Puncak Arus Mudik Pelabuhan Sampit, Polisi Perketat Penjagaan

Senin, 19 Juni 2017 | 16:35 WIB
Puncak Arus Mudik Pelabuhan Sampit, Polisi Perketat Penjagaan
Ribuan penumpang KM Leuser yang akan melakukan mudik lebaran berebut masuk ke dalam kapal saat berada di pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah, (11/8). Kapal tujuan pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur memiliki kapasitas 1.500 penumpang, namun dikhawatirkan memuat penumpang melebihi kapasitas kapal. ANTARA/Untung Setiawan

TEMPO.CO, Palangkaraya - Diperkirakan puncak arus mudik melalui Pelabuhan Sampit akan terjadi tanggal 22-23 juni pada pekan ini. Kemarin, Ahad,18 Juni 2017 telah diberangkatkan 3 kapal menuju Surabaya dan Semarang dengan total penumpang 3.439 penumpang.

"Hari Senin kembali diberangkatkan 1 kapal menuju Semarang dengan jumlah penumpang 1.553 orang," kata Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah Kombespol Badarudin di Pelabuhan Sampit, Senin, 19 Juni 2017, terkait informasi arus mudik.

Baca juga:
Polda Bali Imbau Pengendara Waspada agar Tak Celaka Saat Mudik

Dijelaskanya bentuk pengawasan yang dilakukan terutama dari kejahatan seperti copet atau pemalak hingga barang bawaan penumpang yang mudik dan juga keselamatan saat penumpang menaiki kapal.

"Jangan sampai para penumpang ada yang jatuh ke air saat menaiki tangga kapal terutama penumpang yang membawa anak kecil," ujarnya.

Baca pula:
Mudik 2017, Kenapa 50 Masinis dan Kru Kereta Dites Urine Mendadak?

Polairud telah siapkan sejumlah personil dan Prasarana untuk mudik lebaran kali ini. Untuk Pelabuhan Sampit Polairud menurunkan 20 personil dan 2 kapal C2 dan C3, sedangkan untuk pengamanan pelabuhan Kumai diterjunkan 15 personil C2 dan C3, Ujarnya.
Ini

Sementara itu arus mudik dari data Pelabuhan Sampit jumlah jumlah pemudik yang melalui pelabuhan Sampit mencapai 19.128 orang atau naik 1,8 persen dibandingkan tahun 2016 lalu yang jumlahnya mencapai 18.790 orang. Jumlah keberangkatan (call) yang disiapkan sebanyak 17 call terdiri dari 9 call Riyani PTM Pelni dan 8 call oleh PT Dharma Lautan.

KARANA WW

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan