Aher: Penanganan Masalah Lingkungan Berhasil

Senin, 17 Juli 2017 | 19:42 WIB
Aher: Penanganan Masalah Lingkungan Berhasil
Aher: Penanganan Masalah Lingkungan Berhasil

INFO JABAR -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan berbagai upaya menyelesaikan persoalan lingkungan hidup guna meningkatkan mutu lingkungan Bumi Parahyangan membuahkan hasil.



Misalnya, area kawasan hutan lindung di Jawa Barat terus meningkat mencapai 37 persen atau naik 10 persen. Ahmad berkomitmen terus meningkatkan kawasan hutan lindung hingga mencapai angka 45 persen dari total semua wilayah Jawa Barat



“Mencanangkan 45 persen berangkat dari 27 persen bukan perkara kecil untuk wilayah seluas Jawa Barat,’’ kata Gubernur pada peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia di halaman parkir  Gedung Sate, Bandung, Senin, 17 Juli 2017.



Aher, sapaan akrab Ahmad, menuturkan, masyarakat menentukan kebiasaan atau budaya dalam sebuah kawasan. Tingkat kesadaran masyarakat sangat menentukan kelestarian alamnya.



 “Faktor utama yang harus diubah adalah budaya masyarakat itu sendiri agar masyarakat mulai menghormati lingkungan dengan sebaik-baiknya,” katanya.



Ahmad juga menyoroti masalah sungai dan waduk yang tingkat pencemarannya sedang naik. Ia mengaku pihaknya terus menggenjot agar rapor lingkungan hidup Jawa Barat membaik, terutama dari sisi pengelolaan Sungai Citarum. Program Citarum Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari (Bestari), kata Aher, menjadi fokus pengelolaan lingkungan hidup pemerintah provinsi Jawa Barat. Program Citarum Bestari digulirkan sejak 2014 dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan masyarakat atau disebut ecovillage.



Dalam program Citarum Bestari, terdapat lima gerakan, yakni tidak menebang pohon di hulu ke hilir, tidak membuang limbah ternak, tidak membuang limbah rumah tangga, tidak membuang limbah industri, serta tidak membuang sampah ke sungai.



“Terkait dengan konservasi, alhamdulillah gerakan rehabilitasi lahan kritis atau GRLK Jawa Barat sudah cukup berhasil. Mudah-mudahan terus kita lakukan sehingga makin lama hutan-hutan kita, makin lestari, dan makin hijau,’’ tuturnya.



Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutan tertulis menekankan pengelolaan lingkungan tidak hanya dalam perspektif eksploitasi alam. Modernisasi dan proporsionalitas pengelolaan lingkungan alam harus dengan konsep keberlanjutan serta berwawasan lingkungan sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian alam.



“Jadi jangan sekali-sekali ada upaya mengelabui bahwa perlindungan lingkungan akan menghambat investasi. Itu tidak benar sama sekali,” katanya.



Pada Hari Lingkungan Hidup Jawa Barat 2017, Ahmad memberikan penghargaan Raksa Prasada kategori individu atau kelompok masyarakat, sekolah berbudaya lingkungan (SBL), penyusun terbaik dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah 2016, dan penyusun terbaik kajian lingkungan hidup strategis RPMJD 2016. Selain itu, Ahmad memberikan hibah berupa alat pendukung bank sampah juga alat mesin pencacah organik.



Kategori individu atau kelompok masyarakat:





  1. Supriyatna (Kabupaten Bandung) – Perintis Lingkungan.


  2. Dedi Supriadi (Kabupaten Ciamis) – Perintis Lingkungan.


  3. Akhman Kurniawan (Kabupaten Sukabumi) – Pengabdi Lingkungan.




Kategori SBL:





  1. SDN Paduka Mandiri 4 Kota Cimahi,


  2. MIN 1 Kota Banjar,


  3. SMPN 3 Cileunyi Kabupaten Bandung,


  4. SMAN 2 Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi,


  5. MAN 2 Pangandaran, Kabupaten Pangandaran,


  6. SMKN 3 Bandung, Kota Bandung.




Penyusun terbaik dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah 2016:





  1. Pemda Kota Cirebon,


  2. Pemda Kota Depok.


  3. Pemda Kota Sukabum,.




Penyusun terbaik kajian lingkungan hidup strategis RPMJD 2016:





  1. Pemda Kabupaten Indramayu,


  2. Pemda Kabupaten Pangandaran.




Penerima Hibah Aset Alat Pendukung Bank Sampah dan Alat Mesin Pencacah Organik:





  1. SMPN 1 Cimaung Kabupaten Bandung (penerima hibah aset alat pendukung bank sampah)


  2. SMPN 1 Margaasih Kabupaten Bandung (penerima alat mesin pencacah organik . (*)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru