41 Penumpang Kapal Terbakar Mutiara Sentosa Dirawat di Puskesmas  

Sabtu, 20 Mei 2017 | 09:06 WIB
41 Penumpang Kapal Terbakar Mutiara Sentosa Dirawat di Puskesmas  
Ilustrasi kapal terbakar. BBC.co.uk

TEMPO.CO, Sumenep - Sebanyak 41 dari ratusan penumpang kapal terbakar KM Mutiara Sentosa I yang berhasil dievakuasi di Perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dirawat di Puskesmas setempat.

"Informasi dari anggota Polsek Masalembu Jumat malam, sekitar pukul pukul 23.40, sebagian penumpang yang dievakuasi itu langsung dibawa ke Puskesmas," kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Suwardi di Sumenep, Sabtu dini hari.

Baca juga:
Penumpang Kapal Terbakar Mutiara Sentosa Berhasil Dievakuasi



KM Mutiara Sentosa I milik PT Atosim Lampung Pelayaran itu terbakar pada hari Jumat (19/5) sekitar pukul 16.00 WIB di Laut Jawa pada posisi 05.33.01 S/ 114.34.25 E atau 17 mil dari Pulau Masalembu.

Sesuai dengan data manifes dari Kesyahbandaran Tanjung Perak Surabaya, KM Mutiara Sentosa I bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada hari Kamis (18/5) pukul 23.41 WIB dengan tujuan Balikpapan.

Baca pula:
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Sumenep, Penumpang Dievakuasi

Kapal yang dinakhodai oleh Eddy Sarwoto itu mengangkut 79 unit kendaraan bermotor, yakni truk besar 47 unit, truk sedang 10 unit, mobil kecil 21 unit, dan 2 unit sepeda motor.

Sementara jumlah penumpangnya sebanyak 132 orang dewasa dan dua anak-anak serta membawa 36 anak buah kapal (ABK).

"Informasi yang kami terima, sebanyak 89 penumpang kapal dilaporkan berada di Kantor Syahbandar Masalembu dan sebagian lainnya dalam perjalanan ke daratan," kata Suwardi.

Ia pun mengemukakan bahwa pihaknya terus menunggu laporan terbaru dari pimpinan dan anggota Polsek Masalembu terkait dengan musibah kapal terbakar tersebut.

ANTARA

Video Terkait: Kapal Mutiara Sentosa I Terbakar, 2 Heli Diterjunkan untuk Evakuasi







Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan