Mudik 2017, Waspadai Tiga Titik Rawan Kemacetan di Jawa Barat

Senin, 19 Juni 2017 | 21:34 WIB
Mudik 2017, Waspadai Tiga Titik Rawan Kemacetan di Jawa Barat
‎Ledakan arus balik memasuki H+4 mengalami puncaknya dan mengakibatkan kemacetan hingga 20 kilometer di ruas jalan tol Cipali, 21 Juli 2015. Kemacetan terjadi mulai dari gerbang utama Cikopo, Purwakarta hingga kilometer 98 Kalijati, Subang. TEMPO /Nanang Sutisna

TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di tiga titik di wilayah Jawa Barat, yakni di ruas tol kawasan Cikopo dan Palimanan serta jalur selatan Jawa Barat. Polda Jabar memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-2 lebaran.

Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jendral Anton Charliyan menyebutkan, pihaknya akan memberi perhatian khusus kepada masalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Untuk meminimalisir dampak, pihaknya akan memberlakukan sejumlah skema lalu lintas di jalan tol Cipali, jalur Pantai Utara dan jalur selatan.

Baca juga:
Urai Kemacetan, Tol Cipali Beri Diskon dan Bulatkan Tarif



"Jabar harus bisa mengatur arus agar tidak semua bertumpu di Brebes," kata dia, saat menggelar apel kesiapan operasi ramadniya 2017, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 19 Juni 2017.

Selain kemacetan, kecelakaan lalu lintas pun menjadi perhatian kepolisian. Ia menyebutkan, jalur rawan kecelakaan di Jabar berada di kawasan puncak dan Cadas Pangeran, Sumedang. Untuk itu, salah satu upaya pencegahan pihaknya berkerjasama dengan Dinas Perhubungan memeriksa kelaikan kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Terutama kendaraan umum seperti bus.

Baca pula:
Begini Rekayasa Lalu Lintas jika Jalur Mudik Bandung-Garut Banjir  

"Kali ini kita diminta proaktif. Seperti ada kesehatan mobile dan bahan bakar mobile," ujar Anton. Untuk mengamankan musim mudik tahun ini Polda Jabar mengerahkan 21 ribu personelnya. Sejumlahbpersonel.iti akan diterjunkan mulai dari Cikarang hingga perbatasan Brebes.  "Kekuatan dari Polda Jabar 21 ribu, adapun untuk instansi lain sekitar 13 ribu," ujarnya.

IQBAL T. LAZUARDI S

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan