama, hingga bahasa dan lainnya. Keragaman ini juga yang kerap menjadi materi pertanyaan Jokowi dalam setiap kuis berhadiah sepeda.

Menurut Jokowi, keragaman ini harus sadari bersama-sama. "Jangan kita satu-satu merasa benar sendiri, yang satu merasa pintar sendiri, yang satu merasa bisa sendiri," kata Jokowi.

Upaya mengingat keragaman itu, kata Jokowi, menjadi tugas bersama. Ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, pemerintah, maupun MPR. Semua pihak harus terlibat dalam kerja besar tersebut. "Mulai perguruan tinggi, ormas, organisasi keagamaan, pemuda harus bekerja sama dalam membina ideologi Pancasila di negara kita," kata Jokowi.

Peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila ini dilakukan oleh UKP PIP. Acara dihadiri Ketua UKP PIP Yudi Latief, Ketua Dewan Pengarah Megawati Soekarnoputri, dan anggota Dewan Pengarah, di antaranya Syafii Ma'arif, Mahfud Md., Tri Sutrisno, serta beberapa menteri Kabinet Kerja.

Program penguatan pendidikan Pancasila diikuti mahasiswa dan dosen dari 110 perguruan tinggi se-Indonesia. Program dilakukan selama hari, yakni 11-12 Agustus 2017. Selama program berlangsung, para peserta mendapat pemaparan materi dari sejumlah pembicara, di antaranya Megawati, Yudi Latief, dan lainnya.

Megawati sempat menunjukkan cara salam Pancasila yang diperkenalkan Bung Karno, yaitu dengan menggerakkan tangan tegak ke depan dengan lugas. Jokowi dan para peserta pendidikan Pancasila mengikuti arahan ini.

AMIRULLAH SUHADA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?