Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pilkada DKI: Risma dan Untung-Rugi Melawan Ahok  

Editor

Bobby Chandra

image-gnews
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri); Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. dok.TEMPO
Iklan

TEMPO.COJakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dinilai akan mendapatkan keuntungan sekaligus kerugian jika maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Salah satu keuntungan yang bakal didapatkan adalah popularitas Risma bakal naik tajam. “Pemilihan Gubernur Jakarta merupakan etalase nasional,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Zaenal Budiyono, Senin, 8 Agustus 2016. 

Menurut Zaenal, popularitas Risma bisa terkerek karena calon yang dihadapi adalah inkumben Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam berbagai survei, popularitas Ahok masih di atas calon lain. Kesuksesan sebagai wali kota menjadi modal utama Risma. Masyarakat menilai Risma banyak melakukan perubahan. Bahkan Zaenal melihat peluang Risma tetap besar untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 jika dia gagal dalam pemilihan di Jakarta. “Popularitasnya semakin tinggi setelah di pilkada Jakarta,” ujarnya.

BACA: Janji Risma Tetap Bertahan untuk Surabaya Ditagih

Nama Risma terus menguat untuk diusulkan menjadi calon Gubernur DKI. Senin, 8 Agustus 2016, sebanyak tujuh partai tak keberatan Risma maju untuk melawan Ahok. Partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional. Sampai saat ini, Risma belum menyatakan akan maju dalam pilkada Jakarta.

Namun Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyatakan karier politik Risma di Jawa Timur bakal berakhir jika mengejar kursi DKI-1. Sebab, untuk mencalonkan diri, Risma harus mundur dari jabatan wali kota. Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. “Risma tidak menyelesaikan masa jabatannya di Surabaya,” ujarnya.

BACA: Pilkada DKI: Head to Head, Ahok Versus Siapa?

Kerugian lain, menurut Yunarto, publik akan menilai Risma sama dengan politikus lain yang mengincar jabatan dan mengabaikan program kerja. Padahal program kerja Risma hingga 2021 adalah menyejahterakan warga Surabaya, mendorong anak-anak belajar agar menjadi tuan rumah di kotanya, dan memaksimalkan pembangunan infrastruktur.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Yunarto pesimistis, jika Risma menang dalam pemilihan Gubernur DKI, ia dapat menang dalam pemilihan presiden pada 2019. Sebab, pemilihan presiden yang akan datang berbeda dengan dua tahun lalu. Ketika Jokowi maju dalam pemilihan 2014, masyarakat membutuhkan pemimpin baru pengganti Susilo Bambang Yudhoyono, yang menjabat selama dua periode. Apalagi, kata dia, saat ini ada calon inkumben, yakni Presiden Jokowi sendiri. “Seperti melawan SBY-Boediono pada 2009,” ucapnya.

BACA: Pilgub DKI: Dukungan ke Risma Menguat, PDIP Bikin Kejutan?

PDIP sendiri hingga saat ini belum memutuskan akan mencalonkan Risma, walaupun namanya di lingkup internal partai paling tinggi untuk pemilihan di Jakarta. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan partainya masih melihat dukungan masyarakat. “Belum ada rapat final untuk pilkada Jakarta,” ujarnya.

MOHAMMAD SYARRAFAH | LARISSA HUDA

BACA JUGA
Rio2016: Riau Ega Menang, Pemanah Nomor Satu Dunia Syok
Heboh Mi Bikini: Terancam Bui, Inilah 'Dosa-dosa' Pertiwi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Termasuk Nama Potensial di Pilkada Jakarta, Mengapa Anies Baswedan Belum Terpikir Maju?

4 hari lalu

Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, menyambangi rumah dinas pasangannya dalam kontestasi pilpres 2024, Muhaimin Iskandar, di Jl. Widya Chandra IV No. 23, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 20 April 2024. Anies bersama keluarganya tiba di rumah dinas Cak Imin pukul 14.46 WIB. TEMPO/Defara
Termasuk Nama Potensial di Pilkada Jakarta, Mengapa Anies Baswedan Belum Terpikir Maju?

Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan enggan menanggapi pertanyaan wartawan apakah akan maju lagi pada Pemilikan Kepala Daerah DKI Jakarta.


