Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lima Gunungan Grebeg Syawal Itu Ludes Diarak

image-gnews
Seorang abdi dalem mengarahkan rombongan pembawa Gunungan Wedok (perempuan) pada acara kirab Grebeg Syawal di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, 18 Juli 2015. Setelah semua gunungan selesai dikirab dan diodakan, warga langsung berebutan untuk mendapatkan isi dari gunungan tersebut. TEMPO/Pius Erlangga
Seorang abdi dalem mengarahkan rombongan pembawa Gunungan Wedok (perempuan) pada acara kirab Grebeg Syawal di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, 18 Juli 2015. Setelah semua gunungan selesai dikirab dan diodakan, warga langsung berebutan untuk mendapatkan isi dari gunungan tersebut. TEMPO/Pius Erlangga
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Yogyakarta (ANTARA News) - Sebanyak lima gunungan Grebeg Syawal yang diusung para abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke Masjid Gedhe Kauman, Kamis, ludes dalam sekejap diperebutkan oleh ratusan warga yang menunggu di halaman masjid bersejarah itu.

Dalam "Grebeg Syawal" Tahun Jimawal 1949 itu, tujuh gunungan berisi aneka hasil bumi diarak ratusan prajurit dari Siti Hinggil Keraton Yogyakarta. Lima di antaranya menuju Masjid Gedhe, sementara dua gunungan lainnya menuju Kantor Kepatihan, dan Puro Pakualaman.

Beberapa waktu setelah selesai didoakan oleh penghulu Keraton Ngayogyakarta di serambi masjid itu, ratusan warga yang sudah menunggu langsung berlari memperebutkan isi gunungan itu. Kelima gunungan itu habis dalam sekejap.

Sugiarti (67) warga Bandung, Jawa Barat mengaku antusias dengan isi gunungan itu, setelah selama lima tahun tidak dapat berjumpa dengan upacara Grebeg Syawal.

Kendati hanya mampu meraih dua batang dari bambu dengan segumpal ketan merah di ujungnya, Sugiarti mengaku senang. Apa yang didapatkannya itu ia yakini membawa keberkahan hidup.

"Akan saya bawa pulang ke Bandung, untuk keberkahan," kata Sugiarti yang ditemani dua cucunya.

Berbeda dengan Agung (48) warga Patuk, Kota Yogyakarta yang berhasil mendapatkan empat lonjor kacang panjang. Bagi Agung kacang panjang itu dipercaya dapat digunakan untuk "tolak bala" atau penolak mala petaka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Selain sebagai adat acara ini patut dilestarikan karena memberi daya tarik bagi wisatawan. Setiap acara grebeg, baik syawal, maulud, maupun besar yang diadakan Keraton saya selalu ikut," katanya yang mengaku akan menggantungkan kacang panjang yang ia peroleh di atas pintu rumah.

Tepas Keprajuritan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Enggar Pikantoko menjelaskan Grebeg Syawal merupakan perayaan telah selesainya bulan Ramadhan.

Secara historis, menurut dia, lima gunungan berisi hasil bumi yakni Gunungan Wadon, Lanang, Gepak, Pawuhan, dan Bromo merupakan simbol sedekah raja kepada rakyatnya sekaligus wujud rasa syukur raja kepada Allah SWT.

"Grebeg selalu diselenggarakan bersamaan memperingati hari-hari besar Islam. Selain saat Idul Fitri, grebeg juga diadakan saat Idul Adha, serta Maulud Nabi," kata Enggar.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Muhammadiyah Jawa Timur Tetapkan 27 Mei Awal Ramadhan 2017

24 April 2017

Ilustrasi Ramadhan. Robertus Pudyanto/Getty Images
Muhammadiyah Jawa Timur Tetapkan 27 Mei Awal Ramadhan 2017

Warga Muhammadiyah dan umat Islam se-Indonesia, kata dia, akan memulai salat tarawih pada Jumat malam 26 Mei 2017 mendatang.


Gubernur DKI Sebut Ada Kelebihan Stok Pangan Menjelang Ramadan  

11 April 2017

Plt gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengecek ketersediaan beras dan bahan pokok ke Food Station, Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, 4 April 2017. TEMPO/INGE KLARA
Gubernur DKI Sebut Ada Kelebihan Stok Pangan Menjelang Ramadan  

Gubernur DKI menjelaskan, pasokan beras, telor, minyak, daging, dan cabai aman menjelang Ramadan.


Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 2017 Jatuh pada 27 Mei  

16 Maret 2017

TEMPO/Fahmi Ali
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 2017 Jatuh pada 27 Mei  

Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi jatuh pada 27 Mei.


Bulan Ramadan Dongkrak Pembiayaan FIF Hingga 20 Persen

21 Juli 2016

TEMPO/Dasril Roszandi
Bulan Ramadan Dongkrak Pembiayaan FIF Hingga 20 Persen

Momentum Ramadan berhasil mendongkrak pembiayaan FIF Group Balikpapan, tercatat penyaluran pinjaman meningkat 20% dibanding.


Masyarakat Lombok Gelar Lebaran Topat

13 Juli 2016

Lomba membuat bungkus ketupat di Senggigi. TEMPO/Supriyantho Khafid
Masyarakat Lombok Gelar Lebaran Topat

Ini merupakan perayaan kultural masyarakat setempat.


Bolos Pasca-Lebaran, Ratusan Pegawai di Riau Kena Sanksi

13 Juli 2016

Pegawai negeri sipil (PNS) menguap saat berdoa dalam Upacara Peringatan HUT Korpri ke-44 di lingkungan Pemprov DKI Jakarta di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta,  30 November 2015. Dalam pidatonya saat memimpin upacara Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful mengatakan, Korpri harus Memberikan pelayanan publik untuk masyakarat yang berdaya dan sejahtera secara hakiki. TEMPO/Subekti
Bolos Pasca-Lebaran, Ratusan Pegawai di Riau Kena Sanksi

Sebelum menjatuhkan sanksi tegas, Badan Kepegawaian Riau bakal melakukan verifikasi terlebih dulu.


Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 5 Persen dari Lebaran 2015

12 Juli 2016

Ratusan pemudik berjalan menuju gerbong Kereta Api (KA) Ekonomi Progo rute Yogyakarta - Jakarta di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, 10 Juli 2016. Arus balik pemudik pengguna jasa transportasi Kereta Api diperkirakan mencapai puncaknya pada 10 Juli karena aktivitas sejumlah perkantoran sudah mulai masuk pada esok hari. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 5 Persen dari Lebaran 2015

Jumlah kursi mencakup kereta reguler, kereta tambahan, dan kereta yang disediakan dalam kondisi fluktuatif.


Libur Lebaran Usai, Hotel di Bandung Perang Diskon

11 Juli 2016

Kendaraan wisatawan antre memasuki gerbang Situ Patenggang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Juli 2016. Sejak awal libur lebaran, destinasi wisata favorit ini telah dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai daerah. TEMPO/Prima Mulia
Libur Lebaran Usai, Hotel di Bandung Perang Diskon

Hotel-hotel di Bandung tak terisi penuh selama libur lebaran tahun ini.


Macet di 'Brexit', Jonan: Hanya Orang Tolol yang Suruh Saya Mundur!  

11 Juli 2016

Menteri Perhubungan Ignasius Jonanmemantau arus mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Sabtu, 2 Juli 2016. Tempo/Bagus Prasetiyo
Macet di 'Brexit', Jonan: Hanya Orang Tolol yang Suruh Saya Mundur!  

Kementerian Perhubungan hanya menangani transportasi berbasis udara, laut, kereta api, serta angkutan umum jalan raya.


Seusai Lebaran, Depok Bakal Dibanjiri Pendatang Baru

11 Juli 2016

Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana
Seusai Lebaran, Depok Bakal Dibanjiri Pendatang Baru

Depok menjadi daya tarik orang luar untuk masuk ke kota tersebut.