Taruna Akpol Tewas, Ada Luka pada Paru-paru dan Memar di Dada  

Jum'at, 19 Mei 2017 | 07:44 WIB
Taruna Akpol Tewas, Ada Luka pada Paru-paru dan Memar di Dada  
Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono. Budi Purwanto

TEMPO.CO, Semarang - Luka pada paru-paru diduga menjadi penyebab tewasnya taruna Akpol (Akademi Kepolisian), Semarang, bernama Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam. Hasil autopsi jenazah menunjukkan korban meninggal dengan luka di dua paru-parunya.

“Dari luka luar, ada luka memar di dada tengah, kiri, dan kanan. Sedangkan menurut hasil autopsi tim medis, korban tewas akibat luka pada dua paru-parunya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Djarod Padakova, Kamis malam, 18 Mei 2017.

Baca: Korban Penganiayaan Taruna Akpol Kecewa

Kerusakan pada dua paru-paru itu, menurut Djarod, menimbulkan korban gagal napas dan kekurangan oksigen. Kerusakan paru-paru Adam diduga akibat penganiayaan. Korban tewas pada Kamis sekitar pukul 02.45 WIB.

“Yang bersangkutan awalnya pingsan di gudang yang menjadi tempat kejadian perkara. Korban dibawa ke rumah sakit, tapi mengembuskan napas terakhir di sana,” ucap Djarod.

Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono sebelumnya menduga terjadi pemukulan terhadap korban. Hal itu dibuktikan oleh luka luar memar pada dada. “Dari visum luar, ada bekas memar pada dada. Diduga, terjadi  pemukulan terhadap taruna tersebut,” ujarnya.

Condro memastikan akan menjerat pelaku secara pidana karena ada dugaan unsur kekerasan. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk memanggil 21 saksi yang tinggal di Asrama Akpol, Semarang.

“Mereka merupakan taruna tingkat II dan tingkat III yang ada di lokasi kejadian. Sedangkan taruna tingkat IV berada di luar,” tutur Condro. Sebanyak 21 taruna Akpol yang dimintai keterangan itu diduga mengetahui kejadian tersebut karena berada di lokasi saat korban mengalami pemukulan.

EDI FAISOL



Video Terkait:
Ada Bekas Memar Pada Tubuh Taruna Akpol yang Tewas, Polisi Periksa 21 Taruna Lain







Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan