Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aniaya Pak Lurah, Akbar Tanjung Menikah di Kantor Polisi  

image-gnews
REUTERS/John Kolesidis
REUTERS/John Kolesidis
Iklan

TEMPO.CO , MAKASSAR:-- Akbar Tanjung terpaksa menikah di Musala Markas Polisi Sektor Ujung Pandang, Jalan Sultan Hasanuddin Makassar, Senin 24 Agustus 2015. Prosesi pernikahan Akbar mendadak, tapi berlangsung meriah dan sederhana. Perempuan yang dinikahi Akbar Tanjung adalah Anggi Abrianti, 19 tahun, yang telah dipacarinya selama empat tahun terakhir.

Akbar Tanjung yang menikah itu bukanlah Akbar Tanjung politikus kondang. Ia adalah Akbar Tanjung, tukang parkir di Anjungan Pantai Losari, pemuda berusia  20 tahun yang menjadi tersangka penganiaya Lurah Lae-lae, Subhan Mas'ud (47).

Akbar mengatakan acara pernikahan mulanya diagendakan pada akhir Juli lalu. Namun, beberapa saat sebelum hari bahagianya, ia malah ditangkap dengan tuduhan mengeroyok Lurah Lae-lae di Anjungan Pantai Losari, Sabtu, 25 Juli. "Bulan lalu usai lamaran sudah mau menikah. Tapi, sehari sebelum acara, saya ditangkap. Alhamdulillah, sekarang akhirnya bisa menikah meski di kantor polisi," katanya, Senin, 24 Agustus.

Pernikahan Akbar disaksikan Kepala Polsek Ujung Pandang, Komisaris Nawu Thaiyyeb. Turut hadir orangtua kedua mempelai yang menjadi wali dan saksi acara sakral itu. Keduanya mengikat janji suci dengan mahar seperangkat alat salat. Sejumlah tahanan Polsek Ujung Pandang turut berbahagia. Mereka berteriak dari balik jeruji penjara. Salah seorang di antaranya adalah kakak Akbar, Kamal (23). "Sah..sah..sah,"

Usai prosesi pernikahan, Akbar dan istrinya memasuki salah satu ruang penyidik untuk menerima sejumlah tamu dari keluarga. Disinggung soal malam pertama, warga Jalan Rajawali itu menyerahkan kepada pihak kepolisian. Dengan nada bercanda, ia mengaku ingin menikmati malam pertamanya itu di Hotel Aston yang terletak tepat di depan Markas Polsek Ujung Pandang.

Adapun, Anggi mengaku senang bisa menikahi pujaan hatinya itu, meski terpaksa dilakukan di kantor polisi. Ia berharap kasus yang menimpa suaminya berakhir damai dengan pihak pelapor. Dengan begitu, dirinya dapat memulai kehidupan normal layaknya pasangan suami-istri lainnya. "Doa saya, semoga suami saya cepat dikeluarkan," ucap warga Jalan Bawakaraeng itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penghulu pernikahan itu, Rahman Saleh, mengatakan pernikahan Akbar dan Anggi itu sah adanya, meski dilakukan di kantor polisi. Toh, seluruh persyaratan terpenuhi. Di antaranya, adanya wali, saksi dan mahar. "Tidak masalah di mana tempatnya. Di kantor polisi juga sah. Kan keadaannya yang mengharuskan seperti itu karena suaminya tidak boleh keluar dari kantor polisi," katanya.

Kepala Polsek Ujung Pandang, Komisaris Nawu Thaiyyeb, mengatakan pernikahan yang melibatkan tahanan di kantornya bukan kali pertama. Sebelumnya, seorang tahanan kasus begal dan geng motor bernama Usman (20) juga menikahi pujaan hatinya, Nahdiyah (17) di tempat yang sama, awal Maret lalu. "Tidak masalah. Itu bukan kali pertama kok," ucap dia.

Nawu menerangkan Akbar dan Anggi menikah di kantor polisi untuk melanjutkan rencana mereka yang sempat tertunda karena kasus penganiayaan yang menjerat Akbar dan kakaknya, Kamal. Disinggung soal malam pertama tahanannya itu, Nawu enggan mengambil resiko. Ia mengatakan pihaknya akan meminta istri Akbar untuk pulang ke rumahnya selepas prosesi pernikahan.

TRI YARI KURNIAWAN

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Sopir GrabCar Diduga Aniaya, Memeras, hingga Berniat Menculik Penumpangnya, Grab Indonesia Evaluasi SOP Layanan Konsumen

10 jam lalu

Grab Indonesia meluncurkan 20 unit taksi listrik merek Hyundai bertipe  Hyundai IONIQ EV di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 27 Januari 2020. Peluncuran itu dihadiri oleh Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan President Director of Hyundai Motor Indonesia Sung Jo Ha. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Sopir GrabCar Diduga Aniaya, Memeras, hingga Berniat Menculik Penumpangnya, Grab Indonesia Evaluasi SOP Layanan Konsumen

Direktur Operasi Grab Indonesia Regional Jabodetabek Tyas Widyastuti menyatakan masih melakukan investigasi internal perihal dugaan upaya penculikan, pemerasan, dan penganiayaan oleh mitra sopir Grab terhadap penumpangnya.


Mario Dandy dan Shane Lukas Satu Blok di Lapas Salemba, Kalapas: Keduanya Ikuti Pembinaan Agama

20 jam lalu

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap David Ozora, Mario Dandy Satriyo (kiri) dan Shane Lukas menunggu dimulainya sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2023. Sidang tuntutan tersebut ditunda dan akan dilaksanakan kembali pada hari Selasa, 15 Agustus 2023 karena berkas tuntutan dari jaksa belum siap. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Mario Dandy dan Shane Lukas Satu Blok di Lapas Salemba, Kalapas: Keduanya Ikuti Pembinaan Agama

Kepala Lapas Salemba Beni Hidayat menyatakan kondisi Mario Dandy dalam keadaan sehat.


KontraS Sebut Langkah TNI Tangani Kasus Papua Belum Cukup, Perlu Evaluasi Total

2 hari lalu

Kepala Divisi Bidang Korupsi dan Politik ICW Ego Primayoga (kanan) dan Peneliti KontraS Rozy Brilian (kiri) memberikan keterangan pada media usai mengantar surat permohonan keterbukaan informasi publik tentang Pemilu 2024 di KPU RI, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2024. Dua organisasi itu mencatat sejumlah masalah pemilu seperti pelaporan dana kampanye partai politik maupun calon presiden tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. TEMPO/ Febri Angga Palguna
KontraS Sebut Langkah TNI Tangani Kasus Papua Belum Cukup, Perlu Evaluasi Total

KontraS mengatakan perlu dilakukan evaluasi total seluruh langkah dan pendekatan keamanan yang selama ini berlangsung di Papua.


Komnas HAM Papua Sebut Korban Penganiayaan yang Diduga Dilakukan Prajurit TNI Meninggal

2 hari lalu

Ilustrasi TNI. dok.TEMPO
Komnas HAM Papua Sebut Korban Penganiayaan yang Diduga Dilakukan Prajurit TNI Meninggal

Komnas HAM Papua menyebut korban kekerasan yang diduga dilakukan anggota TNI dari Yonif Raider 300/Brajawijaya telah meninggal dunia di Ilaga,


Penganiayaan oleh Anggota TNI Terus Berulang, Kapuspen: Tak Ada Gading yang Tak Retak

3 hari lalu

Kapuspen TNI Mayjend Nugraha Gumilar (kedua dari kiri), Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan (ketiga dari kiri), Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi (paling kanan) dalam konferensi pers video viral penganiayaan warga Papua oleh anggota TNI di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Penganiayaan oleh Anggota TNI Terus Berulang, Kapuspen: Tak Ada Gading yang Tak Retak

Kapuspen TNI menyebut kekerasan atau penganiayaan di Papua hanya dilakukan oleh beberapa anggota saja.


Pangdam Cendrawasih Janji Usut Tuntas Kasus Anggota TNI Aniaya KKB

3 hari lalu

Kapuspen TNI Mayjend Nugraha Gumilar (kedua dari kiri), Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan (ketiga dari kiri), Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi (paling kanan) dalam konferensi pers video viral penganiayaan warga Papua oleh anggota TNI di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Pangdam Cendrawasih Janji Usut Tuntas Kasus Anggota TNI Aniaya KKB

TNI memastikan anggotanya yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap warga Papua akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku.


42 Anggota TNI Diperiksa Buntut Penganiayaan terhadap Warga Papua, 13 Ditahan

3 hari lalu

Kapuspen TNI Mayjend Nugraha Gumilar (kedua dari kiri), Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan (ketiga dari kiri), Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi (paling kanan) dalam konferensi pers video viral penganiayaan warga Papua oleh anggota TNI di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso
42 Anggota TNI Diperiksa Buntut Penganiayaan terhadap Warga Papua, 13 Ditahan

TNI telah memeriksa 42 anggota terkait video aksi kekerasan terhadap warga Papua.


Pangdam Cendrawasih Jelaskan Kronologi Penganiayaan terhadap Warga Papua oleh Anggota TNI

3 hari lalu

Kapuspen TNI Mayjend Nugraha Gumilar (kedua dari kiri), Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan (ketiga dari kiri), Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi (paling kanan) dalam konferensi pers video viral penganiayaan warga Papua oleh anggota TNI di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Pangdam Cendrawasih Jelaskan Kronologi Penganiayaan terhadap Warga Papua oleh Anggota TNI

Pangdam Cendrawasih Mayor Jenderal Izak Pangemanan mengungkap kronologi penganiayaan warga Papua yang dilakukan anggota TNI.


8 Anggota TNI Ditahan Buntut Siksa Warga Papua di Dalam Tong

3 hari lalu

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan. Foto: Dok. Pendam XVII/Cenderawasih
8 Anggota TNI Ditahan Buntut Siksa Warga Papua di Dalam Tong

8 anggota TNI Yonif 300/Bjw yang diduga melakukan penganiayaan pada warga Papua telah ditahan.


Polisi Tangkap Pemuda di Karawaci Tangerang yang Aniaya Lansia Seperti Adegan Smackdown

3 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan
Polisi Tangkap Pemuda di Karawaci Tangerang yang Aniaya Lansia Seperti Adegan Smackdown

Polisi menangkap pemuda yang menganiaya seorang lansia seperti adegan smackdown di Karawaci, Tangerang.