Pengamat Klaim 3 Tokoh Ini Punya Modal Popularitas untuk Maju Pilkada Jakarta

5 hari lalu

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo di Jakarta, Jumat 12 Mei 2023. ANTARA/Fath Putra Mulya
Pengamat Klaim 3 Tokoh Ini Punya Modal Popularitas untuk Maju Pilkada Jakarta

Pengamat Politik Karyono menyebut ada tiga tokoh yang memiliki modal popularitas untuk maju Pilkada Jakarta. Siapa saja?


Pengamat Sebut Tri Rismaharini Menjanjikan untuk Maju Pilkada Jakarta

6 hari lalu

Menteri  Sosial Tri Rismaharini  menjadi pembicara pembuka hari kedua Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)di Paris Prancis, Rabu  pagi, 10 April 2024. (Sumber: Istimewa)
Pengamat Sebut Tri Rismaharini Menjanjikan untuk Maju Pilkada Jakarta

Menurut sejumlah pengamat politik, Menteri Sosial Tri Rismaharini memiliki nama besar di Jakarta.


Risma Dikabarkan Maju di Pilkada Jakarta, Begini Respons PDIP

9 hari lalu

Menteri  Sosial Tri Rismaharini  menjadi pembicara pembuka hari kedua Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)di Paris Prancis, Rabu  pagi, 10 April 2024. (Sumber: Istimewa)
Risma Dikabarkan Maju di Pilkada Jakarta, Begini Respons PDIP

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful merespons kabar jika Tri Rismaharini atau Risma maju di Pilkada Jakarta 2024.


PDIP Masih Menjaring Nama untuk Pilkada Jakarta 2024: Banyak Tokoh Potensial

9 hari lalu

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat ditemui usai debat Capres 2024 di Istora Senayan, Minggu, 7 Januari 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
PDIP Masih Menjaring Nama untuk Pilkada Jakarta 2024: Banyak Tokoh Potensial

Untuk Pilkada Jakarta 2024, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful mengatakan partainya saat ini masih menjaring nama.


Mensos Risma dan Dubes Mohamad Oemar Berlebaran di KBRI Paris

11 hari lalu

Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Dubes RI di Paris Mohamad Oemar beserta Isteri, berfoto bersama Anak-Anak Muda Indonesia  dalam silaturahmi Lebaran di KBRI Paris, Perancis, Kamis (11/4).
Mensos Risma dan Dubes Mohamad Oemar Berlebaran di KBRI Paris

Lebaran di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris tahun ini dihadiri sedikitnya 150 orang Diaspora dan Warga Bangsa yang kuliah maupun bekerja dan tinggal di sekitaran Perancis.


Faisal Basri Blak-blakan Kritik 3 Menteri Jokowi di Sidang Sengketa Pilpres: Mereka Hanya Baca Pidato Kenegaraan

11 hari lalu

Ekonom Faisal Basri dalam diskusi Ngobrol @Tempo bertajuk
Faisal Basri Blak-blakan Kritik 3 Menteri Jokowi di Sidang Sengketa Pilpres: Mereka Hanya Baca Pidato Kenegaraan

Faisal Basri menanggapi kesaksian empat menteri Presiden Jokowi dalam sidang sengketa Pilpres 2024. Tiga di antaranya disebut hanya membaca pidato.


Mensos Jelaskan Program Pena kepada Direktur OECD

12 hari lalu

Mensos Jelaskan Program Pena kepada Direktur OECD

Direktur OECD membuka peluang program Pena dapat menjadi contoh untuk negara anggota lainnya.


Mensos Risma Dapat Apresiasi dari Direktur Tata Kelola Public OECD

13 hari lalu

Mensos Risma Dapat Apresiasi dari Direktur Tata Kelola Public OECD

Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi pembicara pembuka hari kedua Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di Paris, Perancis, Rabu, 10 April 2024.


Risma Bicara Pengalaman RI Tangani Bencana, Ini Respons Direktur OECD

14 hari lalu

Menteri  Sosial Tri Rismaharini  menjadi pembicara pembuka hari kedua Forum Infrastruktur Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)di Paris Perancis 10 April 2024. Istimewa
Risma Bicara Pengalaman RI Tangani Bencana, Ini Respons Direktur OECD

Direktur Tata Kelola Publik OECD Elsa Pilichowski menanggapi pemaparan Mensos Risma soal penanganan bencana di Indonesia.