Polemik Ahok dan Ma'ruf, Kakak Ahok: NU Bukan Sumbu Pendek  

Sabtu, 04 Februari 2017 | 20:28 WIB
Polemik Ahok dan Ma'ruf, Kakak Ahok: NU Bukan Sumbu Pendek  
Kakak angkat Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama, Andi Analta Baso Amier (kanan) dan Nana Riwayatie (kiri) (Dok. Pribadi & Dok Antara)

TEMPO.CO, Jakarta - Saudara angkat calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Amier angkat bicara terkait polemik antara adiknya dengan ulama Nahdlatul Ulama (NU), Ma'ruf Amin. Menurut Andi, NU adalah organisasi Islam yang dewasa, sehingga tak mudah terpancing dengan ucapan Ahok yang dianggap mencecar Ma'ruf.

"NU itu bukan sumbu pendek, artinya ini adalah kedewasaan NU (menyikapi masalah)," kata dia saat ditemui Tempo sesuai kampanye Ahok-Djarot di Senayan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 4 Februari 2017. Beberapa waktu lalu Amier tahu Ahok sempat dianggap mengancam Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu ke kepolisian.

Baca: Di Akun Twitter, SBY Minta Maruf Amin untuk Tegar

Di dalam persidangan yang digelar pada 31 Januari 2017, Ahok menuding Ma'ruf memberi kesaksian palsu di hadapan majelis hakim. Pernyataan Ahok itu menyebabkan pro-kontra di tengah masyarakat. Sampai akhirnya Ahok meminta maaf kepada Ma'ruf atas ucapannya. Tak berapa lama setelah itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mendatangi rumah Ma'ruf diduga untuk memintakan maaf atas tindakan Ahok.

Amier mencermati polemik yang mendera adik angkatnya selama sepekan terakhir. Menurut dia, sebagian besar ulama NU sudah memberi kepercayaan ke NU, bahwa organisasi Islam terbesar di Indonesia itu sangat dewasa menyikapi persoalan ini. "NU dewasa tidak mudah termakan isu."

Baca: Ahok Belum Temui Ketua MUI Ma'ruf Amin, Ini Kendalanya 

Dia juga menilai NU bukanlah organisasi abal-abal dengan sumbu pendek. Amier menceritakan kedewasaan NU saat pemimpinnya Almarhum Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden. Jika NU mudah terpancing, maka saat itu juga ada gerakan besar membela Gus Dur.

Amier pun mengaitkan masalah ini dengan polemik yang dihadapi adiknya. Menurut dia, ada banyak kepentingan politik, terkait Pilkada DKI Jakarta yang berada di belakang isu memojokkan Ahok. "Ini karena ada unsur kebencian, kalau itu sudah dipakai, walau warna putih akan menjadi abu-abu," tutur dia.

Dia dan keluarganya akan menghadapi semua ini dengan lapang dada dan keikhlasan. Kata dia, apa pun tekanannya, Ahok akan bisa melewati semua. Karena itu, Ahok tak pernah mempermasalahkan meski ia menjadi gubernur ataupun tak lagi menjabat. Justru ia mendoakan agar negara ini selamat dari hal-hal yang memaksakan kehendak.

AVIT HIDAYAT

Baca juga:
Ini Pesan Megawati di KonserGue2
Demi Ahok-Djarot, Sejumlah Artis Rela Konser Tak Dibayar  



 



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan