Senin, 21 Agustus 2017

Rektor IAIN Palopo Dukung Sabung Ayam Dibolehkan

Rabu, 24 Juni 2015 | 04:04 WIB
Sejumlah warga menonton sabung ayam di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (11/5). Para Komunitas pecinta ayam tarung akan menggelar kompetisi sabung ayam tingkat Nasional secara legal. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Sejumlah warga menonton sabung ayam di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (11/5). Para Komunitas pecinta ayam tarung akan menggelar kompetisi sabung ayam tingkat Nasional secara legal. TEMPO/Aditya Herlambang Putra.

TEMPO.CO, Palopo - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Palopo, Abdul Pirol, mendukung Wali Kota Palopo Judas Amir yang membolehkan sabung ayam, sepanjang tidak judi. Langkah itu, kata Pirol, adalah upaya Pemerintah Kota Palopo untuk meredam judi.

"Melegalkan sabung ayam itu maknanya luas. Pak Wali berkomentar begitu punya tujuan baik, untuk meredam patologi sosial, seperti judi, miras, dan narkotik," kata Abdul Pirol melalui telepon seluler, Selasa, 23 Juni 2015.

Menurut Abdul, pernyataan Wali Kota Palopo Judas Amir soal sabung ayam dan minuman keras, ballo, jangan disalahartikan. Dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, tokoh-tokoh agama dan tokoh pemuda selalu mengingatkan untuk menjauhi judi, minuman keras, dan narkotik. Maka perlu dilakukan berbagai upaya dan terobosan untuk mengurangi patologi sosial ini.

"Tapi kalau masalah sabung ayam itu boleh dalam agama atau tidak, perlu ditanyakan ke ahli agama. Saya hanya melihat sisi positifnya," ucapnya.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kota Palopo, Bata Manurun, menilai statemen Judas Amir soal melegalkan sabung ayam dan membolehkan warga mengkonsumsi ballo, sepanjang tidak membuat onar, harus ditinjau ulang. Menurut Bata, Palopo yang dikenal sebagai kota religi akan tercoreng jika sabung ayam dan ballo dibolehkan.

"Ada solusi lain dari sabung ayam dan ballo yang bisa dilakukan pemerintah. Mereka yang senang judi sabung ayam dan minum ballo dilatarbelakangi ekonomi. Nah, harusnya pemerintah menyiapkan lapangan pekerjaan. Itu solusi yang kami tawarkan, bukan melegalkan sabung ayam," kata Bata.

Bata mengatakan, apa pun alasannya, sabung ayam dan mengkonsumsi ballo tidak baik dan tidak ada manfaatnya, sehingga sangat keliru jika pemerintah membolehkannya. Ballo, misalnya, minuman tradisional yang diolah dari pohon aren ini bisa bernilai ekonomi jika diolah menjadi gula merah.

"Kalau yang hobi minum ballo, bisa didekati, kita tawari mereka untuk mengubah ballo pahit menjadi manis, kemudian dibuat gula merah, akan bernilai ekonomis," ujarnya.

Wali Kota Palopo Judas Amir akan melegalkan sabung ayam, asalkan tidak dijadikan sarana judi, dan meminum ballo, asalkan dinikmati sendiri dan tidak membuat onar.

HASWADI


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?