Sabtu, 19 Agustus 2017

Pengamat: Sikap Partai Demokrat Pilkada DKI, SBY Non-blok Terbaca

Minggu, 19 Maret 2017 | 09:07 WIB
Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. Dalam keterangannya SBY membantah ia terlibat dalam kasus Antasari Azhar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 14 Februari 2017. Dalam keterangannya SBY membantah ia terlibat dalam kasus Antasari Azhar. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengungkapkan, dirinya tak terkejut dengan sikap Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang tidak akan mengarahkan para relawan pendukung Agus-Sylvi untuk memilih pasangan calon gubernur tertentu pada putaran kedua Pilkada Jakarta 2017 ini. Sikap ini seakan menjadi representasi sikap Partai Demokrat dan ayahnya, SBY.

"Tak ada yang mengejutkan dari sikap Agus, maupun Partai Demokrat yang memilih non blok dalam pilkada putaran kedua Pilkada Jakarta,” kata Adi kepada tempo, Minggu, 19 Maret 2017.

Ia meyakini, sejak awal, partai besutan SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono itu terlihat gamang menentukan pilihan politiknya. Beda dengan yang dilakukan Partai Amanat Nasional, sinyalemen pilihannya kepada Anies-Sandi atau Partai Kebangkitan Bangsa yang cenderung merapat ke Ahok-Djarot.

Baca juga:
Pengamat Politik: Bisa Jadi SBY Pakai Jurus Pilpres 2014

Menurut Adi, secara politik SBY kurang akur dengan Prabowo sebagai penyokong Anies-Sandi maupun dengan Megawati yang mendukung Ahok-Djarot. “Alasan inilah yang membuat Demokrat tak mau memihak siapapun pada putaran kedua. Jika Mendukung salah satu mereka, berarti SBY secara tak langsung turut serta membesarkan lawan politiknya,” katanya.

Setelah hitung cepat lalu, Adi Prayotno sudah memprediksi, sikap Partai Demokrat tak jauh dengan sikapnya pada Pilpres 2014 lalu, tak menyatakan keberpihakan terhadap calon tertentu secara lugas. "Sepertinya SBY dan partainya akan bersikap sama seperti pilpres 2014," ucap Adi kepada Tempo, ketika itu, Minggu, 19 Februari 2017. "Ia bersikap netral, membebaskan pemilihnya mendukung dua kandidat tersisa, meski mayoritas elite dan pendukung Partai Demokrat memiliki kecenderungan lompat ke Anies," katanya.

S. DIAN ANDRYANTO


Simak berita lainnya:
Perkara E-KTP, Masinton: KPK Harus Fokus kepada Pelaku Utama
Pilkada Jabar 2018, Dedi Merasa Tak Bersaing dengan Ridwan Kamil


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?