Pemuda Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional

Rabu, 11 Januari 2017 | 19:54 WIB
Pemuda Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meyakini pemuda mempunyai peran besar yang mewarnai setiap episode perjalanan bangsa.

INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan pendidikan dasar resimen mahasiswa (menwa) dapat menjadi wahana pembentukan sikap, mental, kemampuan fisik, disiplin, pengetahuan dan keterampilan dasar olah keprajuritan. Menwa juga harus menanamkan nilai-nilai kepada mahasiswa untuk melawan pengaruh buruk narkoba dan paham radikal.



“Menwa harus terus menanamkan nilai-nilai bela negara, terutama menghadapi ancaman zaman kekinian, seperti gempuran narkoba dan paham radikal,” kata Deddy selaku inspektur upacara dalam acara penutupan Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa Mahawarman Gelombang 1 Menwa ITB Tahun 2016/2017.



Acara yang diikuti 200 orang peserta ini diselenggarakan di halaman Gedung Sate Bandung, Rabu, 11 Januari 2017.



Menwa harus menjadi garda terdepan memerangi pelbagai ancaman tersebut karena pemuda adalah kekuatan pembangunan bangsa. Menurutnya, peran serta pemuda senantiasa mewarnai setiap episode perjalanan sejarah bangsa Indonesia.



"Tengok lah bagaimana para pemuda telah menorehkan tinta emas dalam sejarah kebangkitan nasional, 20 Mei 1908. Berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945," ucap Deddy.



Deddy menambahkan, perjuangan tersebut dapat dicapai karena pemuda saat itu menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme dan etos perjuangan yang tinggi, rela berjuang tanpa pamrih, berani berkorban, pantang menyerah, bersatu padu, dan cinta tanah air. Nilai-nilai itu masih relevan untuk diteladani dan diaktualisasikan para pemuda saat ini dan masa mendatang.



Deddy menyatakan 61,8 juta orang atau sekitar 24,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah pemuda usia 16-30 tahun. Adapun di Jawa Barat terdapat sekitar 12 juta penduduk usia 15-30 tahun. Pada tahun 2020 sampai 2035, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi dengan jumlah usia produktif diperkirakan mencapai 64 persen. Jumlah pemuda tersebut ia yakini akan menjadi kekuatan penggerak perekonomian nasional.



“Karena itu, pembangunan kepemudaan memiliki peran yang sangat strategis agar tercipta pemuda-pemudi harapan bangsa yang memiliki keunggulan komparatif, kompetitif, dan memiliki visi yang besar untuk membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa besar dan berdikari (berdiri di atas kaki sendiri),” ujarnya.(*) 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan