Minggu, 20 Agustus 2017

Kisah Hasyim Muzadi Bandingkan Dirinya dengan Gus Dur  

Sabtu, 18 Maret 2017 | 18:53 WIB
KH Hasyim Muzadi: Ulama, Dosen, Politisi.

KH Hasyim Muzadi: Ulama, Dosen, Politisi..

TEMPO.CO, Bojonegoro -- Keluarga KH Hasyim Muzadi lainnya yang menetap di Surabaya adalah Fajrul Hakam Chozin. Fajrul bercerita, KH Hasyim Muzadi di mata keluarga merupakan figur yang humoris selain menguasai ilmu logika.

Fajrul mengatakan KH Hasyim Muzadi bisa diterima berbagai golongan masyarakat, seperti kelompok FPI yang diketuai Rizieq Syihab. (Baca: Rizieq Syihab Hadir di Rumah Duka Hasyim Muzadi) Ia mencontohkan KH Hasyim Muzadi pernah menjawab pertanyaan anggotanya yang membandingkan kepemimpinannya di Nahdlatul Ulama selalu ribut, sedangkan NU semasa dipimpin Gus Dur tidak pernah ribut.

"Gus Dur dulu memimpin orang seperti saya. Kalau sekarang saya memimpin orang seperti kamu-kamu ini, ya NU selalu ribut," tutur Chozin menirukan ucapan KH Hasyim Muzadi, Sabtu 18 Maret 2017.

Baca: Nusron Wahid: Empat Kali Beda Pendapat dengan Hasyim Muzadi

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang Umar Usman mengagumi sosok KH Hasyim Muzadi. Sebab, Hasyim memulai menjadi pengurus NU dari bawah. "Mulai jadi Ketua Ranting NU Bululawang," kata Umar, Jumat, 17 Maret 2017.


Karena konsistensi dan komitmennya dalam membangun organisasi, perlahan-lahan Hasyim menjadi pengurus cabang, pengurus wilayah, dan Ketua Umum Pengurus Besar NU. "Beliau contoh kader asli yang berangkat dari bawah," ucapnya.

Selain itu, pandangannya dijadikan acuan. Hasyim mampu menangkap isu nasional dan internasional secara lengkap, termasuk ancaman ekstremis kiri dan kanan yang menjadi pesan terakhir sebelum berpulang.

 

Baca: Hasyim Muzadi Wafat, Gus Sholah: Indonesia Kehilangan Tokoh Besar

"Mengenai bahaya ekstremis kiri dan kanan, saya juga mendukung," ujarnya. Dia berharap semua pihak terlibat mengantisipasi hal itu untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat.

Bahkan Hasyim juga dipercaya menjadi Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP). Kiprah Hasyim, menurut dia, nyata sebagai tokoh perdamaian dan pluralisme.

Hasyim Muzadi mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 16 Maret 2017, pukul 06.15 WIB. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang, sebelum pindah ke kediamannya. Jenazah Hasyim diberangkatkan dimakamkan di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok.

 

Baca: Ini Pesan Hasyim Muzadi untuk Bangsa Sebelum Meninggal  

Pria kelahiran 8 Agustus 1944 itu sempat mengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang. Dia menuntaskan pendidikannya di Institut Agama Islam Negeri Malang pada 1969. Hasyim pun sempat mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2004. Mereka kalah oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla di putaran kedua.

EKO WIDIANTO | YOHANES PASKALIS | ANTARA

Video Terkait:
KH Hasyim Muzadi: Ulama, Dosen, Politisi


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?