Diguyur Hujan, Jalur Pantura Brebes-Pemalang Berlubang

Jum'at, 23 September 2016 | 22:40 WIB
Diguyur Hujan, Jalur Pantura Brebes-Pemalang Berlubang
ANTARA/Oky Lukmansyah

TEMPO.CO, Tegal - Sejumlah ruas jalan di jalur pantura di Brebes, Tegal, hingga Pemalang, berlubang setelah diguyur hujan selama beberapa hari terakhir. Hamparan lubang bukan hanya di pinggir jalan, tapi juga di tengah, sehingga membahayakan pengendara. “Saya beberapa kali hampir terjatuh gara-gara tidak tahu ada lubang,” ujar Nugroho, pengendara sepeda motor, Jumat, 23 September 2016.

Nugroho, 27 tahun, mengatakan sering bolak-balik lewat jalur itu tapi baru menyadari kondisinya jalan semakin rusak. "Banyak lubang baru setelah hujan,” kata warga Brebes ini.

Seorang pengendara truk, Iskandar, 40 tahun, mengaku khawatir kondisi ini akan membahayakan pengendara. Apalagi para pengemudi sepeda motor. Jika lengah sedikit bisa terjatuh. Dia kerap menemui pesepeda motor jatuh lantaran menerjang lubang. “Banyak yang jatuh terus tertabrak kendaraan dibelakangnya,” katanya.

Pantauan Tempo selama satu pekan terakhir ini, sejumlah jalan yang berlubang yakni di ruas Kaligangsa perbatasan Tegal-Brebes, di dua lajur baik dari barat-timur maupun sebaliknya. Rusaknya jalan tersebut membahayakan pengendara, karena pengendara yang melintas rata-rata menggunakan kecepatan yang tinggi. Jika lengah sedikit, pengendara terutama sepeda motor akan menerjang lubang dan tergelincir.



Di jalur pantura Kota Tegal, lubang dengan berbagai ukuran juga bertebaran di Jalan Kolonel Sugiyono di lajur Jakarta-Semarang. Diameter lubang bervariasi mulai dari 20 hingga 50 sentemeter. Sedangkan kedalaman lubang sekitar lima hingga 10 sentimeter.



Kondisi serupa juga terjadi di Jalur Pantura Pemalang. Tepatnya di lajur Ulujami hingga Kabupaten Tegal atau sejauh 30 kilometer. Kerusakan terjadi di dua lajur baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya.



Kerusakan jalan di Pemalang jaluh lebih parah. Lubang-lubang dengan diameter antara 30 sentimeter hingga satu meter tampak menganga membahayakan pengendara. Adapun kedalaman lubang mencapai 15 sentimeter. Bahkan, aspal mengelupas sehingga membuat lapisan beton yang berada di bawahnya terlihat.



Kepala Satuan lalu Lintas Polres Pemalang, Ajun Komisaris Ardiansyah Suryo, mengatakan akan melakukan patroli secara intensif untuk menekan angka kecelakaan. Apalagi, saat malam hari, sejumlah titik jalur pantura banyak yang belum dilengkapi lampu penerangan. Sehingga membahayakan pengendara ketika melintas pada malam hari. “Nanti kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan patroli,” kata dia.



MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan