Di Depan Menteri Rini, Jokowi Bilang Tidak Ada Reshuffle Kabinet  

Kamis, 13 Juli 2017 | 18:19 WIB
Di Depan Menteri Rini, Jokowi Bilang Tidak Ada Reshuffle Kabinet  
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) mendengarkan pemaparan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum "ground breaking" pembangunan kereta api bandara di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 8 April 2017. Pembangunan ini untuk mewujudkan integrasi antarmoda angkutan publik. ANTARA FOTO

TEMPO.COMakassar - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan tidak akan ada reshuffle kabinet pekan ini seperti yang santer dikabarkan beberapa pekan terakhir. Hal itu ia pastikan di tengah kunjungan kerja ke Kalimantan Timur hari ini, Kamis, 13 Juli 2017.

"Enggak ada reshuffle hari ini. Enggak ada. Minggu ini juga enggak ada," ujar Presiden Jokowi saat meninjau hunian rumah bagi warga di Perumahan Pesona Bukti Batuah, Balikpapan, Kalimantan Timur, menjawab berbagai isu adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Baca juga: 
Reshuffle Kabinet, Tiga Menteri Wanita Jokowi Terancam Diganti

Dalam video yang diterima Tempo, Jokowi menyampaikan keterangan tersebut tepat di samping Menteri BUMN Rini Soemarno. Rini tampak sumringah dan tersenyum lebar di sisi Presiden Joko Widodo, yang mengenakan kemeja putih dan jaket biru, ketika Jokowi memastikan tidak ada reshuffle.

Sebagaimana diketahui, Rini adalah salah satu menteri yang namanya selalu muncul dalam bursa reshuffle kabinet. Salah satu penyebabnya tak lain adalah dinginnya hubungan ia dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Banyak yang menyebut Rini ogah berhubungan dengan Megawati, yang dulu pernah mempekerjakannya.

Baca pula:
Ketua Umum PDIP Megawati Bungkam Soal Reshuffle Kabinet Jokowi  

Selain karena hubungan yang dingin dengan PDIP, Rini disebut-sebut kerap masuk bursa reshuffle karena dianggap kurang mumpuni dalam bekerja. Kebijakan Rini sering dianggap berbagai pihak tidak sejalan dengan Presiden Joko Widodo, misalnya tidak mendukung pengembangan BUMN.

Nah, dalam kabar reshuffle tahun ini, namanya masuk kembali karena temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan. BPK mendapati kerja sama PT Pelindo II dengan Hutchison Port Holdings bermasalah. Saking bermasalahnya, potensi kerugian negara mencapai Rp 4,08 triliun.

Baca: 
PDIP Akui Pernah Memberi Catatan ke Jokowi Soal Menteri Rini

Presiden Jokowi enggan mengomentari lebih lanjut pertanyaan tentang reshuffle kabinet. Ditanyai lagi oleh wartawan, ia memberikan jawaban sama. Saat ditanya apakah akan ada agenda penting di Istana, ia menjawab bahwa di Istana Kepresidenan selalu ada agenda penting.

ISTMAN M.P.



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan