L’Oreal dan Jababeka Gelar Mobile Clinic

Kamis, 12 Januari 2017 | 00:00 WIB
L’Oreal dan Jababeka Gelar Mobile Clinic
Jababeka Group selalu mendukung kegiatan CSR perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri Jababeka.

INFO NASIONAL - PT L’Oreal Indonesia bekerja sama dengan PT Jababeka Infrastruktur menggelar kegiatan corporate social responsibility (CSR) bertema Mobile Clinic di kantor Kepala Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 10-12 Januari 2017 ini diikuti sekitar 350 ibu dan balitanya.



Hadir dalam acara ini Ketua PKK Desa Pasir Gombong Hj Aminah, External Relations Manager L’Oreal Manufacturing Indonesia Yasmine Sagita, Direktur PT Towards Sustainable Businesses Claire Quillet, dan Manager CSR Jababeka Erry Imasari. Kegiatan ini bertepatan dengan pekan Mobile Clinic yang memasuki tahun ke-3. “Kami berterima kasih kepada PT L’Oreal yang telah peduli kepada lingkungan Desa Pasir Gombong. Kami juga berterima kasih kepada Jababeka Group yang telah menjembatani kami untuk terselenggaranya acara ini,” kata Aminah dalam sambutannya.



Claire Quillet mengajak peserta Mobile Clinic menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Yang pertama, CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Tujuannya agar anak-anak, bapak, dan ibu tidak kena diare. Yang kedua, cuci botol dengan menggunakan beras,” ujarnya.



Yasmine Sagita mengatakan tujuan diselenggarakannya Mobile Clinic adalah sebagai program kesehatan. “Programnya adalah program kesehatan berupa Mobile Posyandu buat ibu dan balita. Kenapa termasuk ibu? Karena ibu juga membutuhkan penyuluhan dan peningkatan pemahaman terkait dengan kesehatan bayi. Dalam hal ini, yang kita berikan adalah posyandu, pengecekan kesehatan balita, dan penyuluhan,” tuturnya.



Erry Imasari mengutarakan, selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka (KIJ), Jababeka Group selalu mendukung kegiatan CSR perusahaan-perusahaan yang berada di KIJ. Menurut dia, kegiatan Mobile Clinic tahun ini lebih fokus pada penyuluhan ibu dan anak. “Target kami 2.100 orang untuk mendapatkan penyuluhan tentang hygiene. Jadi ada tiga dusun dan per hari satu dusun. Setiap dusun memiliki tiga RT dengan tiga posyandu,” ucapnya.



Program kerja sama CSR ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang diwakili Dr Lia Nurlita. Kepada TPP ia mengatakan, untuk menjalankan PHBS, masyarakat harus melaksanakan 10 poin. Kesepuluh poin iu adalah melahirkan harus ditolong tenaga kesehatan; pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan, lalu pemberian ASI dan makanan pendamping sampai bayi berusia 2 tahun; lakukan penimbangan bayi setiap 3 bulan sekali; penggunaan air bersih; cuci tangan pakai sabun; menggunakan toilet; pemberantasan jentik nyamuk; makan sayur-sayuran yang mengandung vitamin A; olahraga 30 menit per hari; dilarang merokok di rumah. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan keluarga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh CSR bagi perusahaan lain di Bekasi,” ujarnya.



Selain diadakan pemeriksaan kesehatan bagi balita, diadakan penyuluhan kesehatan mengenai peningkatan gizi balita. Dalam kesempatan tersebut, dibagikan pula makanan pendamping ASI serta susu gratis saat pemeriksaan. (*)



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan