Kisah Cinta Unik Pemuda Madiun yang Menikahi Janda 67 Tahun

Senin, 20 Maret 2017 | 23:00 WIB
Kisah Cinta Unik Pemuda Madiun yang Menikahi Janda 67 Tahun
ANTARA/Syaiful Arif

TEMPO.CO, Madiun – Pasangan suami istri di Madiun ini memiliki keunikan tersediri. Mereka adalah Rokim, 24 tahun, dan Tampi, 67 tahun, warga Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang menikah pada Rabu pekan lalu.

Karena usia pengantin perempuan dan laki-laki selisih 43 tahun, pernikahan ini sempat menjadi viral di media sosial. “Ada pemuda desa yang menggungah akad nikah dan prosesinya ke facebook,’’ kata Kepala Dusun Petun, Rahayu Slamet, Senin, 20 Maret 2017.

Baca: Menikah Meningkatkan Peluang Hidup Lebih Lama Setelah Stroke

Akad nikah mereka berlangsung sederhana. Rokim memberikan mas kawin sebesar Rp 50 ribu. Uang itu diambil Tampi secara mendadak dari dalam tasnya. Lantas, pemuda yang lahir di Kabupaten Nganjuk, 10 Juni 1993 ini menyerahkan kepada penghulu.

Usai akad nikah, resepsi secara adat Jawa pun berlangsung. Sejumlah tetangga dan keluarga dari kedua mempelai menyaksikannya. "Tidak banyak,  hanya orang-orang dekat saja yang datang,’’ ujar Tampi.

Momentum itu begitu berarti bagi mereka. Tampi sama sekali tidak menyangka bakal menjadi istri seorang pemuda yang usianya jauh lebih muda. Tanpa banyak pertimbangan, janda tanpa anak dari pernikahan sebelumnya ini langsung menerima pernyataan cinta Rokim pada September 2016.

Simak: 5 Tanda Kamu Masih Ingin Bebas dan Belum Pantas Menikah

“Saya juga nggak paham mengapa mau. Padahal dulu ada beberapa pria yang melamar tapi saya tolak,’’ ujar perempuan yang lahir di Madiun pada 18 Januari 1950 ini sembari tersenyum. Tampi juga bukan perempuan kaya. Selama ini dia bekerja sebagai tukang pijat.

Sementara, Rokim telah memendam rasa cintanya kepada Tampi sejak delapan tahun silam. Kala itu, dia dengan beberapa anggota keluarganya datang ke rumah Tampi di Dusun Petung untuk pijat. Pijat dilakukan sebelum dia dikhitan.

Lihat: Perkawinan Anak Marak di Indonesia

Setelah itu, Rokim memendam sayang kepada Tampi. Sering berjalannya waktu, ia sering meminta pijat dengan ongkos Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. "Kalau pulang kerja dari Surabaya, saya sering ke sini untuk pijat. Setelah selesai ya langsung pulang ke Nganjuk,’’ ujar pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini.

Rokim berani mengungkapkan cintanya kepada Tampi September 2016. Dia ingin menikahi perempuan yang lebih tua tersebut. Bagi dia, Tampi jauh lebih dewasa dalam pemikiran. “Dengan menikah (dengan perempuan jauh lebih dewasa) membuat saya bisa menabung. Kalau bujang, uang hasil kerja sering bablas,’’ ujar Rokim.

NOFIKA DIAN NUGROHO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan