Mencicipi Kopi Gratis di Halaman Gedung Sate

Senin, 20 Maret 2017 | 17:14 WIB
Mencicipi Kopi Gratis di Halaman Gedung Sate
Pada 1922 kopi Java Preanger sempat punah karena penyakit tanaman.

INFO JABAR - Puluhan petani dan produsen kopi ambil bagian dalam acara #NgopiSaraosna Vol. 1 di halaman Gedung Sate, Bandung, Minggu pagi, 19 Maret 2017. Mereka membagikan kopi tubruk dengan cita rasa masing-masing secara cuma-cuma kepada para pengunjung.



Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) beserta istri, Netty Heryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berbaur dengan sekitar 4.000 pengunjung. Mereka juga menyeruput kopi.



Sebagai pencinta kopi, Aher memuji kenikmatan kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat kopi terbaik di dunia, kopi Java Preanger dari Gunung Puntang. “Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Meski asal muasalnya dari Kenya, langsung dibawa ke sini (Jawa Barat) lewat jalur murni, mata rantai emas,” ujar Aher dalam sambutannya.



Dia menjelaskan, pada 1922 kopi Java Preanger sempat punah karena penyakit tanaman. “Sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia pada April 2016 di Atlanta," katanya bangga.



Dalam kesempatan tersebut, Aher juga menjelaskan manfaat kopi bagi tubuh, sepanjang dikonsumsi secara benar. Menurut dia, kopi dapat memperkuat kinerja saraf tubuh. Kopi juga menjadi obat herbal yang mencegah alzheimer atau penyakit pikun.



Aher juga menampik kopi dapat menyebabkan penyakit jantung. “Kopi yang membuat dada berdebar itu pasti ada kesalahan saat mengolahnya. Kopi juga bukan penyebab penyakit jantung, justru memperkuat saraf jantung. Asal dikonsumsi tanpa gula,” katanya.



Pegiat kopi Kabupaten Bandung, Nanda Adi Nugraha, berharap acara ini dapat memperluas pasar kopi Jawa Barat. “Mudah-mudahan ada volume (kelanjutan acara) berikutnya dengan berbagai topik menarik, seperti pembahasan mengenai inovasi-inovasi di dunia kopi yang dapat mengangkat lebih bagi kopi Jawa Barat,” katanya.



Pegiat kopi Puntang, yang juga inisiator acara, Ayi Sutedja, mengatakan acara ini dimaksudkan untuk membangkitkan budaya minum kopi di masyarakat Jawa Barat. “Jawa Barat penghasil kopi kualitas premium, tapi sayang sekali masyarakat Jawa Barat banyak yang tidak mengetahui kalau kopi asli Jawa Barat itu mendapat pengakuan di tingkat internasional,” ucapnya.



Acara ini mendapat apresiasi dari pengunjung. Shera dan Dinda, yang datang dari Cimahi, misalnya, mengaku sengaja datang untuk mencicipi kopi Puntang peraih gelar kopi terbaik dunia. “Kami lihat info acaranya di Instagram. Kapan lagi bisa nyicip kopi-kopi terbaik, gratis lagi,” katanya. (*)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan