Lomba Tinju Ayam Digelar di Makassar, Begini Mekanismenya  

Jum'at, 20 November 2015 | 04:54 WIB
Lomba Tinju Ayam Digelar di Makassar, Begini Mekanismenya  
AP/Anupam Nath

TEMPO.CO, Makassar - Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) akan menggelar lomba tinju ayam di Kota Makassar. Sekitar seribu penggemar ayam dari seluruh Indonesia diperkirakan hadir dalam acara ini. “Sampai hari ini, sudah ada 100 ayam yang terdaftar,” kata Ketua PPAKN Kota Makassar, Zico Andi Lolo, Kamis, 19 November 2015.

Menurut Zico, adu ayam ini disebut tinju karena dalam perlombaan, taji ayam yang biasa melukai dibungkus dengan sarung menyerupai sarung tinju, tidak menyerupai sabung ayam yang menggunakan pisau. “Jadi aman. Binatang juga tidak tersiksa,” kata Zico.

Pemenang lomba dihitung dari angka yang dikumpulkan. Makin banyak memukul, makin banyak angkanya. “Lama pertandingan hanya tiga ronde. Jadi tidak membuat ayam kelelahan,” kata Zico. Untuk lapangan pertandingan, panitia memilih tempat di ballroom Celebes Convention Centre. “Wasitnya didatangkan langsung dari Jakarta,” kata Zico.

Lomba yang dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi ke-408 Kota Makassar tahun ini juga sebagai upaya untuk mengajak penggemar ayam, yang biasa berjudi, untuk berhenti berjudi. Sebab dalam pertandingan ini, judi dilarang keras. “Jika ada peserta atau penonton yang ketahuan judi, langsung dilaporkan ke polisi,” kata Zico.

Tinju ayam diharapkan bisa menjadi agenda tahunan di Makassar karena akan mendorong usaha peternakan, pakan, dan kunjungan wisatawan ke Makassar. “Kita ingin menjadikan kontes ayam lebih positif sehingga semua pecinta ayam bisa menyalurkan hobinya,” kata Zico.

Ayam yang akan mengikuti lomba tinju adalah ayam adu jenis bangkok. Kelas pertandingan dibagi menjadi sepuluh kelas. “Sesuai dengan ukuran dan bobot ayam,” kata Zico. Panitia mengaku sudah mendapatkan izin dari kepolisian untuk menggelar tinju ayam. “Organisasi kami juga legal karena terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM,” kata Zico.

Tinju ayam yang digelar pada Minggu, 22 November mendatang akan memperebutkan piala Wali Kota Makassar. Ada juga hadiah sepeda motor dan uang tunai. Asisten II Kota Makassar, Irwan R Adnan, mengatakan pertandingan ayam ini harus dilakukan dengan baik. “Jangan sampai ada yang menilai kegiatan ini sarat dengan hal-hal negatif, seperti arena perjudian, penyiksaan binatang, dan lain-lain,” kata Irwan.




MUHAMMAD YUNUS

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan