Polisi Larang Sopir Tangki Pertamina Dirikan Tenda Aksi Mogok

Senin, 19 Juni 2017 | 21:29 WIB
Polisi Larang Sopir Tangki Pertamina Dirikan Tenda Aksi Mogok
Sopir tangki Pertamina menggelar aksi mogok di Plumpang, Jakarta Utara, Senin, 19 Juni 2017. Mereka menuntut diangkat sebagai karyawan tetap. (Tempo/Maria Fransisca).

TEMPO.CO, Banyuwangi - Kepolisian Resor Banyuwangi, Jawa Timur, melarang awak mobil tangki (AMT) Pertamina yang mogok, mendirikan posko dan tenda di depan kantor Pertamina setempat.

Awalnya sebanyak 156 AMT Pertamina Banyuwangi mendirikan tenda dan posko di depan kantor Depot Pertamina Tanjungwangi, Jalan Gatot Subroto sejak Senin dini hari, 19 Juni 2017 pukul 00.00 WIB. Tenda tersebut dipakai sebagai tempat berkumpul dan menginap AMT yang mogok hingga 26 Juni 2017.

Baca juga: Awak Tangki Pertamina Mogok Kerja, Polisi Bersiaga

Namun sekitar pukul 15.00, sejumlah polisi datang dan meminta mereka memindahkan tenda menjauhi kantor Pertamina. "Karena Pertamina itu obyek vital negara, jadi dilarang ada aksi dalam radius 500 meter," kata kepolisian.

Adu mulut pun sempat terjadi antara massa dan anggota polisi. Menurut pemimpin demoi, Busairi SR, mereka bukan untuk berunjuk rasa melainkan mogok kerja. "Mogok kerja itu dilindungi undang-undang," kata dia.

Akhirnya, setelah adu mulut itu, demonstran memindahkan poskonya sekitar 500 meter, di depan Pelabuhan Tanjung Wangi. Massa tetap melanjutkan aksi mogoknya. Selain ke SPBU Banyuwangi, AMT tersebut biasanya mendistribusikan BBM ke SPBU Jember, Situbondo dan Bondowoso.

Busairi mengatakan, aksi mogok mereka bagian dari mogok nasional di 11 daerah yang serentak mulai hari ini. Mogok tersebut untuk memprotes pemutusan hubungan kerja sepihak terhadap 414 AMT, sistem kerja kontrak dan jam kerja berlebihan. "Kami kerja lebih dari 12 jam," kata dia.

Banyak AMT, kata Busairi, telah bekerja selama 10 tahun tapi tidak diangkat sebagai karyawan tetap. AMT juga tak mendapat upah lembur dan asuransi. Padahal AMT memiliki risiko kerja yang tinggi dengan membawa barang yang mudah meledak.

Area Manager Communication and Relation Jatim Balinus Pertamina, Heppy Wulansari, mengatakan, pihaknya menjamin aksi mogok itu tidak mengganggu distribusi BBM ke masyarakat. "Kami sudah mengantisipasi agar mogok kerja AMT tidak mengganggu distribusi BBM," katanya.

Pertamina juga sudah berkordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga agar menyelesaikan permasalahan itu sebaik mungkin, sehingga sopr tangki tidak mogok kerja.
IKA NINGTYAS

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan