Sepekan Kabur, Napi Rutan Sialang Bungkuk Ini Menyerahkan Diri  

Minggu, 14 Mei 2017 | 15:01 WIB
Sepekan Kabur, Napi Rutan Sialang Bungkuk Ini Menyerahkan Diri  
Seorang napi lapas Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru yang melarikan diri tertangkap. TEMPO/Riyan Nofitra

TEMPO.CO, Pekanbaru - Nanda Nugraha, 24 tahun, seorang narapidana Rumah Tahanan Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, yang kabur pada Jumat pekan lalu memutuskan menyerahkan diri ke polisi setelah satu pekan dalam pelarian.

Napi kasus penjambretan itu akhirnya bersedia kembali ke rutan setelah dibujuk keluarganya. "Ada niat kembali ke rutan karena dibujuk keluarga," kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Inspektur Dua Dodi Vivino, Minggu, 14 Mei 2017.

Baca: Yasonna Akui Tahanan Rutan Pekanbaru Diperlakukan Tak Manusiawi

Menurut Dodi, pelaku menyerahkan diri diantarkan langsung oleh keluarga pada Sabtu malam, 13 Mei 2017, sekitar pukul 21.30. Nanda merupakan satu dari 448 narapidana yang kabur pada Jumat, 5 Mei 2017.

Saat melarikan diri, pelaku nekat menyeberangi sungai. Dia kemudian menghentikan pengendara sepeda motor dan minta diantarkan ke rumah orang tuanya di Jalan Belimbing, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru.

Sedangkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo menuturkan hingga kini polisi telah berhasil menangkap 322 napi yang kabur. Adapun 126 sisanya masih buron. "Situasi Rutan Sialang Bungkuk aman terkendali," ucapnya.

Simak: Napi Pekanbaru Kabur, 6 Pegawai Rutan Diduga Pungli Diperiksa

Sebelumnya, 448 tahanan kabur dari Rutan Kelas II-B Pekanbaru yang berada di Jalan Sialang Bungkuk Nomor 2, Tenayan Raya, Pekanbaru, dengan cara mendobrak salah satu pintu hingga terbuka. Para napi mengamuk diduga karena kecewa atas pelayanan rutan yang marak dengan pungutan liar.

Para napi mengaku kerap dipersulit dalam pengurusan cuti bersyarat. Belum lagi suasana rutan tidak kondusif lantaran melebihi kapasitas. Rutan yang seharusnya diisi untuk 369 orang justru dihuni lebih dari 1.800 tahanan.

RIYAN NOFITRA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan