Minggu, 20 Agustus 2017

Ustadz Syam Minta Maaf ke MUI, Ceramahnya Diprotes Publik

Jum'at, 21 Juli 2017 | 07:09 WIB
Ustad Syamsuddin Nur Makka atau Ustad Syam. instagram.com

Ustad Syamsuddin Nur Makka atau Ustad Syam. instagram.com.

TEMPO.CO, Jakarta -Syamsuddin Nur Makka atau yang biasa disapa Ustadz Syam mendatangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta maaf setelah ceramahnya menuai protes dari publik. Dalam tayangan yang disiarkan Sabtu, 15 Juli 2017, penceramah dalam program Islam Itu Indah Trans TV itu mengatakan salah satu nikmat yang ada di surga adalah pesta seks.

"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks, minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia, inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Kenikmatan terbesar yang diberikan Allah swt adalah pesta seks. Karena inilah yang sudah ditahan di dunia oleh para lelaki. Laki-laki disuruh menahannya, lagi musim panas. Perempuan lebih kuat sebenarnya, saya tidak setuju kalau perempuan dikatakan lemah. Laki-laki kalau naik pesawat pasti pakai jaket. Perempuan pakai tanktop, Masya Allah kuatnya," itulah penggalan ceramah Ustadz Syam.

Baca juga:
Ceramah Ustaz Syam Menuai Protes, KPI Peringatkan TransTV

Ketua Komisi Dakwah MUI, K.H. Cholil Nafis mengatakan Ustaz Syam mendatangi kantor pusat MUI pada Selasa, 18 Juli 2017 dan meminta maaf. “Ia minta maaf atas salah ucap dan salah pemahaman tentang kehidupan di surga,” kata Cholil.

Ustaz Syam mengaku salah ucap dalam ceramahnya yang membahas kehidupan di surga itu. “Beberapa hari lalu Ustadz Syam salah ucap (sabqul lisan) tentang kehidupan di surga bersama para bidadari, sehingga ia bilang ada pesta seks,” kata Cholil.

Menurut Cholil, penceramah itu bermaksud untuk menggambarkan betapa nikmatnya kehidupan di akhirat apabila masuk surga. Ia ingin mengajak umat manusia agar menyalurkan hasrat seks sesuai aturan Islam supaya diberikan nikmat yang besar oleh Allah. Akan tetapi, menurut Cholil, ustadz itu mengakui bahwa ucapannya memang tak layak.

Sebelumnya, ceramah Ustaz Syam itu mendapat protes dari netizen. Ada netizen yang mengatakan bahwa apa yang dikatakan ustaz itu adalah ceramah yang tidak mendidik. "Yth @KPI_Pusat... Ini ujaran dalam ceramah yang tidak mendidik. Nanti anak2 kita yg muda belia pengen cepat2 masuk sorga @DivHumasPolri," kata akun @K_Muslim_UNRAM. Ada juga yang mempertanyaan kontrol dari Trans TV. "Ini @TRANSTV_CORP dari programming, produksi, EP, Produser sampai kreatif pada tidur apa? Kok yang begini bisa tayang?" kata akun @r0ckinray.

Oleh karena itu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan surat peringatan kepada Trans TV. Kepada KPI, pihak Trans TV juga meminta maaf dan berjanji untuk memperbaiki kesalahan itu. “Secara internal manajemen Trans TV sudah melakukan koordinasi dan evaluasi”, kata Latief dalam keterangan tertulis yang dibuat KPI.

Badan pengawas penyiaran itu juga memfasilitasi program 'Islam Itu Indah' untuk mendapat pembinaan dari MUI dan Kementerian Agama. Kedua lembaga agama tersebut bersedia untuk menjadi tempat konsultasi konten-konten siaran yang mengandung khilafiyah, (berbedaan mazhab). KPI berharap dengan adanya konsultasi ini, tidak ada lagi pembenaran terhadap suatu mazhab yang dapat menimbulkan kegaduhan publik. Termasuk juga masalah seperti ceramah Ustadz Syam yang mendapat protes dari publik penonton televisi.

NUR QOLBI   I  S. DIAN ANDRYANTO


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?