Pilot Citilink Sempoyongan, Ini Penjelasan Lengkap BNN  

Rabu, 11 Januari 2017 | 08:11 WIB
Pilot Citilink Sempoyongan, Ini Penjelasan Lengkap BNN  
CEO Citilink Albert Burhan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat, 30 Desember 2016. Langkah ini diambil setelah Citilink terbentur kasus adanya pilot yang diduga mabuk sebelum penerbangan dari Surabaya ke Jakarta pada 28 Desember 2016. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.COJakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan tidak mendeteksi ada zat narkotika dan adiktif dalam tubuh pilot Citilink Indonesia, Tekad Purna Agniamartanto. Tekad sempat membuat gempar karena sempoyongan saat hendak memasuki pesawat di Bandar Udara Juanda, Surabaya, pada 28 Desember 2016.

Juru bicara BNN Komisaris Besar, Slamet Pribadi, mengatakan hasil tersebut muncul setelah Tekad Purna menjalani pemeriksaan laboratorium dan assessment. "Assessment merupakan tes untuk mengetahui zat apa yang dipakai, cara pemakaiannya, jumlah, serta sejak kapan digunakan," katanya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2017.

Pilot Diduga Mabuk, Ini Pejelasan Citilink

Tekad Purna diperiksa pada 4 dan 5 Januari 2017. Tim pemeriksa mengambil contoh rambut dan urinenya untuk diperiksa. Selain tidak mendeteksi narkotika dan zat adiktif lainnya dalam tubuh Tekad, BNN mengantongi dua hasil lain. Berdasarkan pemeriksaan fisik, tidak ditemukan kelainan bermakna. 

Berdasarkan pemeriksaan psikis, kata Slamet, Tekad Purna memiliki gangguan penyesuaian. Menurut dia, gangguan penyesuaian bermakna adanya penurunan perasaan terkait dengan masalah yang sudah ada. "Bisa berkembang menjadi gangguan yang bersifat depresif," ucap Slamet, membacakan hasil pemeriksaan. 

Ngelantur Sebelum Terbang, Pilot Citilink Dikeluhkan

Slamet juga mengatakan Tekad Purna tak terbukti menggunakan narkotika jenis Gorilla atau AB-CHMINACA seperti rumor yang beredar. Zat yang mengandung ganja sintetis tersebut bisa dideteksi melalui uji laboratorium. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada zat yang mengindikasikan dia memakai narkotik," kata Slamet.

Selain diperiksa BNN, Tekad Purna diperiksa di Balai Kesehatan Penerbangan pada 28 dan 30 Desember 2016. "Hasilnya menunjukkan Tekad Purna dalam kondisi unfit," kata Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Muzaffar Ismail. 

Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Medianto mendefinisikan kondisi unfit dengan "personel penerbangan tidak memenuhi persyaratan yang tercantum dalam CASR 67". Adapun CASR adalah kependekan dari Civil Aviation Safety Regulations atau Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil. 

Citilink Pecat Pilot yang Diduga Mabuk

CASR 67 mengatur Standar Kesehatan dan Sertifikasi. Dalam aturan tersebut, tertera personel penerbangan harus memenuhi sejumlah syarat, seperti kesehatan mata, hidung, tenggorokan, telinga dan keseimbangan, mental hingga neurologis, juga kardiovaskuler.

Muzaffar mengatakan kondisi unfit bisa membahayakan keselamatan penerbangan. Kementerian Perhubungan pun memutuskan untuk mencabut izin lisensi Tekad Purna.

Pertimbangan lain pencabutan tersebut ialah hasil investigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Tekad diketahui melanggar CASR dan SOP perusahaan sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.

Pemeriksaan terhadap Tekad Purna berawal saat rekaman video yang menjadi viral. Dalam rekaman tersebut tampak Tekad meracau tak jelas dan diduga mabuk. Saat itu, Tekad hendak menerbangkan pesawat QG 800 rute Surabaya-Jakarta.

Atas kejadian tersebut, CEO Citilink Albert Burhan dan Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno mengundurkan diri dari jabatannya. 

VINDRY FLORENTIN

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan