Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penanganan Kasus Ahok, Pimpinan Ormas Islam Tak Mau Berspekulasi  

image-gnews
Massa yang tergabung dalam Ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, 14 Oktober 2016. REUTERS
Massa yang tergabung dalam Ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, 14 Oktober 2016. REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Para pimpinan ormas Islam enggan berspekulasi soal kelanjutan penanganan perkara dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada calon Gubernur DKI Jakarta inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Rabu sore, Presiden Joko Widodo mengumpulkan para pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengatakan kasus Ahok sudah ditangani secara hukum, tegas, dan transparan.

"Saya tegaskan lagi bahwa saya tidak akan pernah mengintervensi, apalagi melindungi Basuki Tjahaja Purnama saat proses hukum sedang berjalan. Saya tak ingin ada prasangka buruk," ujar Jokowi.

Namun, usai pertemuan itu, para pimpinan ormas Islam enggan berkomentar apakah siap menerima apa pun hasil dari proses hukum terhadap Ahok.

"Kami hanya sampaikan kepada pemerintah agar penegak hukum bisa menunjukkan proses hukum yang adil. Besok hasilnya bagaimana, ya, dilihat besok," ujar juru bicara para pimpinan ormas Islam yang hadir, Yusnar Yusuf dari Jami'atul Washliyah, Rabu, 9 November 2016.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Yusnar mengatakan pihaknya belum bisa berkomentar karena merasa tidak pantas mengomentari hal yang belum ada. Karena itu, kata dia, para ulama memilih untuk menunggu hasil, baru kemudian komentar. "Insya Allah, kita coba awasi bersama-sama proses hukumnya. Tidak hanya kepada sesama ormas Islam, melainkan kepada Indonesia," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam. Usamah menuturkan pihaknya akan mencoba memegang janji yang telah disampaikan Jokowi terkait dengan proses hukum terhadap Ahok.

Usamah mengatakan tidak pas apabila pihaknya berprasangka buruk terhadap proses hukum yang berjalan dan apa pun hasilnya nanti. "Kami lihat langkah-langkah kepolisian, jangan dulu suudzon. Kebijakan dan instruksi presiden sudah bagus," tuturnya.

ISTMAN MP

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Begini Sosok TikToker Asal Bekasi Galih Loss yang Ditangkap Kasus Penistaan Agama

23 jam lalu

Galih Loss. Foto: Instagram.
Begini Sosok TikToker Asal Bekasi Galih Loss yang Ditangkap Kasus Penistaan Agama

Di mata tetangga, Galih Loss disebut jarang bercengkerama dengan warga sekitar.


Galih Loss Minta Maaf Usai Buat Video Penistaan Agama di TikTok

1 hari lalu

Tiktoker Galihloss3 memegang HP yang digunakan untuk mengunggah konten yang diduga bermuatan SARA. Dokumentasi Polda Metro Jaya
Galih Loss Minta Maaf Usai Buat Video Penistaan Agama di TikTok

Galih Loss Minta maaf dan mengakui video TikTok yang diunggah menistakan agama Islam.


Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

1 hari lalu

Kreator Konten, Galih Loss. Foto: Instagram.
Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

Kasus yang menjerat Galih Loss menambah daftar panjang kasus penistaan agama di Indonesia.


Ini Isi Konten TikToker Galih Loss yang Diduga Lakukan Penistaan Agama

1 hari lalu

Galih Noval Aji Prakoso ditangkap polisi pada 22 April 2024 karena unggahan video di TikTok @galihloss3 soal penyebaran kebencian berbasis SARA. Sumber: Polda Metro Jaya
Ini Isi Konten TikToker Galih Loss yang Diduga Lakukan Penistaan Agama

TikToker Galih Loss ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.


Profil Galih Loss, TikTokers yang Ditangkap Karena Penistaan Agama

1 hari lalu

Galih Loss. Foto: Instagram.
Profil Galih Loss, TikTokers yang Ditangkap Karena Penistaan Agama

Profil Galih Loss yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait penistaan agama.


Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

1 hari lalu

Gilbert Lumoindong. Instagram
Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

Pendeta Gilbert Lumoindong dilaporkan ke polisi atas ceramahnya yang dianggap menghina sejumlah ibadah umat Islam.


Sebelum Ditangkap, Galih Loss Menyatakan Berhenti Bikin Konten

2 hari lalu

Galih Loss. Foto: Instagram.
Sebelum Ditangkap, Galih Loss Menyatakan Berhenti Bikin Konten

Sehari sebelum ditangkap, Galih Loss mengunggah video yang menyatakan berhenti membuat konten.


SETARA Institute Minta Polda Metro Jaya Terapkan Restorative Justice atas Laporan Penistaan Agama oleh Gilbert Lumoindong:

2 hari lalu

Gilbert Lumoindong. Instagram
SETARA Institute Minta Polda Metro Jaya Terapkan Restorative Justice atas Laporan Penistaan Agama oleh Gilbert Lumoindong:

Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan menyebut seharusnya polisi mengabaikan dan tidak menindaklanjuti laporan terhadap Gilbert Lumoindong


Kasus Panji Gumilang dari Pencucian Uang hingga Penistaan Agama

2 hari lalu

Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang mendatangi Mabes Polri untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2023. Panji Gumilang diperiksa atas kasus dugaan penistaan agama, ujaran kebencian, berita bohong, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hingga penyalahgunaan uang zakat. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Panji Gumilang dari Pencucian Uang hingga Penistaan Agama

Kilas balik kasus Panji Gumilang yang dikenakan pasal penistaan agama dan dilaporkan melakukan pencucian uang (TPPU).


Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

4 hari lalu

Gilbert Lumoindong. Instagram
Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

"Saya tidak ada niat, saya mencintai umat Muslim. Saya minta maaf," kata Gilbert Lumoindong