Mudik H-6 Lebaran, Tol Cipali Telan Korban 1 Tewas dan 8 Terluka  

Senin, 19 Juni 2017 | 15:21 WIB
Mudik H-6 Lebaran, Tol Cipali Telan Korban 1 Tewas dan 8 Terluka  
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.youtube.com

TEMPO.CO, Subang - Memasuki H-6 Lebaran arus mudik, jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menelan korban. Hal itu terjadi setelah minibus bernomor polisi B-8309-GJ terlibat kecelakaan yang menyebabkan 1 orang tewas dan 8 terluka. 

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Tempo, Senin, 19 Juni 2017, diketahui sebuah minibus Suzuki Futura yang dikemudikan Slamet Karsono, warga Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, datang dari arah Jakarta melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca: Mudik Lebaran, Polda Sumatera Barat Turunkan 3.268 Personel

Setibanya di lokasi kejadian, sekonyong-konyong ban belakangnya pecah, lalu oleng dan terguling, kemudian menerobos masuk ke pembatas jalan dan masuk ke jalur B Cirebon-Jakarta.



Seorang di antara penumpang minibus tersebut tewas di lokasi kejadian, sedangkan delapan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Korban tewas bernama Akman, warga Desa Cengkuang, Kecamatan Palimanan, Cirebon.

Korban tewas langsung dievakuasi ke Rumah Sakit M.H. Thamrin, Purwakarta, sedangkan korban luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Mutiara Hati, Pagaden, Subang, dan Sumber Waras, Cirebon.

Simak juga: Sopir Tangki Mogok, Pertamina Jamin Pasokan BBM Pemudik Pantura


Perwira Unit Patroli Jalan Raya Jalan Tol Cipali Inspektur Satu Heri Pranata mengatakan peristiwa kecelakaan tersebut diduga disebabkan oleh pecah ban. “Karena pecah ban, pengemudi tak mampu mengendalikan mobilnya, lalu oleng dan terguling sampai menerobos jalur B,” ujar Heri.

Menurut Heri, peristiwa kecelakaan tersebut merupakan yang pertama klai terjadi di ruas jalan tol Cipali sejak H-7 menjelang Lebaran. “Kami mengimbau para pengemudi agar tidak ngebut dan kontrol kondisi kendaraan dengan cermat sebelum berangkat mudik,” ujarnya soal musim mudik tahun ini.

NANANG SUTISNA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan