Kampus Tebuireng dan USAS Malaysia Teliti Gerakan Radikal

Sabtu, 11 Februari 2017 | 13:39 WIB
Kampus Tebuireng dan USAS Malaysia Teliti Gerakan Radikal
TEMPO/ Nita Dian

TEMPO.CO, Jombang - Kampus Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, akan berkolaborasi bersama dengan Universiti Sultan Azlan Shah (USAS) Malaysia, mengadakan penelitian terkait dengan gerakan radikal dan liberal di kawasan Asia.

Wakil Rektor III Kampus Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng, Jombang Mif Rohim Syarkun mengemukakan kolaborasi ini merupakan bentuk kerjasama penelitian bersama, serta menindaklanjuti program pertukaran pelajar.

"Kami mengadakan penelitian bersama. Selain penelitian, kami juga akan menjalin kerjasama program dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen antarkedua universitas," katanya di Jombang, Jumat 10 Februari 2017.



Baca juga:
Menteri Agama: Jangan Merasa Paling Benar dalam Beragama
Mau Curcol di Medsos Gara-gara Putus CInta? Cek Dulu Kiatnya



Rohim mengatakan, dalam program tersebut, juga akan melakukan penulisan jurnal ilmiah dan pertukaran budaya. Salah satu yang menjadi penelitian adalah terkait gerakan radikal dan liberal di kawasan Asia.

Dia menambahkan, dosen yang ingin mengambil studi S3 di USAS Malaysia pun, nantinya salah satunya akan diminta menjadi Co-promotor atau co-supervisor. Beberapa hal yang akan dilakukan, salah satunya dengan ikut berkontribusi menulis jurnal.

"Untuk penulisan jurnal, kami akan mengkaji pemikiran ke-Islaman yang dikembangkan oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari," tutur pria yang pernah mengajar di Universiti Teknologi Malaysia ini.

Sementara itu, Wakil Rektor I USAS Malaysia Wan Sobri mengatakan adanya kerjasama ini tentunya akan sangat menguntungkan kedua belah pihak.

Unhasy Jombang dikenal memiliki tradisi keilmuan yang cukup lama. Pesantren Tebuireng, Jombang ini termasuk pesantren yang sudah lama, berdiri pada 1899 dan Unhasy pada 1967, sehingga dari sisi tradisi keilmuan dan kajian ke-Islamanan dinilai cukup memadai.



Baca juga:
Badai Matahari Penyebab Paus Terdampar? NASA Mencari Jawaban
Wanita Ini Rekam Pengakuan Sang Ayah yang Memperkosanya



Datuk Wan Sabri mengatakan nota kesepahaman keduanya bekerja sama dalam bidang akademik, penulisan, penyelidikan (penelitian, red), pertukaran pelajar dan staf/ pengajar. "Supaya pengalaman yang sudah dimiliki dua universitas ini dapat dikongsikan (dikerjasamakan, red). 'Advantage-advantage' (keuntungan) masing-masing juga dapat dikongsikan," katanya  dengan logat khas Melayu.

Datuk Wan Sabri mengaku kagum dengan kondisi pesantren serta kampus di Tebuireng, Jombang ini. Kondisinya sangat terjaga serta rapi, sehingga santri dan pengunjung pun merasa nyaman.

"Saya sangat kagum dengan pondok dan kampus ini. Pondoknya sangat bersih dan teratur. Dan saya bangga bisa berpeluang menziarahi 'Allah Yarham Gus Dur'," katanya.

Kerjasama dua kampus tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unhasy Tebuireng, Jombang, dan USAS Malaysia di kampus Unhasy Tebuireng. Dari pihak USAS, delegasi dipimpin oleh "Deputy Vice-Chancellor Academic and Student Affair" (Wakil Rektor I), Datuk Wan Sabri Bin Wan Yusof, sedangkan delegasi Unhasy Jombang, dipimpin oleh Wakil Rektor I Unhasy Muhsin Ks.

Selain berkunjung ke kampus Unhasy, rombongan USAS, Malaysia, juga berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.



ANTARA





antara

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan