Spanduk 'Garudaku Kafir', BNPT: Bukti Propaganda Masuk ke Kampus  

Jum'at, 19 Mei 2017 | 12:07 WIB
Spanduk 'Garudaku Kafir', BNPT: Bukti Propaganda Masuk ke Kampus  
Pintu gerbang/gedung bagian depan kampus Undip Semarang. TEMPO/Budi Purwanto KOMUNIKA ONLINE

TEMPO.CO, Semarang - Kepala Subdirektorat Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel Sujatmiko mengaku telah mendeteksi keberadaan poster-poster provokatif di perguruan tinggi. Poster bertuliskan “Garudaku Kafir” itu tertempel di sejumlah titik di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. (Baca: Wali Kota Semarang Laporkan Penyebaran Spanduk 'Garudaku Kafir')

"Sudah ada bukti upaya propaganda masuk ke kampus," katanya, Kamis, 18 Mei 2017.

Ia mengaku belum mengetahui tujuan pasti pemasangan poster-poster provokatif itu. Karena itu, menurut dia, harus ada upaya pencegahan dengan mempererat persatuan dan kesatuan. Menindaklanjuti sejumlah poster provokatif bertuliskan “Garudaku Kafir” yang tertempel di beberapa titik di kampus FISIP Undip, petugas kampus mencopoti poster-poster itu.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Tengah masih memeriksa para saksi ihwal pemasangan poster. "Masih memeriksa saksi-saksi," ucap Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono di Semarang, Kamis. Menurut dia, belum diketahui pasti pelaku yang menempel poster-poster tersebut. Ia menyebutkan lokasi penempelan poster itu biasa dilalui banyak orang. (Baca: Penyebaran Spanduk dan Poster 'Garudaku Kafir', Polisi Cek CCTV)

Polda Jawa Tengah juga memeriksa CCTV milik Undip untuk menyelidiki penyebar spanduk dan poster bertuliskan “Garudaku Kafir”. Pemeriksaan CCTV itu untuk mengetahui pelaku pemasang spanduk dan penyebar poster bernuansa anti-NKRI tersebut. “Rekaman CCTV kami simpan,” ujarnya.

ANTARA | EDI FAISOL



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan